Minggu, 15 April 2018

Agen Casino Terpercaya - Cerita Sex Balada Anak Desa

Agen Casino Terpercaya - Cerita Sex Balada Anak DesaJangan sebut namaku Iwan kalau ngga bisa mendapatkan wanita.heheheheheee
Maaf bukanya aku sombong tp semua juga tau kalo ada tips dan trik untuk menggaet wanita di ranjang



Agen Casino Terpercaya - Umurku 20 Thn Tinggi badan 175wajah kata emak sih ganteng banget. Bapakku juragan hasil bumi. pengepul besar hasil pertanian sedangkan emak mengelola toko di pasar.
Karena bapak dan emak super sibuk maka terciptalah anak yg super alim dan ganteng. Iwan si anak juragan Darmanbegitulah orangorang menyebutku.


Selepas subuh bapak dan emak sdh ke pasar.

Tinggal aku sama dik Yanti anaknya mbok karti pembantu di rumah kami.
Dari sinilah awal kenakalanku di mulai. cerita hot


Aku dan Yanti tumbuh bersama sekolah juga bersama
Biaya sekolah semua dari bapak mbok karti yg janda sdh tak mampu membiayai Yanti sekolah.
Tp sebagai gantinya sepulang sekolah Yanti wajib membatu simboknya mengurusi kebutuhan kami sekeluarga.

Walaupun gadis desa tp kecantikan Yanti sangat mempesona wajah dan tubuhnya warisan simboknyaayu dan montok..

Sebenarya aku naksir Yanti bapak tahu dan merestui tp emak masih berwatak kolot ..
Menginginkan anak mantu yg sederajat masih di berlakukan hukum bobot bibit bebet
Simbok dan Yanti tak luput dari ancaman emak untuk jaga jarak dgnku.
Namaku bukan Iwan kalo tdk nakal..

Tiap pagi aku selalu di bangunkan simbok.

mas Iwan. bangun dah siang..sarapannya dah siap..
Ayo ma Bangun. nanti mbok di marahi bos e.. ( bos e sebutan buat emak )
ahhh lagi males mbok ..inikan hari minggu ntar sejam lagi bangunin yahhhh.
Huooooaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
e e mas Iwan ndak boleh gitu. sampean anak tunggal ..penerus keluarga. jangan malasmalasan begitu

Aku yg semalam begadang sampai larut dan kemasukan air surganya orang desa (arak) alhasil masih keok walaupun dah jam sembilan Pagi
Tubuhku di goyanggoyang sama simbok

ayo mas bangun
Iya mbokkkkkk.. aaaahhhhhmmmmmm .. Aku menguap dan membuka mata . cerita hot

Deeegggggg perasanku ndak karukaruan.panas dingin baru kali ini seumur hidupku melihat simbok hanya memakai kutang
Aku hanya bisa melongo .dgn junior yg mengeras..
ayo mas turundah di masakin air hangat sama Yanti .gih buruan mandi..
Bentar mbok . masih ada pemandangan bIwan nih.

e e e dasar bocah nakal . matanya jelalatantak bilangin bos e lho ya
Jangan dong mbokkk.. pleaseeeeee


Aku merayu dgn wajah purapura memelas

ya udah buruan mandi keburu air nya dingin
maunya di mandiin simbok.
apa masih kurang to mas dari kecil sampe sebelum sunat di mandiin simbok. ?
hehehehehe sekarang beda mbok.
Justru sekarang mas Iwan ndak boleh mandi sama simbok.
Simbok takut kalo mas Iwan jadi nakal

Aahh simbokk. aku kan gak nakal ( aku terus merayunya dgn sedikit memaksa simbok untuk memandikanku.. tp gatot gagal total )
Sambil berlalu dari kamarku simbok berbisik
mandinya sama Yanti aja ya massimbok malu dah tua Aku melongo untuk kedua kalinya.
Dgn langkah yg sangat malas aku berjalan ke kamar mandi belakang
Aku lebih suka mandi di kamar mandi belakang karena dari kecil terbiasa mandi di sana di mandikan oleh simbok..berdua dgn Yanti.
Aaaahhhhhhhhmmmmmmmmmmmm.. Sialll masih ngantuk banget..
Mas Iwan. mau mandi sama Yanti ?
Karena masih raguragu tak kupedulikan ajakan si Yanti.
Begitu masuk ke kamar mandi otak kotorku bekerja dgn cepat

Yan kalo mau mandi masuk ajapintunya ngga di kunci
ya mas

Kreekk. eehhhhh..
Aku terkejut ternyata Yanti tdk main main.
Aku malu dan gugup tubuhku panas dingin mwlihat Yanti melucuti pakainya .
Terkesan lama banget untuk sekedar melepas babbydoll
Kulitnya langsat bersih .kencang
Dan.

Aduh toketnya montok.belahanya tercetak jelasdgn hiasan kalung liontin emas hadiah dari emak. pas mantapseksi sekali Puting toketnya merah jambukecil sekali Karena nafsu yg teramat besar aku nekat mendekapnya dari belakang dan menciumi pipinya
Toketnya terasa empuk dan kenyal di tanganku
Aku meremasnya dgn kuat

duuhhhh mas sakiiittt.pelannnn maaasssssss.
Hhhhhhhhhhhh maaf Yanaku mencintaimu
Iya mas.Yanti tahuYanti juga cinta sama mas

Aku tatap matanya seolah meyakinkan cintaku kepadanya.

Mata Yanti lalu terpejam. bibir tipisnya terbuka mengundangku untuk menciumnya.
Hhhhmmmmmfffff
Iniah ciuman pertmaku terkesan kaku
Bahagia sekali rasanya..perasaanku melambung tinggi ke atas awan..
Oooohhhhhhhhhhhhhhsssssss..maaaassssss .

Tangan Yanti memegng peniskurasanya hangat geligeli nikmat..
massss.. hanya ini yg bisa Yanti berikan.sebagai bukti Yanti cinta sama mas.
Sambil berciuman, perlahan penisku di kocokkocok Yanti.membuat ku terasa dipermainkan nafsu
Rasa nikmat di penisku membuat naluriku bekerja sendiri tanganku meremasremas toket Yantimenciumi bibir tipisnya..pipinya..lehernyakedua toketnya..
Karena tak tahan dgn nikmat di ujung penisku.aku langsung melumat dan menyedot puting toket Yanti..
Oooohhhhsssssss.nafasku menderu deru.kupeluk Yantikuciumi wajahnya dan kukatakan sayang padanya..

Acara mandi bersama pagi itu sangat berkesan bagi kami
Saling bercandasaling merabadan saling memuaskan diri
Ya walaupun sebatas itu tp sangat membuatku bahagia.


Udah yuk mas. nanti simbok marahmarah kalo Yanti gak mbantu di dapur..
Ayo dehaku juga dah kedinginan nih.

Begitu selesai berganti pakaian ku buka pintu kamar mandi

Jleggg.simbok berdiri di depan kami dgn wajah memerah.
Aku ngga tahu apakah marah atau bagaimana..
YANTIII.masuk kamar !

Air muka simbok memerah..
Aku takut kalau dilaporkan sama bapak ato emak
Takut menjadi aib keluarga kami takut dan serba salah
Aku hanya menunduk tanpa bisa berkata apaapa .

Simbok pun berlalu mengejar Yanti yg sedang menangis. samarsamar terdengar suara simbok yg menasehati Yanti..

Aku makin serba salah.
Aku merenung di kamar sendirian.mencari jawaban atas sikap simbok

Di satu sisi simbok seolah mengijinkan aku mandi dgn Yantisatu sisi yg lain memarahi apa yg telah terjadi diantara aku dan Yanti.
Bingung sekali..

apa ya maunya simbok tadi ?
Pusing kepala ini mikir .aaaahhhh lebih baik aku main air di sungai ujung sanasiapa tahu bisa nembak burung atau ikan gabus.


Dgn semangat juang 45 .semangat yg tak mau ambil pusingmau ada masalahmau lapor ke bapakmau di usirahhhh bodo amat Pokoknya Iwan itu wajib.Di sini senangdi sana senang
Wakakakakakakakakkakak .

Sambil bersiul ku panggul senapan angin merk sharp . senapan angin murahan sih..tp lumayan ok satu desa cuman aku tok yg punya model beginianada teropong nya.
30 menit berlalu tanpa terlihat satu ekor burung pun.
Sdh jauh aku berjalan di pinggir sungai.

aaaahhhhh hari ini sial banget .. ngga ada target yg bisa di tembak..Anjriitttt
Mana udara panas lagi. uuufffff sapa suruh siangsaiang gini cari burung.

Aku terus melangkah menuju sungai yg paling dlmberharap banyak ikan gabus besarbesar.kalo nongol tinggal dorr kepalanya.

Tp ternyata nasib sial masih setia menemaniku
Akhirnya kuputuskan berenang di sungai sendirian.mandi untuk yg kedua kalinya..

uuhhhh segarnyaa sungai ini jernih bersih dan segar airnya.
Nunggu ibuibu mandi ato pulang ya.kok jadi horny gini.membayangkan ibu ibu mandi aja dah tegang.
Uuuuffff pulang aja dah.

Tak terasa terdengar suara adzan ashar.karena hari mulai sore maka aku bergegas untuk pulang melewati jalan pintas.
Menerobos jalan setapak yg di penuhi alang alangmenuju kebun bu lurah.
Berharap nanti ketemu Yuyun anaknya bu lurah
Yuyun gadis desa yg diamdiam Selalu melirik genit padaku. hhmmmmm akan ku manfaatkan jika SIPENIS PANJANGnya pas..alias situasi kondisi toleransi pandangan serta jangkauan nya pas.hehehehehehehehe.
Sambil cengar cengir, aku melangkah terus ke depan
Byuuurrrrrrr

adduuuhhh ..siaalllllsiapa yg buang air comberan .
Ya ampun sial kok terus begini.

Baunya seperti air rendaman cucian.busuk sekali..
Hoeeeggggg..hoooeeeeeggg
Seketika itu aku muntah muntah di tempat itu juga.karena tadi pas berfikir mesum aku senyumsenyum Dan tertawa sendiri. lalu bbbyyyuuuuurrrr ada air yg masuk ke mulut..
siapa di situmaaf ngga sengaja ..
Bu lurah keluar dgn terburu buru..
ooo nak Iwan tokenapa nak Iwan ada di dekat sumur saya.tadi ngintip ya
Maap bu lurah.sumpah saya ndak ngintip.tadi saya melamun ..ee tautau Ada di sini..
wwooo ada perjaka melamun to. Ya udah mandi sana di dlm.nanti bajumu tak cucikan.
Karena tak tahan dgn bau yg menyengat aku melangkah ke bilik mandi bu lurah.
Ku lepaskan kaosku dan celanaku

maaf bu nitip kaos sama celana
Iya taruh situ aja wan.


Aku langsung mandi dan tak berfikir apapun..berharap dgn mandi ketiga ini sialku juga luntur terbawa air.

wan handuknya di gantungan itupakai saja..baru di cuci kok.
Iya bumakasih.

Begitu aku mengambil handuk , ada sesuatu yg jatuh dan tersangkut di tanganku..
BH.uuffff kok gede sekali .punya siapa ya ? Apa bu lurah susunya sebesar kelapa..?

Tak terasa penisku sdh tegang.hanya memegang bh saja.
Gilaaaaa benar ini.masak ku perkosa saja bu lurah ?
Mumpung sepi.mumpung ada kesempatan.mumpung bu lurah juga janda
A
ku nekat mengintip bu lurah mencuci kaoskududuknya mengangkangterlihat pahanya besargempal.
Wahhhh pasti besar pula bokongnya..

Wahhhh dasternya njeplak trrkena airlho putingnya kok kelihatn gitu.alamak besarnya susu bu lurahku ini
Sambil mengintip bu lurah ..tanganku tak kuasa untuk tdk mengocok penisku.
Oooohhhhhhhhhssssss.. mmmmmmmm
nak Iwan mana celana dalamnya.masak gak pakai celana dalam
Ddeeegggg kaget sekali aku.

Aa aanu bu.aku..ndak pernah pakai
Lho kok ngga pakai celana dalam kenapa ?
Anu bu.biar tambah besarrr..
Coba sini ibu lihat dah seberapa besar..

Tanpa sungkan bu lurah mendekati pintu kamar mandi.dan langsung membukanya.

astaga penismu gede sekali wan ibu pegang ya.
Aadddduuuuhhhhhhh bbbbuuuuu..Ennnnaakkkkkkkkocokkkk bu..


Penisku bukan di kocoktp di urut ..dari pangkal terus ke ujung.nikmat tp sakit.
teruss begitu sampai merah kehitaman.darah seperti terkumpul di peniskudan wow terlihat keras ..besar


Hhaahhhhhhhhffffsssssssss.
Nikkkmaaatttttt.nnnikkkmaaaattttttt bbbbbuuuuuuuu..
Bu lurah jongkok dan mennjilati penisku.ku jambak rmbutnya ku paksa menelan utuh batang penisku.

Rasa nikmat yg tak tertahankan membuat tanganku bernaluri liar mencari sasaran empuk.
Toket bu lurah montok sekali ..mantap di tangan.ku remasremas kiri kanankadang ku pilinpilin putingnya..
ooohhhh massssss ..kulum toketku massss.

Dgn tergesa gesa di buka dasternya

Alamak besar sekali toketnya perutnya juga sdh besar untuk ukuran wanita 40 thn.
Dgn rakus kujilati puting bu lurahsambil tanganku meremasremas toket yg lainya
Bu lurah mendesah keenakan.tanganya tak berhenti mengocok penisku..

Kemudian tangan bu lurah menuntun tanganku menuju selakangannya.menuju memeknya.
Terasa besar dan empuk
Tp loh kok halus licin.ngga ada bulunya.
Karena penasaran ku lihat ke bawahterasa panas dingin gemetar badanku memegang memek lurahku ini.

Cerita ngentot hot, Kemudian bu lurah mengangkat satu kakinya di bak mandi.
di ciummmm ddi ssiiiniiiii mmassss..ddii jiiillaaatttttthhsssssss Kepalaku di paksa di selakangan bu lurah.mmmpphhhhhhh. .
Terpaksa kujilati , dan akupun sangat menyukainya.
Mmmmpphhhhhhhhh niikkkmaaattttttt.yyyyaaa pppaassss diiii sssiituuu massssssseeedddooottttt Oooohhhhhh akkkkuuu nnyaaaammmppeeekkkk mmassss. ssssshhhssssss
Aku ngga tahu senikmat apa yg di rasakan bu lurah.kakinya bergetar lalu jatuh di lantai

Dgn nafas yg masih tersenggal senggal seperti habis lari maraton..
Wajahnya tampak ayu ke ibuan.lalu ku dekatkan penisku ke wajahnya..
mmmpphhhhhh nikkkmaattt bbbuuuu..

Aaaahhhhh ooohhhhhhh ahhhhssss
sini masss ibu kasih yg lebih nikmaatttt
Bu lurah berdiri membelakangikudgn berrtumpu pada bak mandi tangan bu lurah memegang peniskudan mengarahkan pada memeknya
Terasa sangat basah licindan sempit.
ooohhhhhhhhhhh..peellann msss.
Dorong pelan pelannn.sakiiiitttsss.penismu bessaarrrrrrrrrr..
Bleessssseeeesssddddhhhheeeeeeeggggggg
Secara naluriah kugerakan penisku maju mundur Kadang cepat kadang lambatsambil taanganku meremas remas toket bu lurah yg bergoyang.

Oooohhhhhhh. mmmppphhhhhh. ooohhhhhhh nyaammmpeeeeeeee. .llllaaaagggiiii mmmmaaassssss.
Penisku terasa di jepit dan diurut memek bu lurah
Sangat nikmat luar biasa
Ku diamkan penisku beberapa saat.menunggu nafas bu lurah kembali normal.

Bleeeeessssssss ..

Aku kocok penisku di dlm memek bu lurah dgn cepat.

Aku ingin secepatnya meraih nikmatku..
Ooohhhhhh Ooohhhhhh Ooohhhhhh ..bbbuuu..meemmeekkkmuuu. niiikkmmaaattttt..
Ooohhhhhh aaakkuuu nggaaaaa kkkuaaat. Bbbuuuukkkkkkkk..

Ccccrrrrruuuuuuttttttttt.
Hhhshs hhsahhshshs.
Ku peluk bu lurah ku ciumi wajah dan bibirnya

Makasih bu.. Nikmat sseekkaalllii
Sama sama masssaku juga..3 kali keluardapat perjaka ganteng pula..

Ingin rasanya aku di dlm kamar mandi itu bersama bu lurahtp sayupsayup adzan magrib berkumandang.
Baca juga : Cerita Dewasa Online Pacarku Rela Aku Digilir

bu aku pulang dulu
Mas Iwan Pakai bajunya anto sajatuh di gantungan
Iya bu.nitip baju yg tadi ya ?
Okeeeasal mas Iwan harus bayar.
Kalo uang aku ngga punya bu. bayar pake penis saja ya bu ?
hhuuuusssss ya udah cepetan kita keluar sebelum mak darni melihat kita di sini.

Krreeeettttt .aaah. aman wancepet keluar.

Aku pun crlingak celingukah aman batinku.
Kemudian aku peluk lagi bu lurah aku mencium toketnya sekali lagingga nahan lihat montoknya
Karena asik dgn buah dada bu lurahaku tdk menyadari kalo ada orang yg mengintip dari dlm dapur.

Tp sekilas tetlihat sandal kuning darni.
Aahhhh si darni..
Sialan mak darni
Bu lurah tak kuberitahu ..aku takut jadi masalah besar pada janda tua itu.

Aku pun beranjak pulang lewat samping rumah bu lurah.
Di tengah jalan aku ketemu mak darni.berpapasan.mak darni berbisik

mas Iwan .. aku tahu apa yg terjadi di sumur tadi.
Terus kenapa mak
kalo mas Iwan gak bisa menutup mulut saya.. ya maafkejadian ini akan sampai pada pak Darmanberikut seluruh desa..
Hhhaahhh. apa maunya mak darni?
Saya ini janda .miskin pula


Agen Casino Terbaik - Cerita Sex Kepuasan Seks Dari Lelaki Yang Bukan Suamiku

Agen Casino Terbaik - Cerita Sex Kepuasan Seks Dari Lelaki Yang Bukan SuamikuKarena jabatan suamiku sudah tidak mungkin lagi naik di perusahaannya, untuk menambah penghasilan kami, aku meminta ijin kepada Mas Hadi untuk bekerja, mengingat pendidikanku sebagai seorang Accounting sama sekali tidak kumanfatkan semenjak aku menikah.


Agen Casino Terbaik - Pada dasarnya suamiku itu selalu menuruti keinginanku, maka tanpa banyak bicara dia mengijinkan aku bekerja, walaupun aku sendiri belum tahu bekerja di mana, dan perusahaan mana yang akan menerimaku sebagai seorang Accounting, karena aku sudah berkeluarga.

Bukankah kamu punya teman yang anak seorang Direktur di sini? kata suamiku di suatu malam setelah kami melakukan hubungan badan.
Iya si Yanthi, teman kuliah Ridha..! kataku.
Coba deh, kamu hubungi dia besok. Kali saja dia mau menolong kamu..! katanya lagi.
Tapi, benar nih.. Mas.. kamu ijinkan saya bekerja..?
Mas Hadi mengangguk mesra sambil menatapku kembali.


Sambil tersenyum, perlahan dia dekatkan wajahnya ke wajahku dan mendaratkan bibirnya ke bibirku.
Terimakasih.. Mas.., mmhh..! kusambut ciuman mesranya.
Dan beberapa lama kemudian kami pun mulai terangsang lagi, dan melanjutkan persetubuhan suami istri untuk babak yang ketiga. Kenikmatan demi kenikmatan kami raih. Hingga kami lelah dan tanpa sadar kami pun terlelap menuju alam mimpi kami masingmasing.

Perlu kuceritakan di sini bahwa Rendy, anak kami tidak bersama kami. Dia kutitipkan ke nenek dan kakeknya yang berada di lain daerah, walaupun masih satu kota. Kedua orangtuaku sangat menyayangi cucunya ini, karena anakku adalah satusatunya cucu lakilaki mereka.

Siang itu ketika aku terbangun dari mimpiku, aku tidak mendapatkan suamiku tidur di sisiku. Aku menengok jam dinding. Rupanya suamiku sudah berangkat kerja karena jam dinding itu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Aku teringat akan percakapan kami semalam. Maka sambil mengenakan pakaian tidurku (tanpa BH dan celana dalam), aku beranjak dari tempat tidur berjalan menuju ruang tamu rumahku, mengangkat telpon yang ada di meja dan memutar nomor telpon Yanti, temanku itu.

Hallo ini Yanti..! kataku membuka pembicaraan saat kudengar telpon yang kuhubungi terangkat.
Iya.., siapa nih..? tanya Yanti.
Ini.. aku Ridha..!
Oh Ridha.., ada apa..? tanyanya lagi.
Boleh nggak sekarang aku ke rumahmu, aku kangen sama kamu nih..! kataku.
Silakan.., kebetulan aku libur hari ini..! jawab Yanti.
Oke deh.., nanti sebelum makan siang aku ke rumahmu. Masak yang enak ya, biar aku bisa makan di sana..! kataku sambil sedikit tertawa.
Sialan luh. Oke deh.., cepetan ke sini.., ditunggu loh..!
Oke.., sampai ketemu yaa.. daah..! kataku sambil menutup gagang telpon itu.

Setelah menelepon Yanti, aku berjalan menuju kamar mandi. Di kamar mandi itu aku melepas pakaianku semuanya dan langsung membersihkan tubuhku. Namun sebelumnya aku bermasturbasi sejenak dengan memasukkan jariku ke dalam vaginaku sendiri sambil pikiranku menerawang mengingat kejadiankejadian yang semalam baru kualami. Membayangkan penis suamiku walau tidak begitu besar namun mampu memberikan kepuasan padaku. Dan ini merupakan kebiasaanku.
Walaupun aku telah bersuami, namun aku selalu menutup kenikmatan bersetubuh dengan Mas Hadi dengan bermasturbasi, karena kadangkadang bermasturbasi lebih nikmat.

Singkat cerita, siang itu aku sudah berada di depan rumah Yanti yang besar itu. Dan Yanti menyambutku saat aku mengetuk pintunya.
Apa khabar Rida..? begitu katanya sambil mencium pipiku.
Seperti yang kamu lihat sekarang ini..! jawabku.
Setelah berbasabasi, Yanti membimbingku masuk ke ruangan tengah dan mempersilakan aku untuk duduk.



Sebentar ya.., kamu santailah dahulu, aku ambil minuman di belakang lalu Yanti meninggalkanku.
Aku segera duduk di sofanya yang empuk. Aku memperhatikan ke sekeliling ruangan ini. Bagus sekali rumahnya, beda dengan rumahku. Di setiap sudut ruang terdapat hiasanhiasan yang indah, dan pasti mahalmahal. Fotofoto Yanti dan suaminya terpampang di dindingdinding. Sandi yang dahulu katanya sempat menaksir aku, yang kini adalah suami Yanti, terlihat semakin ganteng saja. Dalam pikirku berkata, menyesal juga aku acuh tak acuh terhadapnya dahulu. Coba kalau aku terima cintanya, mungkin aku yang akan menjadi istrinya.

Sambil terus memandangi foto Sandi, suaminya, terlintas pula dalam ingatanku betapa pada saat kuliah dulu lelaki keturunan Manado ini mencoba menarik perhatianku (aku, Yanti dan Sandi memang satu kampus). Sandi memang orang kaya. Dia adalah anak pejabat pemerintahan di Jakarta. Pada awalnya aku pun tertarik, namun karena aku tidak suka dengan sifatnya yang sedikit sombong, maka segala perhatiannya padaku tidak kutanggapi. Aku takut jika tidak cocok dengannya, karena aku orangnya sangat sederhana.

Lamunannku dikagetkan oleh munculnya Yanti. Sambil membawa minuman, Yanti berjalan ke arah aku duduk, menaruh dua gelas sirup dan mempersilakanku untuk minum.
Ayo Rid, diminum dulu..! katanya.
Aku mengambil sirup itu dan meminumnya. Beberapa teguk aku minum sampai rasa dahaga yang sejak tadi terasa hilang, aku kembali menaruh gelas itu.


Oh iya, Mas Sandi ke mana? tanyaku.
Biasa Bisnis dia, kata Yanti sambil menaruh gelasnya. Sebentar lagi juga pulang. Sudah kutelpon koq dia, katanya dia juga kangen sama kamu..! ujarnya lagi.

Yanti memang sampai sekarang belum mengetahui kalau suaminya dahulu pernah naksir aku. Tapi mungkin juga Sandi sudah memberitahukannya.

Kamu menginap yah.. di sini..! kata Yanti.
Akh enggak ah, tidak enak khan..! kataku.
Loh nggak enak gimana, kita kan sahabat. Sandi pun kenal kamu. Lagian aku sudah mempersiapkan kamar untukmu, dan aku pun sedang ambil cuti koq, jadi temani aku ya.., oke..! katanya.
Kasihan Mas Hadi nanti sendirian..! kataku.
Aah Mas Hadi khan selalu menurut keinginanmu, bilang saja kamu mau menginap sehari di sini menemani aku. Apa harus aku yang bicara padanya..?
Oke deh kalau begitu.., aku pinjam telponmu ya..! kataku.
Tuh di sana! kata Yanti sambil menujuk ke arah telepon.


Aku segera memutar nomor telpon kantor suamiku. Dengan sedikit berbohong, aku minta ijin untuk menginap di rumah Yanti. Dan menganjurkan Mas Hadi untuk tidur di rumah orangtuaku. Seperti biasa Mas Hadi mengijinkan keinginanku. Dan setelah basabasi dengan suamiku, segera kututup gagang telpon itu.

Beres..! kataku sambil kembali duduk di sofa ruang tamu.
Nah.., gitu dong..! Ayo kutunjukkan kamarmu..! katanya sambil membimbingku.
Di belakang Yanti aku mengikuti langkahnya. Dari belakang itu juga aku memperhatikan tubuh montoknya. Yanti tidak berubah sejak dahulu. Pantatnya yang terbungkus celana jeans pendek yang ketat melenggaklenggok. Pinggulnya yang ramping sungguh indah, membuatku iseng mencubit pantat itu.


Kamu masih montok saja, Yan..! kataku sambil mencubit pantatnya.
Aw.., akh.. kamu. Kamu juga masih seksi saja. Bisabisa Mas Sandi nanti naksir kamu..! katanya sambil mencubit buah dadaku.
Kami tertawa cekikikan sampai kamar yang dipersiapkan untukku sudah di depan mataku.
Nah ini kamarmu nanti..! kata Yanti sambil membuka pintu kamar itu.

Besar sekali kamar itu. Indah dengan hiasan interior yang berseni tinggi. Ranjangnya yang besar dengan seprei yang terbuat dari kain beludru warna biru, menghiasi ruangan ini. Lemari pakaian berukiran ala Bali juga menghiasi kamar, sehingga aku yakin setiap tamu yang menginap di sini akan merasa betah.
Akhirnya di kamar itu sambil merebahkan diri, kami mengobrol apa saja. Dari pengalamanpengalaman dahulu hingga kejadian kami masingmasing. Kami saling bercerita tentang keluhankeluhan kami selama ini. Aku pun bercerita panjang mulai dari perkimpoianku sampai sedetildetilnya, bahkan aku bercerita tentang hubungan bercinta antara aku dan suamiku. Kadang kami tertawa, kadang kami serius saling mendengarkan dan bercerita. Hingga pembicaraan serius mulai kucurahkan pada sahabatku ini, bahwa aku ingin bekerja di perusahan bapaknya yang direktur.

Gampang itu..! kata Yanti. Aku tinggal menghubungi Papa nanti di Jakarta. Kamu pasti langsung diberi pekerjaan. Papaku kan tahu kalau kamu adalah satusatunya sahabatku di dunia ini.. lanjutnya sambil tertawa lepas.

Tentu saja aku senang dengan apa yang dibicarakan oleh Yanti, dan kami pun meneruskan obrolan kami selain obrolan yang serius barusan.

Tanpa terasa, di luar sudah gelap. Aku pun minta ijin ke Yanti untuk mandi. Tapi Yanti malah mengajakku mandi bersama. Dan aku tidak menolaknya. Karena aku berpikir toh samasama wanita.Sungguh di luar dugaan, di kamar mandi ketika kami samasama telanjang bulat, Yanti memberikan sesuatu hal yang sama sekali tidak terpikirkan.
Sebelum air yang hangat itu membanjiri tubuh kami, Yanti memelukku sambil tidak hentihentinya memuji keindahan tubuhku. Semula aku risih, namun rasa risih itu hilang oleh perasaan yang lain yang telah menjalar di sekujur tubuh. Sentuhansentuhan tangannya ke sekujur tubuhku membuatku nikmat dan tidak kuasa aku menolaknya. Apalagi ketika Yanti menyentuh bagian tubuhku yang sensitif.
Kelembutan tubuh Yanti yang memelukku membuatku merinding begitu rupa. Buah dadaku dan buah dadanya saling beradu. Sementara bulubulu lebat yang berada di bawah perut Yanti terasa halus menyentuh daerah bawah perutku yang juga ditumbuhi bulubulu. Namun bulubulu kemaluanku tidak selebat miliknya, sehingga terasa sekali kelembutan itu ketika Yanti menggoyangkan pinggulnya.
Karena suasana yang demikian, aku pun menikmati segala apa yang dia lakukan. Kami benarbenar melupakan bahwa kami samasama perempuan. Perasaan itu hilang akibat kenikmatan yang terus mengaliri tubuh. Dan pada akhirnya kami saling berpandangan, saling tersenyum, dan mulut kami pun saling berciuman.
Kedua tanganku yang semuala tidak bergerak kini mulai melingkar di tubuhnya. Tanganku menelusuri punggungnya yang halus dari atas sampai ke bawah dan terhenti di bagian buah pantatnya. Buah pantat yang kencang itu secara refleks kuremasremas. Tangan Yanti pun demikian, dengan lembut dia pun meremasremas pantatku, membuatku semakin naik dan terbawa arus suasana. Semakin aku mencium bibirnya dengan bernafsu, dibalasnya ciumanku itu dengan bernafsu pula.
Hingga suatu saat ketika Yanti melepas ciuman bibirnya, lalu mulai menciumi leherku dan semakin turun ke bawah, bibirnya kini menemukan buah dadaku yang mengeras. Tanpa berkatakata sambil sejenak melirik padaku, Yanti menciumi dua bukit payudaraku secar bergantian. Napasku mulai memburu hingga akhirnya aku menjerit kecil ketika bibir itu menghisap puting susuku. Dan sungguh aku menikmati semuanya, karena baru pertama kali ini aku diciumi oleh seorang wanita.

Akh.., Yaantiii.., oh..! jerit kecilku sedikit menggema.

Kenapa Rid.., enak ya..! katanya di selasela menghisap putingku.
Iya.., oh.., enaaks teruus..! kataku sambil menekan kepalanya.
Diberi semangat begitu, Yanti semakin gencar menghisaphisap putingku, namun tetap lembut dan mesra. Tangan kirinya menahan tubuhku di punggung.

Sementara tangan kanannya turun ke bawah menuju kemaluanku. Aku teringat akan suamiku yang sering melakukan hal serupa, namun perbedaannya terasa sekali, Yanti sangat lembut memanjakan tubuhku ini, mungkin karena dia juga wanita.
Setelah tangan itu berada di kemaluanku, dengan lembut sekali dia membelainya. Jarinya sesekali menggesek kelentitku yang masih tersembunyi, maka aku segera membuka pahaku sedikit agar kelentitku yang terasa mengeras itu leluasa keluar.
Ketika jari itu menyentuh kelentitku yang mengeras, semakin asyik Yanti memainkan kelentitku itu, sehingga aku semakin tidak dapat mengendalikan tubuhku. Aku menggelinjang hebat ketika rasa geli campur nikmat menjamah tubuhku. Poriporiku sudah mengeluarkan keringat dingin, di dalam liang vaginaku sudah terasa ada cairan hangat yang mengalir perlahan, pertanda rangsangan yang sungguh membuatku menjadi nikmat.
Ketika tanganku menekan bagian atas kepalanya, bibir Yanti yang menghisap kedua putingku secara bergantian segera berhenti. Ada keinginan pada diriku dan Yanti mengerti akan keinginanku itu. Namun sebelumnya, kembali dia pada posisi wajahnya di depan wajahku. Tersungging senyuman yang manis.

Ingin yang lebih ya..? kata Santi.
Sambil tersenyum aku mengangguk pelan. Tubuhku diangkatnya dan aku duduk di ujung bak mandi yang terbuat dari porselen. Setelah aku memposisikan sedemikian rupa, tangan Yanti dengan cekatan membuka kedua pahaku lebarlebar, maka vaginaku kini terkuak bebas. Dengan posisi berlutut, Yanti mendekatkan wajahnya ke selangkanganku. Aku menunggu perlakuannya dengan jantung yang berdebar kencang.


Napasku turun naik, dadaku terasa panas, begitu pula vaginaku yang terlihat pada cermin yang terletak di depanku sudah mengkilat akibat basah, terasa hangat. Namun rasa hangat itu disejukkan oleh angin yang keluar dari kedua lubang hidung Yanti. Tangan Yanti kembali membelai vaginaku, menguakkan belahannya untuk menyentuh kelentitku yang semakin menegang.

Agak lama Yanti membelaibelai kemaluanku itu yang sekaligus mempermainkan kelentitku. Sementara mulutnya menciumi pusar dan sekitarnya. Tentu saja aku menjadi kegelian dan sedikit tertawa. Namun Yanti terus saja melakukan itu.
Hingga pada suatu saat, Eiist aakh aawh Yanthhii akh mmhh ssh..! begitu suara yang keluar dari mulutku tanpa disadari, ketika mulutnya semakin turun dan mencium vaginaku.
Kedua tangan Yanti memegangi pinggul dan pantatku menahan gerakanku yang menggelinjang nikmat.


Kini ujung lidahnya yang menyentuh kelentitku. Betapa pintar dia mempermainkan ujung lidah itu pada daging kecilku, sampai aku kembali tidak sadar berteriak ketika cairan di dalam vaginaku mengalir keluar.
Oohh Yantii ennaakss sekaalii..! begitu teriakku.

Aku mulai menggoyangkan pinggulku, memancing nikmat yang lebih. Yanti masih pada posisinya, hanya sekarang yang dijilati bukan hanya kelentitku tapi lubang vaginaku yang panas itu. Tubuhku bergetar begitu hebat. Gerakan tubuhku mulai tidak karuan. Hingga beberapa menit kemudian, ketika terasa orgasmeku mulai memuncak, tanganku memegang bagian belakang kepalanya dan mendorongnya. Karuan saja wajah Yanti semakin terpendam di selangkanganku.

Hissapp Yantiii..! Ooh.., aku.. akuu.. mau.. keluaar..! jeritku.
Yanti berhenti menjilat kelentitku, kini dia mencium dan menghisap kuat lubang kemaluanku.
Maka.., Yaantii.., aku.. keluaar..! Oh.., aku.. keluar.. nikmaathhs.. ssh..! bersamaan dengan teriakku itu, maka aku pun mencapai orgasme.
Tubuhku seakan melayang entah kemana. Wajahku menengadah dengan mata terpejam merasakan berjutajuta nikmat yang sekian detik menjamah tubuh, hingga akhirnya aku melemas dan kembali pada posisi duduk. Maka Yanti pun melepas hisapannya pada vaginaku.


Dia berdiri, mendekatkan wajahnya ke hadapan wajahku, dan kembali dia mencium bibirku yang terbuka. Napasku yang tersengalsengal disumbat oleh mulut Yanti yang menciumku. Kubalas ciuman mesranya itu setelah tubuhku mulai tenang.

Terimakasih Yanti.., enak sekali barusan..! kataku sambil tersenyum.
Yanti pun membalas senyumanku. Dia membantuku turun dari atas bak mandi itu.
Kamu mau nggak dikeluarin..? kataku lagi.
Nanti sajalah.., lagian udah gatel nih badanku. Sekarang mending kita mandi..! jawabnya sambil menyalakan shower.

Akhirnya kusetujui usul itu, sebab badanku masih lemas akibat nikmat tadi. Dan rupanya Yanti tahu kalau aku kurang bertenaga, maka aku pun dimandikannya, disabuni, diperlakukan layaknya seorang anak kecil. Aku hanya tertawa kecil. Isengiseng kami pun saling menyentuh bagian tubuh kami masingmasing. Begitupula sebaliknya, ketika giliran Yanti yang mandi, aku lah yang menyabuni tubuhnya.
Setelah selesai mandi, kami pun keluar dari kamar mandi itu secara bersamaan. Sambil berpelukan, pundak kami hanya memakai handuk yang menutup tubuh kami dari dada sampai pangkal paha, dan sama sekali tidak mengenakan dalaman. Aku berjalan menuju kamarku sedang Yanti menuju kamarnya sendiri. Di dalam kamar aku tidak langsung mengenakan baju. Aku masih membayangkan kejadian barusan. Seolaholah rasa nikmat tadi masih mengikutiku.
Di depan cermin, kubuka kain handuk yang menutupi tubuhku. Handuk itu jatuh terjuntai ke lantai, dan aku mulai memperhatikan tubuh telanjangku sendiri. Ada kebanggaan dalam hatiku. Setelah tadi melihat tubuh telanjang Yanti yang indah, ternyata tubuhku lebih indah. Yanti memang seksi, hanya dia terlalu ramping sehingga sepintas tubuhnya itu terlihat kurus. Sedangkan tubuhku agak montok namun tidak terkesan gemuk.
Entah keturunan atau tidak, memang demikianlah keadaan tubuhku. Kedua payudaraku berukuran 34B dengan puting yang mencuat ke atas, padahal aku pernah menyusui anakku. Sedangkan payudara Yanti berukuran 32 tapi juga dengan puting yang mencuat ke atas juga.
Kuputar tubuhku setengah putaran. Kuperhatikan belahan pantatku. Bukit pantatku masih kencang, namun sudah agak turun, karena aku pernah melahirkan. Berbeda dengan pantat milik Yanti yang masih seperti pantat gadis perawan, seperti pantat bebek.

Kalau kuperhatikan dari pinggir tubuhku, nampak perutku yang ramping. Vaginaku nampak menonjol keluar. Bulubulu kemaluanku tidak lebat, walaupun pernah kucukur pada saat aku melahirkan. Padahal kedua tangan dan kedua kakiku tumbuh bulubulu tipis, tapi pertumbuhan bulu kemaluanku rupanya sudah maksimal. Lain halnya dengan Yanti, walaupun perutnya lebih ramping dibanding aku, namun kemaluannya tidak menonjol alias rata. Dan daerah itu ditumbuhi bulubulu yang lebat namun tertata rapi.
Setelah puas memperhatikan tubuhku sendiri (sambil membandingkan dengan tubuh Yanti), aku pun membuka tasku dan mengambil celana dalam dan Braku. Kemudian kukenakan kedua pakaian rahasiaku itu setelah sekujur tubuhku kulumuri bedak. Namun aku agak sedikit kaget dengan teriakan Yanti dari kamarnya yang tidak begitu jauh dari kamar ini.

Rida..! Ini baju tidurmu..! begitu teriaknya.
Maka aku pun mengambil handuk yang berada di lantai. Sambil berjalan kukenakan handuk itu menutupi tubuhku seperti tadi, lalu keluar menuju kamarnya yang hanya beberapa langkah. Pintu kamarnya ternyata tidak dikunci. Karena mungkin Yanti tahu kedatanganku, maka dia mempersilakan aku masuk.


Masuk sini Rid..! kataya dari dalam kamar.
Kudorong daun pintu kamarnya. Aku melihat di dalam kamar itu tubuh Yanti yang telanjang merebah di atas kasur. Tersungging senyuman di bibirnya. Karena aku sudah melangkah masuk, maka kuhampiri tubuh telanjang itu.


Kamu belum pake baju, Yan..? kataku sambil duduk di tepi ranjang.
Akh.., gampang tinggal pake itu, tuh..! kata Yanti sambil tangannya menunjuk tumpukan gaun tidur yang berada di ujung ranjang.
Lalu dia berkata lagi, Kamu sudah pake daleman, ya..?
Aku mengangguk, Iya..!
Kuperhatikan dadanya turun naik. Napasnya terdengar memburu. Apakah dia sedang bernafsu sekarang.., entahlah.
Lalu tangan Yanti mencoba meraihku. Sejenak dia membelai tubuhku yang terbungkus handuk itu sambil berkata, Kamu mengairahkan sekali memakai ini..!

Akh.., masa sih..! kataku sambil tersenyum dan sedikit menggeser tubuhku lebih mendekat ke tubuh Yanti.


Benar.., kalo nggak percaya.., emm.. kalo nggak percaya..! kata Yanti sedikit menahan katakatanya.
Kalo nggak percaya apa..? tanyaku.
Kalo nggak percaya..! sejenak matanya melirik ke arah belakangku.
Kalo nggak percaya tanya saja sama orang di belakangmu hi.. hi..! katanya lagi.

Segera aku memalingkan wajahku ke arah belakangku. Dan.., (hampir saja aku teriak kalau mulutku tidak buruburu kututup oleh tanganku), dengan jelas sekali di belakangku berdiri tubuh lelaki dengan hanya mengenakan celana dalam berwarna putih yang tidak lain adalah Mas Sandi suami Yanti itu. Dengan refleks karena kaget aku langsung berdiri dan bermaksud lari dari ruangan ini. Namun tangan Yanti lebih cepat menangkap tanganku lalu menarikku sehingga aku pun terjatuh dengan posisi duduk lagi di ranjang yang empuk itu.

Mau kemana.. Rida.., udah di sini temani aku..! kata Yanti setengah berbisik.
Aku tidak sempat berkatakata ketika Mas Sandi mulai bergerak berjalan menuju aku. Dadaku mulai berdebardebar. Ada perasaan malu di dalam hatiku.
Halo.., Rida. Lama tidak bertemu ya suara Mas Sandi menggema di ruangan itu.
Tangannya mendarat di pundakku, dan lama bertengger di situ.


Aku yang gelagapan tentu saja semakin gelagapan. Namun ketika tangan Yanti dilepaskan dari cengkramannya, pada saat itu tidak ada keinginanku untuk menghindar. Tubuhku terasa kaku, sama sekali aku tidak dapat bergerak. Lidahku pun terasa kelu, namun beberapa saat aku memaksa bibirku berkatakata.
Apaapaan ini..? tanyaku parau sambil melihat ke arah Yanti.
Sementara tangan yang tadi bertengger di bahuku mulai bergerak membelaibelai. Serr.., tubuhku mulai merinding. Terasa bulubulu halus di tangan dan kaki berdiri tegak.

Rupanya Sentuhan tangan Mas Sandi mampu membangkitkan birahiku kembali. Apalagi ketika terasa di bahuku yang sebelah kiri juga didarati oleh tangan Mas Sandi yang satunya lagi. Perasaan malu yang tadi segera sirna. Tubuhku semakin merinding. Mataku tanpa sadar terpejam menikmati dalamdalam sentuhan tangan Mas Sandi di bahuku itu.

Pijatanpijatan kecil di bahuku terasa nyaman dan enak sekali. Aku begitu menikmati apa yang terasa. Hingga beberapa saat kemudian tubuhku melemas. Kepalaku mulai tertahan oleh perut Mas Sandi yang masih berada di belakangku. Sejenak aku membuka mataku, nampak Yanti membelai vaginanya sendiri dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas pelan kedua payudaranya secara bergantian. Tersungging senyuman di bibirnya.

Nikmati Rida..! Nikmati apa yang kamu sekarang rasakan..! suara Yanti masih sedikit membisik.
Aku masih terbuai oleh sentuhan kedua tangan Mas Sandi yang mulai mendarat di daerah atas payudarara yang tidak tertutup. Mataku masih terpejam.
Ini.. kan yang kamu inginkan. Kupinjamkan suamiku..! kata Yanti lagi.
Mataku terbuka dan kembali memperhatikan Yanti yang masih dengan posisinya.
Ayo Mas..! Nikmati Rida yang pernah kamu taksir dulu..! kata Yanti lagi.
Tentu saja Sayang.., asal.. kamu ijinkan..! kata suara berat Mas Sandi.

Tubuhnya dibungkukkan. Kemudian wajahnya ditempelkan di bagian atas kepalaku. Terasa bibirnya mencium mesra daerah itu. Kembali aku memejamkan mata. Bulubuluku semakin keras berdiri. Sentuhan lembut tangan Mas Sandi benarbenar nikmat. Sangat pintar sekali sentuhan itu memancing gairahku untuk bangkit. Apalagi ketika tangan Mas Sandi sebelah kanan berusaha membuka kain handuk yang masih menutupi tubuhku itu.

Oh.., Mas.., Maas jangaan Mas..! aku hanya dapat berkata begitu tanpa kuasa menahan tindakan Mas Sandi yang telah berhasil membuka handuk dan membuangnya jauhjauh.
Tinggallah tubuh setengah bugilku. Kini gairahku sudah memuncak dan aku mulai lupa dengan keadaanku. Aku sudah terbius suasana.

Mas Sandi mulai berlutut, namun masih pada posisi di belakangku. Kembali dia membelai seluruh tubuhku. Dari punggungku, lalu ke perut, naik ke atas, leherku pun kena giliran disentuhnya, dan aku mendesah nikmat ketika leherku mulai dicium mesra oleh Mas Sandi. Sementara desahandesahan kecil terdengar dari mulut Yanti.

Aku melirik sejenak ke arah Yanti, rupanya dia sedang masturbasi. Lalu aku memejamkan mata lagi, kepalaku kutengadahkan memberikan ruangan pada leherku untuk diciumi Mas Sandi. Persaanku sudah tidak malumalu lagi, aku sudah kepalang basah. Aku lupa bahwa aku telah bersuami, dan aku benarbenar akan merasakan apa yang akan kurasakan nanti, dengan lelaki yang bukan suamiku.

Buka ya.. BHnya, Rida..! kata Mas Sandi sambil melepas kancing tali BHku dari punggung.
Beberapa detik BH itu terlepas, maka terasa bebas kedua payudaraku yang sejak tadi tertekan karena mengeras. Suara Yanti semakin keras, rupanya dia mencapai orgasmenya. Kembali aku melirik Yanti yang membenamkan jari manis dan jari telunjuknya ke dalam vaginanya sendiri. Nampak dia mengejang dengan mengangkat pinggulnya.


Akh.., nikmaats ooh nikmaatts.. sekalii..! begitu katakata yang keluar dari mulutnya.
Dan tidak lama kemudian dia terkulai lemas di ranjang itu. Sementara Mas Sandi sibuk dengan kegiatannya.

Kini kedua payudaraku sudah diremasi dengan mesra oleh kedua telapak tangannya dari belakang. Sambil terus bibirnya menjilati inci demi inci kulit leherku seluruhnya. Sedang enakenaknya aku, tibatiba ada yang menarik celana dalamku. Aku membuka mataku, rupanya Yanti berusaha untuk melepas celana dalamku itu. Maka kuangkat pantatku sejenak memudahkan celana dalamku dilepas oleh Yanti. Maka setelah lepas, celana dalam itu juga dibuang jauhjauh oleh Yanti.
Aku menggeser posisi dudukku menuju ke bagian tengah ranjang itu. Mas Sandi mengikuti gerakanku masih dari belakang, sekarang dia tidak berlutut, namun duduk tepat di belakang tubuhku. Kedua kakinya diselonjorkan, maka pantatku kini berada di antara selangkangan milik Mas Sandi. Terasa oleh pantatku ada tonjolan keras di selangkangan. Rupanya penis Mas Sandi sudah tegang maksimal.

Lalu Yanti membuka lebarlebar pahaku, sehingga kakiku berada di atas paha Mas Sandi. Lalu dengan posisi tidur telungkup, Yanti mendekatkan wajahnya ke selangkanganku, dan apa yang terjadi
Awwh ooh eeisth.. aakh..! aku menjerit nikmat ketika kembali kurasakan lidahnya menyapunyapu belahan vaginaku, terasa kelentitku semakin menegang, dan aku tidak dapat mengendalikan diri akibat nikmat, geli, enak, dan lain sebagainya menyatu di tubuhku.

Kembali kepalaku menengadah sambil mulutku terbuka. Maka Mas Sandi tidak menyianyiakan kesempatan ini. Dia tahu maksudku. Dari belakang, bibirnya langsung melumat bibirku yang terbuka itu dengan nafsunya. Maka kubalas ciuman itu dengan nafsu pula. Dia menyedot, aku menyedot pula. Terjadilah pertukaran air liur Mas Sandi dengan air liurku. Terciuma aroma rokok pada mulutnya, namun aroma itu tidak mengganggu kenikmatan ini.


Kedua tangan Mas Sandi semakin keras meremas kedua payudaraku, namun menimbulkan nikmat yang teramat, sementara di bawah Yanti semakin mengasyikkan. Dia terus menjilat dan mencium vaginaku yang telah banjir. Banjir oleh cairan pelicin vaginaku dan air liur Yanti.
Mmmhh akh mmhh..! bibirku masih dilumati oleh bibir Mas Sandi.

Tubuhku semakin panas dan mulai memberikan tandatanda bahwa aku akan mencapai puncak kenikmatan yang kutuju. Pada akhirnya, ketika remasan pada payudaraku itu semakin keras, dan Yanti menjilat, mencium dan menghisap vaginaku semakin liar, tubuhku menegang kaku, keringat dingin bercucuran dan mereka tahu bahwa aku sedang menikmati orgasmeku. Aku mengangkat pinggulku, otomatis ciuman Yanti terlepas. Semakin orgasmeku terasa ketika jari telujuk dan jari manis Yanti dimasukkan ke liang vaginaku, kemudian dicabutnya setengah, lalu dimasukkan lagi.

Perlakuan Yanti itu berulangulang, yaitu mengeluarmasukkan kedua jarinya ke dalam lubang vaginaku. Tidak dapat diungkapkan dengan katakata betapa nikmat dan enak pada saat itu.
Aakh aawhh nikmaatss terus.. Yantii.. oooh yang cepaat.. akh..! teriakku.
Tubuh Mas Sandi menahan tubuhku yang mengejang itu. Jarinya memilinmilin puting susuku. Bibirnya mengulum telingaku sambil membisikkan sesuatu yang membuatku semakin melayang. Bisikanbisikan yang memujiku itu tidak pernah kudengar dari Mas Hadi, suamiku.


Ayo cantik..! Nikmatilah orgasmemu.., jangan kamu tahan, keluarkan semuanya Sayang..! Nikmatilah.., nikmatilah..! Oh.., kamu cantik sekali jika orgasme..! begitu bisikan yang keluar dari mulut Mas Sandi sambil terus mengulum telingaku.
Aakh.. Maass, aduh.. Yanti.., nikmaats oh enaaks.. sekali..! teriakku.
Akhirnya tubuh kejangku mulai mengendur, diikuti dengan turunnya kenikmatan orgasmeku itu.


Perlahan sekali tubuhku turun dan akhirnya terkulai lemas di pangkuan Mas Sandi. Lalu tubuh Yanti mendekapku.
Dia berbisik padaku, Ini.. belum seberapanya Sayaang.., nanti akan kamu rasakan punya suamiku..! sambil berkata demikian dia mencium keningku.
Mas Sandi beranjak dari duduknya dan berjalan entah ke arah mana, karena pada saat itu mataku masih terpenjam seakan enggan terbuka.

Entah berapa lama aku terlelap. Ketika kusadar, kubuka mataku perlahan dan mencaricari Yanti dan Mas Sandi sejenak. Mereka tidak ada di kamar ini, dan rupanya mereka membiarkanku tertidur sendiri. Aku menengok jam dinding. Sudah pukul sepuluh malam. Segera aku bangkit dari posisi tidurku, lalu berjalan menuju pintu kamar. Telingaku mendengar alunan suara musik klasik yang berasal dari ruangan tamu. Dan ketika kubuka pintu kamar itu yang kebetulan bersebelahan dengan ruang tamu, mataku menemukan suatu adegan dimana Yanti dan suaminya sedang melakukan persetubuhan.

Yanti dengan posisi menelentang di sofa sedang ditindih oleh Mas Sandi dari atas. Terlihat tubuh Mas Sandi sedang naik turun. Segera mataku kutujukan pada selangkangan mereka. Jelas terlihat penis Mas Sandi yang berkilat sedang keluar masuk di vagina Yanti. Terdengar pula eranganerangan yang keluar dari mulut Yanti yang sedang menikmati hujaman penis itu di vaginanya, membuat tubuhku perlahan memanas. Segera saja kuhampiri mereka dan duduk tepat di depan tubuh mereka.

Di selasela kenikmatan, Yanti menatapku dan tersenyum. Rupanya Mas Sandi memperhatikan istrinya dan sejenak dia menghentikan gerakannya dan menengok ke belakang, ke arahku.
Akh Mas.., jangan berhentiii doong..! Oh..! kata Yanti.
Dan Mas Sandi kembali berkonsentrasi lagi dengan kegiatannya. Kembali terdengar desahandesahan nikmat Yanti yang membahana ke seluruh ruangan tamu itu. Aku kembali gelagapan, kembali resah dan tubuhku semakin panas. Dengan refleks tanganku membelai vaginaku sendiri.


Oh.. Ridhaa.., nikmat sekaallii.. loh..! Akuu ooh mmh..! kata Yanti kepadaku.
Aku melihat wajah nikmat Yanti yang begitu cantik. Kepalannya kadang mendongak ke atas, matanya terpejampejam. Sesekali dia gigit bibir bawahnya. Kedua tangannya melingkar pada pantat suaminya, dan menariknarik pantat itu dengan keras sekali. Aku melihat penis Mas Sandi yang besar itu semakin amblas di vagina Yanti. Samakin mengkilat saja penis itu.


Oh Mas.., aku hampiir sampaaii..! Teruus Mas terus..! Lebih keras lagiih.., oooh akh..! kata Yanti.
Yanti mengangkat tinggitinggi pinggulnya, Mas Sandi terus dengan gerakannya menaikturunkan tubuhnya dalam kondisi pushup.
Maass.., akuuu keluaar..! Aakh mhh nikmaats.., mmh..! kata Yanti lagi dengan tubuh yang mengejang.
Rupanya Yanti mencapai orgasmenya. Tangannya yang tadi melingkar di pantat suaminya, kini berpindah melingkar di punggung.


Mas Sandi berhenti bergerak dan membiarkan penis itu menancap dalam di lubang kemaluan Yanti.
Owhh banyak sekali Sayang.. keluarnya. Hangat sekali memekmu..! kata Mas Sandi sambil menciumi wajah istrinya.

Dapat kubayangkan perasaan Yanti pada saat itu. Betapa nikmatnya dia. Dan aku pun belingsatan dengan merubahrubah posisi dudukku di depan mereka. Beberapa saat kemudian, Yanti mulai melemas dari kejangnya dan merubah posisinya. Segera dia turun dari sofa ketika Mas Sandi mencabut penis dari lubang kenikmatan itu. Aku melihat dengan jelas betapa besar dan panjang penis Mas Sandi. Dan ini baru pertama kali aku melihatnya, karena waktu tadi di dalam kamar, Mas Sandi masih menutupi penisnya dengan celana dalam.

Dengan segera Yanti menungging. Lalu segera pula Mas Sandi berlutut di depan pantat itu.
Giliranmu Mas..! Ayoo..! kata Yanti.

Tangan Mas Sandi menggenggam penis itu dan mengarahkan langsung ke lubang vagina Yanti. Segera dia menekan pantatnya dan melesaklah penis itu ke dalam vagina istrinya, diikuti dengan lenguhan Yanti yang sedikit tertahan.
Owwh Maas aakh..!
Aduuh Yantii.., jepit Sayangh..! kata Mas Sandi.

Lalu kaki Yanti dirapatkan sedemikian rupa. Dan segera pantat Mas Sandi mulai mundur dan maju.Ufh.., pemandangan yang begitu indah yang kulihat sekarang. Baru kali ini aku menyaksikan sepasang manusia bersetubuh tepat di depanku secara langsung. Semakin mereka mempercepat tempo gerakannya, semakin aku terangsang begitu rupa. Tanganku yang tadi hanya membelaibelai vaginaku, kini mulai menyentuh kelentitku.
Kenikmatan mulai mengaliri tubuhku dan semakin aku tidak tahan, sehingga aku memasukkan jariku ke dalam vaginaku sendiri. Aku sendiri sangat menikmati masturbasiku tanpa lepas pandanganku pada mereka. Belum lagi telingaku jelas mendengar desahan dan rintihan Yanti, aku dapat membayangkan apa yang dirasakan Yanti dan aku sangat ingin sekali merasakannya, merasakan vaginaku pun dimasukkan oleh penis Mas Sandi.

Beberapa saat kemudian Mas Sandi mulai melenguh keras. Kuhentikan kegiatanku dan terus memperhatikan mereka.
Aakhh Yantii nikmaats aakh aku keluaar..! teriak Mas Sandi membahana.
Oh Maas akuu juggaa akh..!
Kedua tubuh itu bersamaan mengejang. Mereka mencapai orgasmenya secara bersamasama.

Penis Mas Sandi masih menancap di vagina Yanti sampai akhirnya mereka melemas, dan dari belakang tubuh Yanti, Mas Sandi memeluknya sambil meremas kedua payudara Yanti. Mas Sandi memasukkan semua spermanya ke dalam vagina Yanti.
Lama sekali aku melihat mereka tidak bergerak. Rupanya mereka sangat kelelahan. Di sofa itu mereka tertidur bertumpukan. Tubuh Yanti berada di bawah tubuh Mas Sandi yang menindihnya. Mata mereka terpejam seolah tidak menghiraukan aku yang duduk terpaku di depannya. Hingga aku pun mulai bangkit dari dudukku dan beranjak pergi menuju kamarku. Sesampai di kamar aku baru sadar kalau aku masih telanjang bulat. Maka aku pun balik lagi menuju kamar Yanti di mana celana dalam dan BH yang akan kupakai berada di sana.

Selagi aku berjalan melewati ruang tamu itu, aku melihat mereka masih terkulai di sofa itu. Tanpa menghiraukan mereka, aku terus berjalan memasuki kamar Yanti dan memungut celana dalam dan BH yang ada di lantai. Setelah kukenakan semuanya, kembali aku berjalan menuju kamarku dan sempat sekali lagi aku menengok mereka di sofa itu pada saat aku melewati ruang tamu.
Sesampai di kamar, entah kenapa rasa lelah dan kantukku hilang. Aku menjadi semakin resah membayangkan kejadian yang baru kualami. Pertama ketika aku dimasturbasikan oleh suami istri itu. Dan yang kedua aku terus membayangkan kejadian di mana mereka melakukan persetubuhan yang hebat itu. Keinginanku untuk merasakan penis Mas Sandi sangat besar. Aku mengharapkan sekali Mas Sandi sekarang menghampiri dan menikmatiku. Namun itu mungkin tidak terjadi, karena aku melihat mereka sudah lelah sekali.
Entah sudah berapa kali mereka bersetubuh pada saat aku terlelap tadi. Aku semakin tidak dapat menahan gejolak birahiku sendiri hingga aku merebahkan diri di kasur empuk. Dengan posisi telungkup, aku mulai memejamkan mata dengan maksud agar aku terlelap. Namun semua itu siasia. Karena kembali kejadiankejadian barusan terus membayangiku. Secara cepat aku teringat bahwa tadi ketika mereka bersetubuh, aku melakukan masturbasi sendiri dan itu tidak selesai. Maka tanganku segera kuselipkan di selangkanganku. Aku membelai kembali vaginaku yang terasa panas itu.
Dan ketika tanganku masuk ke dalam celanaku, aku mulai menyentuh klitorisku. Kembali aku nikmat. Aku tidak kuasa membendung perasaan itu, dan jariku mulai menemukan lubang kemaluanku yang berlendir itu. Dengan berusaha membayangkan Mas Sandi menyetubuhiku, kumasukkan jari tengahku ke dalam lubang itu dalamdalam. Kelembutan di dalam vaginaku dan gesekan di dindingdindingnya membuatku mendesah kecil.
Sambil mengeluarmasukkan jari tengahku, aku membayangkan betapa besar dan panjangnya penis Mas Sandi. Beda sekali dengan penis Mas Hadi yang kumiliki. Kemaluan Mas Sandi panjang dan besarnya normalnormal saja. Sedangkan milik Mas Sandi, sudah panjang dan besar, dihiasi oleh uraturatnya yang menonjol di lingkaran batang kemaluannya. Itu semua kulihat tadi dan kini terbayang di dalam benakku.
Beberapa menit kemudian, ketika ada sesuatu yang lain di dalam vaginaku, semakin kupercepat jari ini kukeluarmasukkan. Sambil terus membayangi Mas Sandi yang menyetubuhiku, dan aku sama sekali tidak membayangkan suamiku sendiri. Setiap bayangan suamiku muncul, cepatcepat kubuang bayangan itu, hingga kembali Mas Sandi lah yang kubayangkan.
Tanpa sadar, ketika aku akan mencapai orgasme, aku membalikan badan dan aku memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang vaginaku. Dalam keadaan telentang aku mengangkangkan selebar mungkin pahaku. Kini dua jariku yang keluar masuk di lubang vaginaku. Maka kenikmatan itu berlanjut hebat sehingga tanpa sadar aku memanggilmanggil pelan nama Mas Sandi.


Akh sshh Masss Sandii Okh Mass.. Mas.. Sandi.. aakkh..! itulah yang keluar dari mulutku.
Seer aku merasa kedua jariku hangat sekali dan semakin licin. Aku mengangkat ke atas pinggulku sambil tidak melepas kedua jariku menancap di lubang vaginaku. Beberapa lama tubuhku merinding, mengejang, dan nikmat tidak terkira. Sampai pada akhirnya aku melemas dan pinggulku turun secara cepat ketika kenikmatan itu perlahan berkurang.

Aku mencabut jari jemariku dan cairan yang menempel di jarijari itu segera kujilati. Asin campur gurih yang kurasakan di lidahku. Dengat mata yang terpejampejam kembali aku membayangkan penis Mas Sandi yang sedang kuciumi, kuhisap, dan kurasakan. Cairan yang asin dan gurih itu kubayangkan sperma Mas Sandi. Ohhh.., nikmatnya semua ini.
Dan setelah aku puas, barulah kuhentikan hayalanhayalanku itu. Kutarik selimut yang ada di sampingku dan menutupi sekujur tubuhku yang mulai mendingin. Aku tersenyum sejenak mengingat hal yang barusan, gila aku masturbasi dengan membayangkan suami orang lain.
Pagi harinya, ketika aku terjaga dari tidurku dan membuka mataku, aku melihat di balik jendela kamar sudah terang. Jam berapa sekarang, pikirku. Aku menengok jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Aku kaget dan bangkit dari posisi tidurku. Ufh.., lemas sekali badan ini rasanya. Kukenakan celana dalamku. Karena udara sedikit dingin, kubalut tubuhku dengan selimut dan mulai berdiri.
Ketika berdiri, sedikit kugerakgerakan tubuhku dengan maksud agar rasa lemas itu segera hilang. Lalu dengan gontai aku berjalan menuju pintu kamar dan membuka pintu yang tidak terkunci.
Karena aku ingin pipis, segera aku berjalan menuju kamar mandi, sesampainya di kamar mandi segera kuturunkan celana dalamku dan berjongkok. Keluarlah air hangat urineku dari liang vagina. Sangat banyak sekali air kencingku, sampaisampai aku pegal berjongkok. Beberapa saat kemudian, ketika air kencingku habis, segera kubersihkan vaginaku dan kembali aku mengenakan celana dalamku, lalu kembali pula aku melingkari kain selimut itu, karena hanya kain ini yang dapat kupakai untuk menahan rasa dingin, baju tidur yang akan dipinjamkan oleh Yanti masih berada di kamarnya.
Aku keluar dari kamar mandi itu, lalu berjalan menuju ruangan dapur yang berada tidak jauh dari kamar mandi itu, karena tenggorokanku terasa haus sekali. Di dapur itu aku mengambil segelas air dan meminumnya.

Setelah minum aku berjalan lagi menuju kamarku. Namun ketika sampai di pintu kamar, sejenak pandangan mataku menuju ke arah ruang tamu. Di sana terdapat Mas Sandi sedang duduk di sofa sambil menghisap sebatang rokok. Matanya memandangku tajam, namun bibirnya memperlihatkan senyumnya yang manis. Dengan berbalut kain selimut di tubuhku, aku menghampiri Mas Sandi yang memperhatikan aku. Lalu aku duduk di sofa yang terletak di depannya. Aku membalas tatapan Mas Sandi itu dengan menyunggingkan senyumanku.

Yanti mana..? tanyaku padanya membuka pembicaraan.
Sedang ke warung sebentar, katanya sih mau beli makanan..! jawabnya.
Mas Sandi tidak kerja hari ini..?
Tidak akh.., malas sekali hari ini. Lagian khan aku tak mau kehilangan kesempatan..! sambil berkata demikian dengan posisi berlutut dia menghampiriku.


Setelah tepat di depanku, segera tangannya melepas kain selimut yang membungkusi tubuhku. Lalu dengan cepat sekali dia mulai merabaraba tubuhku dari ujung kaki sampai ujung pahaku. Diperlakukan demikian tentu saja aku geli. Segera bulubulu tubuhku berdiri.
Akh Mas..! Gellii..! kataku.
Mas Sandi tidak menghiraukan katakataku itu.


Kini dia mulai mendaratkan bibirnya ke seluruh kulit kakiku dari bawah sampai ke atas. Perlakuannya itu berulangulang, sehingga menciptakan rasa geli campur nikmat yang membuatku terangsang. Lama sekali perlakuan itu dilakukan oleh Mas Sandi, dan aku pun semakin terangsang.
Akh Mas..! Oh.., mmh..! aku memegang bagian belakang kepala Mas Sandi dan menariknya ketika mulut lelaki itu mencium vaginaku.
Semakin aku mengangkangkan pahaku, dengan mesranya lidah Mas Sandi mulai menjilat kemaluanku itu. Tubuhku mulai bergerakgerak tidak beraturan, merasakan nikmat yang tiada tara di sekujur tubuhku.


Aku membuang kain selimut yang masih menempel di tubuhku ke lantai, sementara Mas Sandi masih dengan kegiatannya, yaitu menciumi dan menjilati vaginaku. Aku menengadah menahan nikmat, kedua kakiku naik di tumpangkan di kedua bahunya, namun tangan Mas Sandi menurunkannya dan berusaha membuka lebarlebar kedua pahaku itu. Karuan saja selangkanganku semakin terkuak lebar dan belahan vaginaku semakin membelah.

Akh.. Mas..! Shh.. nikmaats..! Terus Mass..! rintihku.

Kedua tangan Mas Sandi ke atas untuk meremas payudaraku yang terasa sudah mengeras, remasan itu membuatku semakin nikmat saja, dan itu membuat tubuhku semakin menggelinjang. Segera aku menambah kenikmatanku dengan menguakkan belahan vaginaku, jariku menyentuh kelentitku sendiri. Oh.., betapa nikmat yang kurasakan, liang kemaluanku sedang disodok oleh ujung lidah Mas Sandi, kedua payudaraku diremasremas, dan kelentitku kusentuh dan kupermainkan. Sehingga beberapa detik kemudian terasa tubuhku mengejang hebat disertai perasaan nikmat teramat sangat dikarenakan aku mulai mendekati orgasmeku.

Oh Mas..! Aku aku akh.., nikmaats mhh..! bersamaan dengan itu aku mencapai klimaksku.
Tubuhku melayang entah kemana, dan sungguh aku sangat menikmatinya. Apalagi ketika Mas Sandi menyedot keras lubang kemaluanku itu. Tahu bahwa aku sudah mencapai klimaks, Mas Sandi menghentikan kegiatannya dan segera memelukku, mecium bibirku.


Kamu sungguh cantik, Ridha.., aku cinta padamu..! sambil berkata demikian, dengan pinggulnya dia membuka kembali pahaku, dan terasa batang kemaluannya menyentuh dinding kemaluannku.
Segera tanganku menggenggam kemaluan itu dan mengarahkan langsung tepat ke liang vaginaku.
Lakukan Mas..! Lakukan sekarang..! Berikan cintamu padaku sekarang..! kataku sambil menerima setiap ciuman di bibirku.


Mas Sandi dengan perlahan memajukan pinggulnya, maka terasa di liang vaginaku ada yang melesak masuk ke dalamnya. Gesekan itu membuatku kembali menengadah, sehingga ciumanku terlepas. Betapa panjang dan besar kurasakan. Sampai aku merasakan ujung kemaluan itu menyentuh dinding rahimku.

Suamimu sepanjang inikah..? tanyanya.
Aku menggelengkan kepala sambil terus menikmati melesaknya penis itu di liang vaginaku.

Beberapa saat kemudian sudah amblas semua seluruh batang kemaluan Mas Sandi. Aku pun sempat heran, kok bisa batang penis yang panjang dan besar itu masuk seluruhnya di vaginaku. Segera aku melipatkan kedua kakiku di belakang pantatnya. Sambil kembali mencium bibirku dengan mesra, Mas Sandi mendiamkan sejenak batang penisnya terbenam di vaginaku, hingga suatu saat dia mulai menarik mundur pantatku perlahan dan memajukannya lagi, menariknya lagi, memajukannya lagi, begitu seterusnya hingga tanpa disadari gerakan Mas Sandi mulai dipercepat. Karuan saja batang penis yang kudambakan itu keluar masuk di vaginaku. Vagina yang seharusnya hanya dapat dinikmati oleh suamiku, Mas Hadi.
Di alam kenikmatan, pikiranku menerawang. Aku seorang perempuan yang sudah bersuami tengah disetubuhi oleh orang lain, yang tidak punya hak sama sekali menikmati tubuhku, dan itu sangat di luar dugaanku. Seolaholah aku sudah terjebak di antara sadar dan tidak sadar aku sangat menikmati perselingkuhan ini. Betapa aku sangat mengharapkan kepuasan bersetubuh dari lelaki yang bukan suamiku. Ini semua akibat Yanti yang memberi peluang seakan sahabatku itu tahu bahwa aku membutuhkan ini semua.

Beberapa menit berlalu, peluh kami sudah bercucuran. Sampailah aku pada puncak kenikmatan yang kudambakan. Orgasmeku mulai terasa dan sungguh aku sangat menikmatinya. Menikmati orgasmeku oleh lakilaki yang bukan suamiku, manikmati orgasme oleh suami sahabatku. Dan aku tidak menduga kalau rahimku pun menampung air sperma yang keluar dari penis lelaki selain suamiku.

Agen Casino Slot - Cerita Sex Hot Nikmatnya Sampai Langit Tujuh

Agen Casino Slot - Cerita Sex Hot Nikmatnya Sampai Langit TujuhLakilaki yg sekarang menjadi suamiku adalah teman sejak di bangku SMA dan sekarang sdh sah menjadi suamiku, sasat ini usiaku 38 tahun sedangkan suamiku berusia 40 tahun kami sdh mempunyai anak yg sdh remaja dan kuliah di luarkota jadi sekarang rasanya sepi dirumah cuma ada aku dan suamiku, hidup kami berkecupan walaupun suamiku hanya sebagai karyawan PMA.


Agen Casino Slot - Aku sendiri cukup waktu dan uang untuk merawat diri, sehingga meskipun aku tdk cantik namun orang bilang aku ini tdk mboseni kalau dipandang suamiku bilang aku memang tdk cantik tp ayu apalagi kalau lagi orgasme tinggiku, badanku 160 cm dgn berat badan 56 kg lumayan gemuk orang bilang tp buah dada montok sekali dgn puting yg merekah.

Suamiku suka olah raga tenis dan golf kalau badan tdk terlalu tinggi 165 cm tp cukup atletis dgn berat 63 kg. Untuk urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yg kedua.
Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul pada suamiku untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar kosong. Akhirnya suamiku sepakat dia yg cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yg biasa bolakbalik Jakarta ke kotaku untuk urusan pekerjaan di kotaku. Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai 2 minggu.

Namanya Ikbal (nama samaran) tinggi badan 176 cm dan berat 76 kg besar dgn kulit putih tp wajah arab kayak Omar Syarif dgn bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun. Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena usianya baru 38 tahun.
Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Ikbal juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya. Untuk seharihari setelah berjalan tiga bulan kami semakin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika kami ngobrol habis makan malam.

Ajaklah Isterimu jalanjalan kemari Dik Ikbal, celetuk suamiku,
Biar dia kenal mbakyumu lanjutnya, Dik Ikbal hanya diam dan menghela napas panjang.
Ada apa.. Ada yg salah? lanjut Mas Nanang melihat gelagat yg kurang enak.
Mmm.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku sdh meninggal tiga tahun yg lalu dirumah cuma ada anakanak dgn pembantu saja jawabnya dgn mata berkacakaca.

Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anakanak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun. Sejak itu kami lebih dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.
Akupun merasa Dik Ikbal makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yg cantik. Bahkan seharihari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Ikbal seolah mau memelukku dan bahkan sembunyisembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.
Demikian pula sebaliknya Mas Nanang seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori, Ooo mabkyumu itu biar STW tp malah tambah punel (maksudnya meqinya) lho Dik Ikbal kalau sdh begitu aku yg merah padam, tp untungnya hanya kami bertiga.
Seperti kebiasan kami, Setiap hari libur kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tdk terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.

Entah apa sebabnya Mas Nanang hari itu dgn manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Ikbal setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga. Kulihat Mas Nanang sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Ikbal.
Aku sebenarnya agak kikuk tp karena sdh seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Ikbal sdh sering melihat kemesraan kami seharihari dirumah. Kulihat Dik Ikbal acuh saja melihat tingkah laku Mas Nanang. Malah akhirnya Dik Ikbal mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.
Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Ikbal bersandar didinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedang Mas Nanang tiduran di pahaku. Acara yg ditaygkan kebetulan agak menyerempetnyerempet hubungan suami isteri. Kulihat Dik Ikbal tdk bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yg saat itu hanya terbungkus daster, aku purapura nggak tahu tp aku sempat melihat arah tengah celananya yg aku yakin sdh setengah ereksi.
Tibatiba Mas Nanang memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yg kukenakan, aku bingung.

Mas malu ah masa ada Dik Ikbal, protesku sambil melemparkan tangannya kasar.
Ah nggak apa apa, wong Di Ikbal juga pernah merasakan koq. sahut Mas Nanang sambil senyum penuh arti ke Ikbal.

Ikbal tersenyum kecut Aku melengos sebel tp jujur saja rabaan Mas Nanang membuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yg menusuk tulang.
Sementara Mas Nanang malah nekat dan kepalanya yg menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterku yg memang pendek makin tersingkap sehingga Ikbal makin leluasa melahap pahaku yg terbuka lebar..
Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih.. Ikbal bicara padaku.
Gila batinku aku benarbenar kaya kepiting rebus mendengar katakata Ikbal hampir saja aku tampar. Tp Mas Nanang malah menimpali,


Nggak papa, ya Mam? Kasihan khan Dik Ikbal sdh lama lho nggak merasakan sahutnya.
Pap!! apaapaan sih ini sahutku nggak kalah seru.

Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..! pintanya sambil mengedip ke Dik Ikbal.
Rupanya Ikbal tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dgn paksa. Aku ingin menolak tp Mas Nanang memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombangambing antara nafsu dan nilai yg ada dalam diriku tp aku makin terangsang, tanpa sadar malah kumiringkan tubuhku menghadap Dik Ikbal sehingga aku bisa berhadapan, melihat reaksiku tanpa segan Dik Ikbal menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Nanang tangannya sdh masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yg menjadi titik kelemahanku.
Mendapat serangan 2 orang sekaligus sensasiku semakin melambung tinggi ada kenikmatan yg luar biasa. Kucoba memberanikan diri meraba perut Ikbal dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.

Wow.. luar biasa rupannya sdh berdiri tegak dan tdk pakai celana dalam lagi tanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya. Ketika itu Mas Nanang melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Ikbal melepaskan pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan
Sedangkan Mas Nanang memiringkan tubuhnya yg bugil sebelah kanan (belakangku), sehingga dgn sendirinya k0ntol Mas Nanang yg sdh kencang menempel bokongku dan k0ntol Ikbal yg luar biasa panjang dan besar menempelpahaku karena Ikbal tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Nanang hanya merogoh meqiku dari belakang.
Ikbal menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Ikbal yg penuh dgn gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yg dilakukan Ikbal padaku tanpa menghiraukan Mas Nanang yg meremasremas bokongku, dan mengelus vaginaku yg sdh basah.
Aku mendesahdesah tak karuan karena keenakan dgn tangan kanannya Ikbal mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya dia sdh nggak tahan ingin memasukkan k0ntolnya ke meqiku.
Dituntunnya k0ntolnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkat aku sdh melayg kelangit ke tujuh menikmati k0ntol Dik Ikbal yg panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di vaginaku namun kenikmatan yg kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih meqiku.
Otomatis jepitan vaginaku makin jadi dan denyutandenyutan meqiku yg selama ini dipuja oleh Mas Nanang dirasakan oleh Ikbal.
Oh Mbak meqimu sungguh nimat, benarbenar punel Mbak bisik Ikbal sambil mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.

Sementara aku mengimbangi mengocoknya pelanpelan, Ikbal mendesah desah keenakan, kini wajah Ikbal menghadap ke arahku dgn matanya yg terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benarbenar melayg. Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Ikbal memompa meqiku aku mulai kesetanan mau meledak tp dia mulai mengendurkan pelukannya.
Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yg punya (Mas Nanang maksudnya) nggak kebagian bisik Ikbal padaku.
Ikbal melepaskan k0ntolnya dari meqiku pelanpelan terasa ada yg hilang dari selanggkanganku, Ikbal berdiri sambil membimbingku Mas Nanang masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tp ternyata kulihat Mas Nanangbegitu bahagia bahkan dia tersenyum. Kita main bersamaan ya Mas? ajak Ikbal pada suamiku.
Ikbal mengambil posisi duduk bersandar di sofa dgn paha mengangkang, tampak k0ntolnya yg besar panjang dan kokoh dgn topi baja yg mengkilat karena cairan meqiku berdiri seperti prajurit siap serbu
Kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dgn menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya. Perlahanlahan aku turunkan pantatku dan Ikbal membibing batang k0ntolnya untuk memasuki meqiku, bles, ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sdh nggak perih lagi.
Dgn posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yg sdh keras dan kencang, perlahanlahan aku mulai memompa dgn menaik turunkan pantatku, melihat pemandangan seperti itu Mas Nanang langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yg terbiar menantang.
Oh.. Sungguh luar biasa sensasi yg timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan meqiku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Nanang kurapatkan ke selangkanganku sementara Ikbal terus menyodokku dari bawah.
Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!
Ikbal menggeram karena k0ntolnya kucengkeram dgn denyutan meqiku yg makin kuat,. Dan dgn sambil meremasremas buah dadaku kurasakan k0ntol Ikbal dalam meqiku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku mau keluar..

Dipilinya putingku sambil menyodokku dari bawah kuatkuat sementara Mas Nanang melumat klitorisku aku benarbenar tdk bisa menggambarkan kenikmatan yg kudapat ketika k0ntol Ikbal menyemburkan air maninya ke dalam meqiku bersamaan orgasmeku dan hisapanhisapan pada klitorisku.
Belum selesai sensasiku Mas Nanang menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Nanang dia mau memompaku kalau aku sdh orgasme katanyaenak sekali keIkbalnkeIkbaln meqiku kalau orgasme.
Aku mengambil posisi nungging dgn bertumpu pada kedua paha Ikbal pas k0ntolnya yg berlendirlendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara MasNanang mulai memasukkan k0ntolnya yg meskipun tdk panjang tp kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasi yg lebih hebat lagi ketika Mas Nanang mulai memompaku dari belakang.
Hampir saja kugigit k0ntol Ikbal kalau saja Ikbal tdk berteriak, mengaduh. Entah aku merasa tdk kuat lagi menahan ledakankanku yg berikutnya dan segara saat k0ntol Mas Nanang mulai berkedutkedut akan menyemburkan air maninya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dan aahh dgn teriakan panjang Mas Nanang menyemprotkan air maninya ke dalam meqiku.
Aku segera berbalik untuk membersihkan k0ntol Mas Nanang, rasa air mani dua orang lakilaki yg bercampur membuat lidah merasa aneh danasing. Kami terkulai lemas tp aku merasa lapar dgn tetap bugil akukedapur untuk masak kulihat dua orang lakilaki itu berpelukan saling menepuk punggung.
Gimana dik? lamat lamat kudgn suara Mas Nanang menanyakan kesannyapada Ikbal.

Wah nikmatluar biasa Mas, aku nggak nygka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat, pantas Mas Nanang tdk pernah jajan, timpal Ikbal.
Begini aja dik, Dik Ikbal nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tp janji Dik Ikbal nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Ikbal jajan, sambung Mas Nanang.
Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun hanya sekali selebihnya aku pake alat, lanjut Ikbal.
Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..cerit ngentot istri
Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yg diomongin aku langsung protes nglendot di pangkuan Mas Nanang.
Tp Mama setujukann.. tanya suamiku.
Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmmmmmm sengaja kubuatbuat jawabanku aku ingin melihat reaksi Ikbal.
Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak papa kok Mbak Ikbal memelas.
Habis.. Habis.. Habis jawabku nggak kulanjutkan.
Habis apanya Mbak? Ikbal panasaran.

Habis.. Nikmat hihihihihihihi jawabku sambil cekikikan.

Ikbal langsung menubrukku yg masih dipangkuan Mas Nanang, tanpa sungkan lagi diciumnya bibirku diremasnya dadaku kulihat k0ntolnya sdh ngacung.
Eh.. Makan duluu.. Ah aku udah lapar nih.. Nasi goreng sdh masak tuh di meja pintaku.
Ikbal menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Nanang mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yg berhimpitan satu berbulu yg satu agak licin.
Cerit sex hot, Mereka dgn sabar bergantian menyuapi aku. Aku benarbenar bahagia mereka berdua sekarang suamiku, yg siap memuaskanku.
Selesai makan, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi air mni yg kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.
Tak lama kemudian kulihat mereka berdua beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan usapan lembut sebuah tangan dgn bulubulu halus menelusuri pantatku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus meqiku.
Aku sdh bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Ikbal lah yg sedang mengelus belahan meqiku, dan Mas Nanang mengelus batang k0ntolnya, sambil mulutnya menciumi dadaku.
Sambil berubah posisi dgn setengah duduk di depanku Mas Nanang siap dgn selangkanganku yg terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yg sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Ikbal tdk tinggal diam buah dadaku yg menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.
Ikbal merubah posisinya dgn duduk di meja rias dgn k0ntol siap dimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya k0ntol Ikbal yg ternyata ada dua kepalan tanganku dgn kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Nanang. Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocokkocok.
Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yg tdk terlalu lama gerakan Ikbal tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Nanang yg sedang mengulum klitorisku dibawah meja pada saat itulah Ikbal menghentak hentakkan pinggul dan menyorongnyorongkan k0ntolnya dimulutku dan.. Creett.. Creett.. Creett..

Baca juga : Cerita Porno Bu Hesti Yang Baik Hati
Air mani Ikbal memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apaapa. Ikbal terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Nanang sekarang menindihku semetara Ikbal mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.
Mas Nanang sdh terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yg sdh melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.
Aku mulai on lagi dan otototot vaginaku mulai berdenyutdenyut tp tibatiba Mas Nanang menghentikan kocokannya, dan mencabut k0ntolnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tdk ingin selesai sekarang, aku masih berharap Ikbal bangkit lagi setelah istirahat.
Aku ingin Ikbal memompaku dulu baru Mas Nanang yg mengakhiri puncaknya. Tp Mas Nanangminta aku dan Ikbal melakukan 69 dgn posisi Ikbal dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Nanang menusukku dari belakang dan Ikbal ganti yg ngenyot klitorisku.
Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil meqiku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yg menyerbu lubang meqiku. Denyutandenyutan mencengkeram makin keras dan ini yg paling disukai Mas Nanang
Kemudian kurasakan Mas Nanang mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Ikbal tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke meqiku disela k0ntol Mas Nanang. Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.
Tanpa menunggu waktu lagi Mas Nanang mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sdh berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar.
Mas Nanang merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yg panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan air maninya.. Creett.. Creett.. Creett tp aku belum orgasme.

Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Pada saat yg sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam k0ntol Ikbal kuatkuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama Mas Nanang mendapat perlakuan begitu Ikbal juga orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yg kedua kali. Kenikmatan yg luar biasa. Walaupun permainan sdh berakhir tetapi Mas Nanang tdk mau mencopot kemaluanku dari meqiku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan meqiku.
Pah.. Aku sdh nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Ikbal kita tindih
Malam ini adalah malam pertama aku merasakan k0ntol orang lain selain punya Mas Nanang apalagi k0ntolnya lebih panjang, sebuah pengalaman yg sangat memuaskanku.
Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yg kualami bersama ke dua suamiku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Ikbal minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anakanaknya sering diajak untuk bersamatinggal dikotaku saat libur agar tdk bolakbalik.
Saat Ikbal ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Nanang dan Ikbal kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dgn salah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.

Pembaca orisex.com kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar tdk ada rasa cemburu dan yg hebat anda akan dimanja seperti diriku. Nggak percaya cobalah.
Pengalaman ini benarbenar nyata kami telah 5 tahun bersama tp kasih sayang merekasangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi.