Rabu, 28 Maret 2018

Bandar Sabung Ayam - Cerita Sex: Anna Perawan Nikmat

Bandar Sabung Ayam - Cerita Sex: Anna Perawan NikmatKisah ini terjadi sekian tahun yang lalu ketika aku masih berumur 15 tahun. Aku bersekolah di sebuah SMP favorit di kotaku dan ketika itu masih duduk di kelas 3 SMP. Aku adalah anak terakhir dari 3 bersaudara dengan kakakku yang tertua telah menjadi dokter umum dan kakakku yang satu lagi masih kuliah di salah satu perguruan tinggi negri.


Bandar Sabung Ayam - Karena melihat keberhasilan kedua kakakku, maka ayah dan ibuku pun menuntut hal yang sama dariku. Setiap kali aku mendapatkan nilai yang jelek, pasti habislah aku terkena amarah dari kedua orangtuaku. Bahkan ayah sering memukuliku dengan sabuknya.

Ketika itu aku mendapatkan nilai yang jelek di mata pelajaran sejarah, karena aku memang tidak terlalu pandai di bidang itu. Karenanya, makian dan cambukan ayah pun harus kuterima dengan lapang dada. Pamanku yang bernama Winata, masih berumur 26 tahun sudah sering membelaku ketika ayah marah karena aku mendapatkan nilai buruk. Tapi tampaknya pembelaannya siasia saja karena semakin dia membelaku, bukannya kasihan, ayah justru semakin geram dan Oom win selalu saja terkena makiannya pula.

Sambil menangis, aku pun mengadu ke Oom Win tentang perlakuan ayah di kamarnya yang persis berada di sebelah kamarku.

Papa jahat, Oom
Sudah Anna, kamu tenang saja
Anna pengen mati aja Oom, badan Anna sakit semua dipukulin Papa terus
Hush jangan bilang gitu Anna, ayah tetap sayang kok sama kamu

Kemudian aku menyingkapkan dasterku dengan tujuan menunjukkan pahaku yang sudah berwarna kebirukebiruan terkena pukulan ayah. Kemudian Oom Win beranjak mengambil body lotion dan membaringkan aku yang masih terisakterisak di kasurnya.
Sudah diam, jangan menangis terus, sini Oom pijitin
Oom win dengan kelembutannya mengoleskan body lotion itu di pahaku dan memijitmemijit pahaku yang telah terbentang tanpa penutup di depan matanya.

Auch Oom pelanpelan, sakit Oom

Iya, Oom pelanpelan kok Anna.

Karena memang aku sudah akrab dengan Oom Win sejak aku kecil, kami tumbuh bersama lebih sebagai kakak adik daripada hubungan pamankemenakan. Kemudian Oom memegang bahuku untuk menenangkanku, tapi karena punggungku dan bahuku juga terkena pukulan ayah, maka aku pun mengerang kesakitan.

Auch Oom sakit sekali punggung Anna
Coba kamu lepas saja daster nya Anna, biar Oom pijitin juga punggung kamu

Aku pun mengambil posisi tengkurap ketika Oom Win memijatmemijat punggungku. Sesekali, tangannya yang lembut menyentuh bagian paling sensitif dari tubuhku, terutama karena memang aku adalah remaja puber yang baru saja mendapatkan perubahanperubahan di tubuhku. Tangannya sesekali menyentil bagian samping payudaraku, dan setiap kali itu pula badanku menyentakmenyentak.

Kenapa kamu Anna, sakit ya?
Nggak kok Oom, cuman Anna kaget
Ooh, itu normal kok, tandanya kamu sudah dewasa

Pipiku memerah menahan malu, karena ternyata Oom Win mengetahui apa maksudku. Kemudian dengan cepat Oom Win membalikkan badanku dan dia dapat melihat payudaraku yang mulai tumbuh besar dengan pentilnya yang mencuat dibawah miniset yang kupakai karena aku mulai terangsang, terutama karena pandangannya yang menyapu bagianbagian tertentu dari tubuhku itu.

Wah Anna, kok susu kamu sudah sebesar itu kamu masih pakai miniset?
Iya Oom, habis Anna tidak tahu harus bagaimana
Besok pulang sekolah ikut Oom yah ke mall kita beli BH buat kamu
Oom serius?

Iya, tapi kamu tahu nggak ukurannya?
Wah kalau itu sih Anna nggak tahu Oom, gimana dong?
Coba sini Oom lihat

Dengan cepat pula Oom Win menarik miniset yang kupakai, dan refleks tanganku menutupi susuku yang tidak ditutupi dengan apapun juga. PelanPelan tangan Oom Win menarik tanganku yang menutupi susuku itu.

Gila, Anna, susu sebesar itu kamu masih pakai miniset. Kalau kamu di sekolah, pasti tementemen kamu sering melihat pentil kamu dong
Iya Oom, tementemen Anna yang cowok kadangkadang ada yang jahil purapura tak sengaja menyenggol Anna punya
Tuh kan, barang segitu gede mustinya dibungkus yang bener, Anna

Kemudian, dengan tangannya Oom Win mulai memegangmemegang susuku, mengusapmengusapnya dengan body lotion tapi tidak menyentuh pentilnya.

Wah ini pasti ukurannya 34B
Kok Oom tahu?
Oom cuman kirakira, Anna, besok kita tanya aja sama Mbaknya yang jaga toko, OK?

Sebelum aku menjawab pertanyaan Oom Win, tibatiba mulutnya sudah ngempeng di pentilku, karena kaget tubuhku tersentak dan bukannya mengelak, aku pun malahan membusungkan dadaku ke arah Oom Win. TibaTiba Oom Win melepaskan mulutnya dari pentilku, dan seketika itu pula tubuhku semakin maju mengikuti arah kepalanya.
Enak nggak Anna?
Dengan malumalu aku mengangguk dan dengan liar Oom Win mulai memegangmemegang susuku lagi, menggoyangmenggoyangkannya sambil memilinmemilin putingku yang sudah keras sekali. Kemudian, Oom Win keluar dari kamar dan ketika dia kembali, akan terjadi peristiwa yang lebih asik lagi.

Oom Win kembali ke kamarnya ketika aku masih mengelusmengelus putingku sendiri.

Lho, Anna, kamu lagi ngapain?
Um, um, lagi cobain sendiri Oom, ternyata geligeli gimana gitu enak kok

Oom Win ternyata mengambil 2 butir telur dari lemari es. Kemudian, dia mengikat kedua tanganku ke belakang (di belakang pinggang), dan setelah itu mencium bibirku. Ketika tubuhku tersentak karena aku merasakan pentilku telah beradu dengan benda dingin yang aneh, tanpa kusadari ternyata Oom Win mengelusmengelus kan telurtelur itu tadi ke kedua pentilku. Karena aliran dingin itu pula, aku merontameronta kegelian dan tidak berdaya karena kedua tanganku masih terikat. Aku hanya bisa memaju mundurkan dadaku saja dan justru itu menambah keasyikan sendiri ketika kedua putingku kembali menyentuh telur yang dingin itu.

Oom, Anna pengen pipis.
Pipis aja disini, Anna, nggak Papa kok

Karena memang aku belum pernah berhubungan sex sebelumnya, cairan yang keluar kental dan tak hentihentinya itu ternyata lendir birahiku yang kuketahui setelah Oom Win sendiri menjelaskannya kepadaku.

Setelah pipis itu, aku merasakan badanku lemas terkulai. Dengan tangan yang masih terikat, Oom Win mulai melucuti celana dalamku.

Oom, jangan dibuka Oom, Anna barusan aja pipis
Anna, biar Oom bersihkan pipisnya

Kemudian Oom Win melepas celana dalamku yang sudah basah oleh lendir perawanku. Dengan liar, Oom Win menjilati memekku yang sudah basah itu.

Geli ah Oom, kok Oom nggak jijik jilatin pipis Anna?
Hmph, hmph, memek kamu kenyal Anna

Justru mendengar katakata jorok dari Oom Win itulah berahiku timbul lagi dan ketika memekku sudah merasakan nyotnyotan yang hebat, aku pun berteriak.
Sudah Oom, Anna mau pipis lagi
Karena Oom Win benarbenar melepaskan lidahnya dari memekku, pinggulku dengan selangkangannya yang telah terbuka lebar dan berlendir itu pun terangkat. Kemudian setelah beberapa saat, Oom Win berbalik menjilatiku lagi. Dan tak lama kemudian, aku pun mengerang hebat.

Arghh Oom, Anna pipis lagi Oom
Cairan kental yang deras (lebih hebat dari yang pertama kurasakan) mengalir kembali di memekku. Oom Win mulai melucuti pakaiannya dan aku kaget melihat ujangnya berdiri tegak menantang.

Lho kok bisa berdiri gitu sih Oom?
Memang itu keistimewaan lakilaki, Anna, ade Oom ini bisa juga lemes dan lucu tapi bisa juga jadi gede dan tegak

PelanPelan Oom Win mengarahkan ujangnya ke memekku.
Oom, mau dimasukkan kemana Oom, memek Anna tidak berlubang
Dengan sabar Oom Win berkata, Setiap memek perempuan berlubang, Anna dan lubang itu baru berguna setelah ada lakilaki yang mau masuk ke lubang itu

Tapi Anna tidak pernah melihat lubangnya, Oom
Nanti kamu juga merasakannya, tidak usah ingin melihatnya, Anna

Daging yang kenyal itu (kepala ujang Oom Win) mulai menggesekmenggesek bagian yang menonjol dari memekku, oleh karenanya cairan yang keluar tadi mulai lagi mengalir di memekku dan aku merasa lagi kegelian.
Karena masih perawan, maka lubang memekku mungkin memang sulit ditemukan oleh Oom Win. Sambil masih terus menggosokmenggosokkan kepala ujangnya, Oom Win memijitmemijit bibir memekku dan merekahkannya pelanpelan. Dengan tangan yang masih terikat, aku merontameronta.

Oom, sakit Oom
Kamu mau kita cari lubang itu nggak?
Mau Oom


Oom Win mulai mengarahkan ujangnya ke lubang memekku. PelanPelan dia menggesekmenggesek kan kepala ujang itu dan aku mulai merasakan adanya lubang di memekku. PelanPelan sambil digosokdigosokkan maju mundur, akhirnya clep, ujang Oom Win masuk menembus selaput daraku.
Arhh Oom, sakit sekali, darah segar pun mengalir di selangkanganku.
Dengan ujangnya yang masih menancap, Oom Win hanya tersenyum melihat reaksiku. Dia masih diam dan sambil pelanpelan mengelusmengelus bahuku dan susuku. Setelah aku agak tenang, Oom Win memutarmemutar pinggulnya sehingga aku merasa geli yang hebat di seluruh bagian rahimku dimana tertancap ujang Oom Win. Daging yang kenyal itu melesakmelesak menyenggolmenyenggol semua bagian seakanseakan mengocokmengocok isi perutku. PelanPelan Oom Win mulai menggenjot ujangnya dengan memaju mundurkan ujang nya dari lubang di memekku.

Memek kamu sempit sekali Anna, dede Oom serasa dipijitin
Argh Oom, ah, geli ah..


Oom Win tidak hanya menggenjotku, tapi meremasmeremas putingku dengan liar, melumatnya dengan lidahnya mengecupmengecupnya dan karena tanganku yang masih terikat di belakang punggung, aku pun hanya pasrah atas apa yang akan dilakukan Oom Win.
Oomm Anna pipis lagi Oom
Dan ketika cairan kental itu keluar lagi dari memekku, Oom Win masih menancapkan ujangnya di memekku sambil menunggu sampai gerak badanku agak melemah.
Setelah itu, tubuhku diangkatnya dan kakiku dilingkarkan ke pinggangnya, dan dia memainkan aku seperti bonekanya, naik turun dan oleh karena gerakan itu juga, setiap kali tubuhku bergoyangbergoyang, pentilku bergesekan dengan dadanya yang berbulu tipis dan bidang itu. Kegelian yang kurasakan makin hebat karena ujang Oom Win semakin melesak masuk ke dalam lubangku itu.

Direbahkannya lagi tubuhku dan diganjalnya pinggangku dan pantatku dengan tumpukan bantal sehingga memekku semakin terkuak lebar dan itu memudahkan Oom Win untuk menancapkan ujangnya di lubangku. Pada posisi itu pula akhirnya ujang Oom Win terasa berdenyutberdenyut dan akhirnya menyemprotkan cairan yang banyak bersamaan dengan orgasmku yang terakhir.
Setelah itu, aku pun terbaring lemas dan pelanpelan Oom Win melepaskan ikatan tanganku kemudian memandikan aku dan mengeringkanku dengan penuh kelembutan.

Sekarang Anna sudah menjadi perempuan ya, Oom?
Iya, lubangnya ada kan Anna?
Eh iya Oom
Tapi, sebagai perempuan kamu tidak boleh sembrono memasukkan semua ujangujang ke dalam lubang memekmu itu, apalagi kalau sampai ujangujang itu menyemprotkan cairan seperti ujang Oom tadi

Kenapa Oom?
Karena cairan yang menyemprot itu berisi benih lakilaki, Anna. Kamu bisa saja hamil

Karena wajahku pusat pasi mengetahui kenyataan itu, Oom Win menenangkan aku dan memberiku pil anti hamil untuk mencegah aku hamil.
Malam itu, aku tertidur pulas setelah pipis untuk kesekian kalinya dari hasil memilinmemilin puttingku sendiri. Setelah kejadian itu, setiap kali ayah memarahiku, lubangku tidak pernah menganggur untuk diisi ujang oleh Oom Win.

Bandar Judi Ayam - Cerita sex Perawan Adik Ipar

Bandar Judi Ayam - Cerita sex Perawan Adik IparCerita Sex ini menceritakan tentang adik iparku yang perawan membuat diriku ingin melihat lekuk tubuhnya yang seksi dan merasakan betapa nikmatnya kontolku dijepit sama vaginanya yang masih berbau segar dan sempit.


Bandar Judi Ayam - Cerita ini terjadi ketika istriku yang paling kucinta Narty. sedang mengandung anakku yang pertama kirakira satu setengah tahun yang lalu.saat menjelang bulan yang kedelapan, perut Narty sudah sangat besar.dan tidak memungkinkan lagi bagi Narty untuk mengurus semua urusan keluarga seperti mencuci piring,gelas,dan lainlain.ia harus lebih banyak istirahat.

Praktis deh sejak saat itu semua pekerjaan rumah tangga semua menjadi tangung jawabku.mulai dari mencuci sampai memasak.Narty sebenarnya nggak tega melihat aku bekerja habishabisan di dapur.namun apa boleh buat dia sendiri harus mematuhi anjuran dokter untuk beristirahat total.dari rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga.

Akhirnya karena terlalu banyak menghabiskan waktu dirumah untuk menjaga Narty dan jabang bayinya .pekerjaanku di kantor pun agak terganggu banyak filefile keuangan yang belum sempat kuselesaikan dan akupun jadi sering mbolos kerja.bosku tentu saja marah.ia bahkan mengancam akan menskorsingku.wah celaka.! Maka mau tak mau aku harus sering ke kantor untuk menyelesaikan semua pekerjaanku sementara Narty akan menghubungi adik bungsunya Pita yang baru lulus SMA.untuk menemaninya.aku memang nggak pernah bertemu Pita sebelumnya. lantaran ia sekolah di kota madiun dan tinggal bersama neneknya dikota tersebut.dan akhirnya kuijinkan aja Pita menemani Narty.

Semula nenek Pita keberatan kalau harus tinggal bersama kami namun karena desakan Narty yang cucu kesayangan ini.nenek pun berkenan membiarkan Pita tinggal bersama kami di Bandung.bahkan Pita berniat untuk melanjutkan pendidikanya di kota ini sambil bekerja dan mencari pengalaman hidup.katanya saat itu kamipun berniat membiayai pendidikan Pita.karena bagaimanapun pendidikan adalah yang utama.

Sekarang mari kita bicarakan tentang body Pita. body Pita sangat menawan.payudaranya lumayan montok juga sanggup memancing hawa nafsu kaum adam sepertiku.bibirnya sangat sexy ingin sekali aku mengulumnya.rambutnya panjang terurai lurus.wajahnya keindochinesesan.pantatnya juga semok.pokoknya sexy abiss bo..! Aku berharap kelak bisa mengentotnya.sekalipun itu tidak mung kin terjadi karena Pita adalah adik bungsu Narty yang notabene istriku sendiri.dengan kata lain ia adalah adik iparku sendiri.ah betapa gobloknya aku dulu andai dulu yang kunikahi Pita bukan Narty.batinku kala itu.
Suatu hari sifat keisengankupun kumat lagi.saat Pita mandi aku mengintipnya.saat itu Narty sedang tak ada dirumah lantaran harus ke dokter kandungan.dengan sedikit tehnik yang kupelajari di kala SLTP dulu.aku berhasil menggintip Pita. ternyata tubuh Pita memang sangat sensual kedua payudaranya bukan Cuma besar ,tapi sangat indah dan kenyal.ingin saat itu aku meremasnya dan mengulum kedua putingng nya yang hitam kecoklatan itu.namun aku nggak ingin terburuburu melihat tubuh adik ipar kan nggak setiap hari jadi harus kunikmati waktu emas ini sebaikbaiknya.
Matakupun mulai menyisir tubuh Pita secara perlahanlahan leher jejangnya,dadanya,serta memek perawannya yang diselimuti bulubulu halus, saat ia menyabuni tubuhnya ,juga saat ia keramas semua terlihat dengan sangat detail.benarbenar pemandangan yang eksotis.tak akan tertukar dengan pemandangan gunung willis sekalipun pokoke oke.dan tanpa sadar adik kecilkupun terbangun.
Namun aku harus menelan ludah. jam dinding sudah menunjuk angka 08.00 aku harus bersiapsiap ke kantor.dan dikantorpun aku tak berkonsentrasi bayangbayang tubuh Pita mengisi terus seluruh otakku.ingin rasanya aku pulang dan mengentot sorang wanita
Dan begitu aku pulang. Aku jadi pusing tujuh keliling batang kemaluanku sudah READY FOR ACTION namun aku tak bisa meminta jatah ke Narty lantaran ia hamil tua maka akupun memutuskan untuk menggumbar hawa nafsuku dengan melihat VCD porno alias BF aku harus melihat vcd ginian waktu tengah malam. lantaran pada tengah malam begini biasanya Narty dan Pita pasti sudah tidur terlelap.Narty paling nggak suka kalau aku liat vcd beginian.dan kalau ketahuan Pita yang masih ABG itu bisa hilang wajahku.

Saat aku tengah asyikasyiknya melihat tibatiba ada seseorang menepuk pundakku
Pit..Pita kamu bebelum tidurujarku gelagapan saat mengetahui bahwa yang menepuk pundakku adalah Pita.
sembari menyetop jalannya BF dengan remote televisi yang terletak dismping sofa tempatku duduk.

belum,mas malam ini panas banget,ya jadi gerah nih
ohjawabku datar.
mas,mas suka ngeliat yang beginian ya?
ah,nggak juga Cuma iseng doang kok,eh Pita jangan bilangin hal ini ke mbak Narty ya soalnya dia nggak suka kalo mas ginian
boleh aja mas pake rahasiarahasiaan tapi
tapi apa?
mas harus kasih liat tuh vcd ke Pita gila kali nih anak, baru lulus SMA sudah berani liat beginian .

tapi ya sudah lah toh aku sudah ketangkep basah jadi mau nggak mau kustel lagi deh BF tersebut.dan kami pun melihat BF itu berduaan di sofa kayak Romi dan yuli.
Akhirnya tibalah adegan dimana pemain pria dikulum batang kemaluaannya oleh si pemain wanita.(oral sex).


mas kenapa sih kok tuh cowok seneng banget waktu anunya dikulum sama sicewek ituTanya Pita kujawab saja dengan jujur
ehh.tuh cowok kerangsang kali. aku bilangin ya pit cowok itu kalo dikulum anunya bakal kerangsang.
emang kalo anunya mas digituin mas ya kerangsang?
jelas dongkataku saat itu.


gila nih anak pertanyaannya kok menjurus amat ke halhal khusus dewasa.

mas,mas mau nggak kalo digituin sama Pita.
gendheng kamu pit,aku ini kan kakak iparmu bagaimana kalau mbak Narty tau
lho,mbak Narty kan sudah tidur mas,nggak bakalan tahu deh belum sempat aku berkata apaapa Pita sudah membuka celana ku dan langsung mungulum kemaluanku.aku gelagapan.

Suara mulut Pita yang tertahan DI burungku itu akhirnya membuat aku kerangsang juga.akhirnyapelanpelan aku mulai mengikuti permainnan lidah Pita kugoyangkan pantatku searah dan perlahan.kubelaibelai rambut Pita yang terurai panjang.sementara itu Pita mengulum kemaluanku bagai seorang bayi mengulum lollipop mulutnya mengulum mengitari kemaluanku ia menngigit lembut kepala kemaluanku dan saat itulah aku memmekik ringan.hingga akhirnya: air surgawiku tertumpah semua ke mulut Pita .Pita berusaha menelan semuanya dan setelah itu dengan jilatanjilatan kecilnya ia menbersihkan kemaluanku hinngga bersih dan klinclong.

hah.hah mas aku kan sudah ngulumin punyanya mas,sekarang giliran emas dong yang ngulumin punya Pita

oke deh pit buka dong dasternya biar mas kulumin memek kamu dengan cepatnya Pita membuka baju dasternya bahkan juga bra dan cdnya .

dan setelah itu kulihat lagi tubuh Pita polos tanpa sehelai benangpun sama persis dengan yang kulihat dikamar mandi tempo hari(saat aku mengintipnya remember).maka dengan segera tanganku mengengam kedua buah gumpalan dagingnya dan mulai meremasnya dengan kasar sembari kadangkadang memainkan putingnya yang sudah mengeras akibat rangsangan ransangan yang didapatnya ketika menggulumku tadi.

akhooooooohmas jangan mas kulumin memekku dulu dong pleeeeaaze
ini dulu baru itu Pitkataku menirukan bunyi iklan di tv sembari menciumi kedua daging kembar itu bergantian.


Setelaah puas menciumi kedua susu Pita barulah aku mulai menciumi memeknya pertama kujilati bulubulu halusnya rintihan pita terdengar. tampaknya titik lemah Pita ada di memeknya.itu dapat dibuktikan .begitu ia mengerakan pantatnya dengan antusias membiarkan lidahku menari bergerak bebas didalam memeknya yang sempit dan begitu kutemukan chrytorysnya(yg sebesar kacang kedelai) lansung saja kukulum tanpa ammpun

akhoooooooooo.akkkhh akhoooooooooo.akkkhh akhoooooooooo.akkkhhmaaaaas maaaasukin aja burung mas ke dalam memek aku akh.

tapi ,Pita kamu kan masih perawan
askh.nggak peduli pokoke puasin aku maskata Pita sembari menancapkan burungku ke vaginanya.
aaaaaaaaaaaaaaaaaa..oooooooooo. masuklah semua burungku seiring dengan erangan Pita (menahan sakitnya hujaman anuku).

setelah itu mulailah kugenjot tubuh Pita semakin lama semakin cepat.Pita terus memekik keras namun aku sudah gelap mata.maka semakin keras erangan Pita semakin keras pula goyanganku.
Aku terus mengoyang Pita hingga akhirnya Pita mencapai klimaks. Cairan orgasmenya keluar bersama darah keperawanannya.tubuh kami berdua bagai bermandi keringat.kubiarkan pita istirahat sekitar 15 menit.saat itu kulihat Pita menyeka air matanya mungkin ia menangis karena menahan sakitnya hujaman burungku.kejadian ini mengingatkanku saat kuperawani Narty .
kala itu Narty juga mengeluarkan air mata..dasar adik kakak sama saja. Lalu kubiarkan sekali lagi Pita mengulum anuku hingga keluar cairan surgawi untuk kedua kalinya kali ini fekwendsinya lebih banyak karena kulihat Pita tak mampu menelannya..air surgawiku tampak belepotan diwajahnya.kubantu Pita untuk membersihkan spermaku di wajahnya dengan kertas tissue.setelah itu kami akhiri perbuatan nista kami ini dengan cumbuan mesra.

Pita,kita baru saja melakukan sebuah perbuatan yang dilarang oleh agama,sadarkah kamu,Pita
ah,nggak papa mas.apa urusannya agama sama kita.toh kita Cuma melakukan hubungan sex tidak lebihmasyaallah ! Dia


Cuma berkata seperti itu setelah berselingkuh dengan aku,kakak iparnya sendiri ckck..ck

tapi aku kan sudah memerawanimu itu sama artinya dengan merusak masa depanmu dan aku juga telah menghianati cinta mbakyumu Narty
ah mas ini gimana toh asal kita nggak buka mulut siapa sih yang tahu kalau aku sudah nggak segelan lagi

tapi dan lagipula mas kan nggak maksa aku nglakuin ginian,orang aku yang mau kok,mas asal mas tau aja ya aku tuh sudah lama menunggu saat dimana
segelku dibuka sama mas,makanya tadi waktu mas ngintip aku biarin aja.
jadi kamu tau kalo tadi pagi aku
ya,jelas tau dong mas ,mas dimataku mas itu seorang yang gagah dan baik jadi aku nggak akan nyesel ngasih keperawananku ke mas

tapi gimana kalau sampai mbak Narty tahu he
kita rahasiain hal ini dari semua orang mas gimana mas setuju nggak?
baiklah aku rasa inijalan yang baik untuk kita berdua Pita aku mohon anggap saja malam ini tak pernah terjadi dan mulai saat itu kami merahasiakan hal ini pada siapapun.

Pita tinggal dikostkostsan dengan alasan agar lebih dekat ke fakultas dimana ia menimba ilmu.(padahal ia tinggal di kostkostsan untuk menghindari kecurigaan Narty}ia hidup tanpa beban seolaholah apayang telah kulakukan tak pernah terjadi namun kin giliran aku yang repot karena aku tak bisa melupakan nikmatnya oral sex Pita.

Agen TBSBET Online - Istriku Ngentot Dengan Pria Idaman Lain

Agen TBSBET Online - Istriku Ngentot Dengan Pria Idaman LainDibawah ini dibuat oleh dikiriku sendiri yang menceritakan pengalaman tentang cerita dewasa istriku yang ngentot dengan lelaki idaman lain ohhh damn.


Agen TBSBET Online - kenapa ini bisa terjadi dengan diriku sedih banget rasanya, agar tidak penasaran kita mulai saja cerita ngentot berikut ini, Aku sudah lama mencurigai hal ini, awalnya aku pikir itfu hanya kecurigaanku semata yang dipengaruhi oleh fantasiku sendiri. Karena aku memang sering berkhayal istriku yang cantik dan seksi ini bercinta dengan lelaki lain, memang kuakui aku menjadi sangat birahi jika berfantasi demikian, aku menikmati khayalanku itu meski tiap kali selesai memikirkan itu aku sering merasa berdosa, namun tetap aja aku sering berkhayal yang aneh aneh tentang istriku. Tetapi belakangan aku curiga istriku benar benar selingkuh dengan seseorang. Aku sangat yakin kecurigaanku kali ini bukan karena diarahkan oleh khayalanku semata, aku sangat yakin ada sesuatu yang terjadi aniktara istriku, anik, dengan Wika, tetanggaku yang baru 2 bulan menempati rumah kontrakan di sebelah rumah kontrakan kami.

Sudah berkalikali pikiran itu kutampik, karena dulu aku pernah mencurigai istriku dan ternyata itu hanya kecurigaan semata, aku sadar aku sering berkhayal yang tidak tidak tentang istriku, aku takut jika kali ini hanya didorong oleh khayalanku itu.

Sampai 5 hari sebelum hari aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kecurigaan semakin berdasar. Hari minggu pagi itu, aku melihat istriku yang sedang menjemur pakaian di belakang rumah, dari jendela belakang bisa kulihat istriku sedang menjemur pakaian, tetapi sambil tersenyum malu malu, aku heran dia tersenyum pada siapa, kuperhatikan dibelakang rumah sebelah, disitu ada Wika yang sedang berdiri memandangi istriku sambil memainkan mata dan bertingkah mesum menggoda istriku, kulihat lagi reaksi istriku, anik malah tersenyum, malah ikut memainkan mata membalas godaan Wika. Kuusap usap mataku, aku takut itu hanya khayalanku, dan tidak salah lagi mereka saling menggoda dari jarak 6 meter.

Sebelumnya perlu aku bercerita, kalau aku dan istriku mengontrak salah satu kontrakan dari dua paviliun rumah yang ada. Rumah kontrakan yang kami kontrak berdempet dengan sebuah rumah yang dikontrak Wika dan istrinya. Meski halamn belaknag rumah paviliun itu ditembok setinggi 2 meter namun tidak ada pembatas pada halaman belakang yang memisahkan halaman belakang kami dan halaman belakang keluarga Wika.

Wika juga sudah memiliki istri bernama Mulan, yang bekerja disebuah rumah sakit sebagai perawat, sedangkan Wika sendiri bekerja disebuah perusahaan swasta. Demikian halnya juga Wika yang merupakan pasangan muda, baru 8 bulan menikah. Aku dan istriku juga termasuk pasangan muda, baru sekitar 1 tahun kami menikah, aku dan anik, istriku, memang belum berencana punya momongan, selain karena umur kami masih muda, aku 26 tahun dan istriku 23 tahun. Kami juga berniat untuk mempersiapkan banyak hal, agar anak kami nantinya lahir dimana keadaan kami sudah mapan.

Aku sendiri bekerja disebuah perusahaan swasta, dan istriku bekerja disebuah yayasan pendidikan sebagai seorang counselor.
Hari itu aku benar benar menjadi sangat curiga ada apa apa antara istriku dengan tetanggaku itu, sudah 3 hari berturutturut aku memperhatikan tingkah laku istriku, tidak ada yang berubah dari perlakuannya kepadaku, bahkan diatas ranjang. anik selalu dengan senang hati meladeni cumbuanku diatas ranjang tetapi sudah berkalikali aku menangkap mata anik saling bertatapan dengan Wika, dari tatapan mata anik aku tahu ada sesuatu antara mereka. Kecurigaanku terhadap istriku tidak dapat kupungkiri, aku harus menjawab pertanyaan besar yang mengusik pikiranku selama beberapa hari.
Apalagi anik, istiku punya catatan buruk di mataku. Perjalanan cinta kami samapai ke pelaminan bukanlah mulus, sebelumnya anik pernah selingkuh ketika kami pacaran. Karenanya kami sempat putus, waktu itu aku tidak bisa menerima setelah mengetahui kalau perselingkuhannya sudah keterlaluan dan terlalu jauh, anik sendiri mengakui kalau dia sudah ngentot dengan selingkuhannya. Aku sangat terpukul waktu itu, padahal aku bisa menerima meski aku tahu sebelum kami pacaran dia sudah kehilangan keperawanannya dengan pacarnya sebelum aku. Sampai akhirnya kami bertemu kembali 2 tahun setalahnya, setelah 1 tahun merangkai ikatan cinta kami bertekad untuk menikah.
Kembali ke cerita ngentot setelah kami menikah.

Hingga akhirnya suatu hari, aku menjadi sangat yakin sekali, sepulang aku bekerja hari jumat itu, aku sampai dirumah sekitar jam 6 sore. Aku mengetuk rumah tetapi tidak ada yang menjawab, kudengar ada suara percikan air dari dalam rumah.
Sepertinya anik sedang mandi, pikirku.
Maka aku mencoba membuka pintu rumah melalui jendela dengan menjulurkan tanganku kedalam, untung saja berhasil karena jarak jendela dengan pintu dekat. Aku masuk kedalam rumah, memang benar istriku sedang mandi,


Kamu lagi mandi sayang?, kataku ketika tiba tepat didepan kamar mandi yang pintunya ditutup.
iyah, jawab anik dari dalam kamar mandi.

Kemuanik aku kedapur untuk mengambil segelas air minum, ketika sedang meneguk segelas air, aku lihat pintu belakang sedikit terbuka, kecurigaanku timbul lagi, jangan jangan sudah terjadi sesuatu sebelum aku pulang, kecurigaanku beralasan, selain pintu yang tidak biasanya terbuka, apalagi istriku orang yang teliti masalah keamanan rumah, biasanya dia selalu mengunci pintu rumah jika sendirian dirumah. Kemuanik aku melihat ruang tamu, aku lihat sofa diruang tamu berantakan, ada gelas diatas meja, bantal sofa yang terjatuh berserakan dilantai dan susunan sofa yang bergeser. Aku tahu istriku tipe wanita yang sangat pembersih, rapi, dia tidak suka melihat ada yang berantakan dirumah.
Aku benar benar yakin pasti ada sesuatu yang terjadi sebelum aku sampai dirumah, terbersit dibenakku untuk melihat tempat pakaian kotor didepan kamar mandi. Aku buka tutup ember tempat pakaian kotor, dibagian atasnya aku lihat tanktop dan mini pants istriku yang aku tahu dikenakannya tadi pagi, aku ambil, kuperhatikan dengan seksama, mataku menangkap sebuah bercak lendir yang belum mengering di tanktop itu, jantungku berdegup kencang.
Dengan penuh rasa penasaran aku cium bercak itu,
ini sperma, teriakku dalam hati.

Aku yakinkan lagi dengan mencium ulang noda lendir itu, tidak salah lagi itu cairan sperma, kupegang, licin dan kental, pasti belum lama. Dikepalaku berseliweran kronologis, mungkin sebelum aku datang tadi istriku bercinta dengan seseorang dan melap sperma dengan tanktopnya, aku buka lipatan tanktop itu, ada celana dalam thong istriku didalamnya, aku sedikit heran.
Thong?, untuk apa istriku memakai celana dalam model thong sepulang kerja, karena dia biasanya hanya mengenakannya jika kami lagi jalan jalan keluar (itu pun kalau dia lagi mood, atau ketika kami ingin bercinta atau aku memintanya mengenakannya.

Aku bertanya tanya dalam hati, aku sentuh bagian celana dalam yang melekat di vagina istriku, basah? berlendir?, pikirku setelah menyentuh bagian celana dalam yang menempel di vagina. Aku yakin istriku pasti tadi benar benar birahi sampai sampai celana dalamnya penuh dibasahi lendirnya.
Dugaanku 90% mengatakan istriku telah berselingkuh, tapi dengan siapa? anik tidak punya banyak kenalan di kota ini, dari pagi sampe jam 3 sore dia bekerja. Biasanya dia sampai dirumah sekitar jam 3.30. Aku teringat akan apa yang belakangan aku curigai, kecurigaanku mengarah pada Wika, tetanggaku, aku langsung keluar menuju halaman belakang rumah. Kudengan ada suara percikan air dari kamar mandi rumah sebelah, berarti ada yang mandi disana. Kecurigaanku beralasan, aku yakin Wika juga sedang mandi, karena istrinya mungkin sedang dinas sore di rumah sakit.
Hari itu aku berusaha menahan kecurigaanku, meksi perasaanku kacau aku mencoba bersikap seperti biasa, istriku sempat menanyakan kenapa aku kelihatan gusar, aku beralasan kalau stress karena banyak kerjaan di kantor. Malamnya belum ada pukul 9, anik sudah tidur, aku yakin dia kelelahan bercinta, siaaal.

Esok harinya sabtu, aku libur demikian juga istriku, hari itu kami berencana untuk pergi mengunjungi rumah seorang teman dan pulang ke rumah sekitar jam 9 malam, malam itu aku dan anik bercinta, tidak ada yang berubah dengan perlakuannya, seperti biasanya anik dengan penuh birahi meladeniku, bahkan malam itu dia orgasme sampai 3 kali. Desahan, erangan, tubuh mulus dan montoknya semakin membuatku tidak rela ada orang lain yang dapat mencumbuinya. Gilanya pikiran itu membuatku semakin bersemangat memacu penisku. Dan setelah itu kami tertidur lelap. Keesokan paginya, hari minggu pagi, aku lihat Wika mengantar istrinya bekerja ke rumah sakit, Mulan pasti dinas pagi.

Tibatiba terbersit dibenakku untuk menjawab apa yang menggangu pikiranku. Aku harus menjebak mereka, aku mulai mengatur siasat untuk pura pura pergi keluar rumah, dan meyakinkan istriku aku berada diluar rumah untuk waktu yang cukup lama, aku berpikir keras mencari cari alasan. Bingunggg!!!

Ntar jam 10 aku mau ke rumah bos, si bos tadi telepon aku, dia minta aku nemanin dia ama rekan bisnis untuk makan siang, ga pa pa ya sayang?, kataku mesra sambil memelik tubuh sintalnya disofa. Lho? kok tiba tiba aja bang?, tanya istrikuseharusnya bukan aku yang nemanin tapi indra, tapi indra katanya tadi pagi telpon bos kalo dia ada urusan keluarga yang penting banget, jadi bos minta aku yang gantiin, kataku
Ya udah, ntar pulang jam berapa?, kata anik kemuanik, aku yakin didalam pikirannya sedang merencanakan sesuatu.

mungkin sampe sore karena harus nemanin tamu ke Lembang ketemu bos lagi, kataku.
Sekitar pukul 9.30 aku bersiap untuk pergi dengan sepreda motorku, didepan rumah saat berangkat aku bertemu dengan Wika. Wika sempat bertanya aku mau kemana, aku bilang aja mau pergi urusan kerja, dia terlihat biasa aja menanggapinya. Kami sempat ngobrol sebentar, kemuanik aku pamitan ke anik sebelum pergi. Kupikir jika memang ada sesuatu terjadi aniktara mereka, maka akan terjadi setelah aku pergi, karena kepergianku cukup lama, sekitar 4 jam lebih.

Aku kemuanik melaju sepeda motorku, memutar jalan protokol yang tidak jauh rumahku, kemuanik sekitar 15 menit berputar, aku mengarahkan kembali sepeda motorku kembali ke arah rumah. Sesampainya di jalan masuk ke gang rumahku, aku sengaja memarkirkan motor didepan sebuah toko didepan gang. Aku kemuanik kembali menyebrangi jalan, memasuki gang rumah yang lumayan lebar. Rumahku berjarak sekitar 100 meter dari jalan besar, aku terus melangkahkan kakiku dengan hati berdebar.


Benarkah istriku selingkuh?
Benarkah istriku yang cantik merelakan tubuhnya dinikmati oleh pria lain?
Benarkah istriku yang sexy telah melakukan hubungan seks dengan Wika?
Benarkan istriku selingkuh seperti dulu saat kami pacaran?

Aku benar benar penasaran, kupercepat langkahku, kulihat jam,sudah pukul 10.00′, pikirku, berarti sudah 30 menit setelah aku keluar dari rumah. Aku tiba didepan rumah, suasana lingkungan sekitar rumahku seperti biasanya tidak begitu ramai.

Perlahan aku langkahkan kaki mendekati pintu rumahku, aku ambil kunci rumah dari dalam kantongku, kemuanik dengan sedikit gemetar aku memasukkan anak kunci pintu kedalam lubang kunci.

ctek, sangat perlahan, detakan kunci pintu semakin memacu adrenalinku.
ctek, aku tidak dapat memasukkan anak kunci itu.

Siiiaaal, ternyata pintu itu udah dimasukin kunci yang lain sehingga kunciku tidak dapat masuk membuka pintu. namun aku tidak kehabisan akal, istriku pasti tidak menduga kalau tanganku cukup panjang untuk menggapai kunci, kujulurkan tanganku meraba kunci setelah kuputar sekali pintu langsung terbuka. Yeeess!

Perlahan aku bukan pintu, kulihat didalam rumah sepi, tidak ada suara, tetapi aku lihat ada cahaya di dapur, sepertinya pintu belakang tidak terbuka sehingga cahaya matahari masuk kedalam. Aku kembali menutup pintu tetapi tidak menguncinya agar aku gampang melarikan diri jika ada sesuatu terjadi Jujur aja aku sangat mencintai istriku, susah payah aku mendapatkan hatinya agar mau pacaran denganku, susah payah juga aku mengajaknya menikah dan meyakinkan dia bahwa aku tidak sekaya cowok cowok yang menyukainya namun aku meyakinkan dia betapa aku emnyayanginya. Aku tidak ingin menangkap basah mereka, aku hanya penasaran, dan jujur saja, sepertinya aku menikmati berkhayal istriku disetubuhi pria lain.

Pelan pelan aku berjalan menuju dapur, sebelum sampai didapur aku melongok kedalam kamar tidur, tidak ada orang, begitu juga dikamar mandi, aku segera menuju dapur. Pintu dapur setengah terbuka, perlahan aku melihat keluar melalui pintu dapur. Namun tidak ada orang dihalaman belakang. Aku bisa menduga, istriku berada dirumah sebelah, aku sedikit kecewa karena kupikir aku tidak akan bisa mengintip apa yag anik dan Wika sebenarnya lakukan. Aku keluar rumah dan menuju halaman belakang rumah Wika. Kulihat Pintu belakang rumah Wika terbuka, malah terbuka lebar. Harapan tiba tiba meledak ledak dikepalaku, pasti telah terjadi sesuatu didalam rumah Wika dan aku tidak mau ketinggalan satu detik pun momen itu.

Aku langsung melongok kedalam melalui pintu belakang rumah Wika.
Mereka tidak ada didapur, pikirku

mungin mereka dikamar tidur atau ruang tamu, pikirku penuh tanya
Aku segera masuk ke dalam rumah Wika melalui pintu belakang yang terbuka. Dengan mengendap endap aku masuk, aku seperti pencuri saja. Ketika tiba didalam rumah aku mendengar suara yang tidak asing lagi ditelingaku, a iih nakal ah, suara wanita dari dalam kamar Wika, itu suara istriku, aku yakin itu istriku. Kulihat pintu kamar Wika tidak ditutup tetapi ada tirai yang menutupi kamar itu. Dari luar kulihat kamar itu terang karena cahaya lampu neon yang ada dalam kamar itu.


Aku mendekati tirai yang menutupi kamar Wika, jantungku berdegup kencang sekali, semakin aku mendekat ke tirai itu jantungku terasa berpacu, semakin dekat pula semakin jelas terdengar rengekan, desahan dan rintihan manja istriku dan aku yakin mereka sedang ngentot didalam kamar itu. Dari sela tirai pintu kamar itu aku seperti tidak percaya apa yang kulihat ini ternyata .. Cerita sex dewasa istriku bercinta dengan lelaki lain akan dilanjutkan ke part 2 sabar ya mas bro.

Agen Sabung Ayam - Cerita Sex: Tak Berdaya

Agen Sabung Ayam - Cerita Sex: Tak BerdayaSebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasabiasa saja. Namun aku berkacamata dan tidak ada yang istimewa dalam diriku. Tetapi entah kenapa aku banyak disukai pria. Bahkan ada yang terangterangan mengajakku berkencan. Waktu itu aku masih duduk di bangku kelas dua SMA. Padahal hampir semua temantemanku yang lakilaki mengejek dan berkata bahwa aku Gay.


Agen Sabung Ayam - Waktu itu hari Minggu pagi. Isengiseng aku berjalanjalan memakai pakaian olah raga. Padahal aku paling malas berolah raga. Tetapi entah kenapa, hari itu aku memakai baju olah raga, bahkan memakai sepatu juga. Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sesekali berlari kecil mengikuti orangorang yang ternyata cukup banyak juga yang memanfaatkan minggu pagi untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalanjalan menghirup udara yang masih bersih.

Tidak terasa sudah cukup jauh juga meninggalkan rumah, dan kakiku sudah mulai terasa pegal. Aku duduk beristirahat di bangku taman, memandangi orangorang yang masih juga berolah raga dengan segala macam tingkahnya. Tidak sedikit anakanak yang bermain dengan gembira.
Belum lama aku duduk beristirahat, datang seorang pria yang langsung duduk di sebelahku. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup tampan wajahnya dan bertubuh atletis.

Jalanjalan yuk..! ajaknya tibatiba sambil bangkit berdiri.
Kemana..? tanyaku sambil mengikutinya berdiri.
Kemana saja, dari pada bengong di sini.. sahutnya.


Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya, dan pria itu menggandeng tanganku.

Bahkan sikapnya begitu mesra sekali. Padahal baru beberapa detik bertemu, dan aku juga belum mengetahui namanya.


Eh, nama kamu siapa..? tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.
Sendy Wiratama.. sahutku.
Akh.., kayak nama perempuan.. celetuknya. Aku hanya tersenyum saja sedikit.
Kalau aku sih biasa dipanggil uwak.. katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Padahal aku tidak memintanya.
Nama kamu bagus.., aku memuji hanya sekedar berbasabasi saja.
Eh, boleh nggak aku panggil kamu Dik Sendy..? Soalnya kamu pasti lebih muda dari aku.. katanya mengusulkan.


Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Apa lagi perutku memang sedang lapar. Sambil makan Uwak banyak bercerita. Sikapnya begitu riang sekali, membuatku jadi senang dan seperti sudah lama mengenalnya. Uwak memang pandai membuat suasana jadi akrab.Selesai makan bubur ayam, aku dan pria itu kembali berjalanjalan. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Aku bermaksud mau pulang. Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.

Mobilku di parkir disana.. katanya sambil menunjuk deretan mobilmobil yang cukup banyak terparkir.
Kamu bawa mobil..? tanyaku heran.
Iya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Malas kalau naik kendaraan umum.. katanya beralasan,Kamu sendiri..? sambungnya.
Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.
Ikut aku yuk..! ajaknya langsung.
Belum juga aku menjawab, Uwak sudah menarik tanganku dan menggandengku menuju ke mobilnya.


Sebuah mobil Starlet warna hitam terpaintbrush dengan indah dan tampaknya masih cukup baru. Uwak malah memintaku yang mengemudi. Untungnya aku sering pinjam mobil Papa, jadi tidak canggung lagi membawa mobil. Uwak langsung menyebutkan alamat rumahnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan pria itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan Perak, sebenarnya aku mau langsung pulang. Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.

Ayo.. katanya sambil menarik tanganku.
Uwak memaksa dan membawaku masuk ke dalam rumahnya, bahkan dia langsung menarikku ke lantai atas. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa teman yang baru dikenalnya ke dalam kamar.
Tunggu sebentar ya..! kata Uwak setelah membawaku ke dalam sebuah kamar, dan aku yakin kalau ini pasti kamar Uwak.


Sementara pria itu meninggalkanku seorang diri, entah ke mana perginya. Tetapi tidak lama dia sudah datang lagi. Dia tidak sendiri, tetapi bersama empat orang temannya yang sebaya dengannya. Dan pria itu memiliki wajah yang lumayan tampan dan bertubuh kekar. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan.
Bahkan salah seorang langsung mengikat tanganku hingga terbaring menelentang di ranjang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Aku benarbenar terkejut, tetapi tidak dapat berbuat apaapa. Karena kejadiannya begitu cepat dan tibatiba sekali, sehingga aku tidak sempat lagi menyadari.

Aku dulu.., aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini.. kata Uwak tibatiba sambil melepaskan bajunya.
Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Uwak bukan hanya menanggalkan bajunya, tetapi dia melucuti seluruh penutup tubuhnya. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebardebar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Uwak mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali. Baru kali ini aku melihat dada yang begitu besar dan padat. Uwak mendekatiku, tetapi keempat pria lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.

Eh, apaapaan ini? Apa mau kalian..? aku membentak kaget.
Tetapi tidak ada yang menjawab. Uwak sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tetapi dengan kedua tangan terikat dan kakiku juga telentang diikat, tidak mudah bagiku untuk melepaskan diri. Sementara itu bukan hanya Uwak saja yang menciumi wajah dan sekujur tubuhku, tetapi keempat pria mengonani penisku. Sekujur tubuhku jadi menggeletar hebat seperti tersengat aliran listrik ketika merasakan jarijari tangan Uwak menyambar dan langsung meremasremas bagian batang penisku.
Seketika itu juga batang penisku tibatiba menggeliatgeliat dan mengeras secara sempurna, aku tidak mampu melawan rasa kenikmatan yang kurasakan akibat penisku dikocokkocok dengan bergairah oleh Uwak. Aku hanya dapat merasakan seluruh batangan penisku berdenyutdenyut nikmat. Aku benarbenar kewalahan dikeroyok lima orang pria yang sudah seperti kerasukan setan. Gairahku memang terangsang seketika itu juga.

Tetapi aku juga ketakutan setengah mati. Berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tetapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpimimpiku. Aku benarbenar tidak berdaya ketika anusku serta mulutku dimasukkan oleh benda tumpul. Saat itu juga aku langsung menyadari kalau mereka Homo.

Sementara itu Uwak menyodomiku dengan gairah yang sangat menggebugebu. Anusku terasa tercabikcabik oleh benda yang sangat besar dan tumpul. Dan salah satu dari teman Uwak memasukkan penisnya ke dalam mulutku, sehingga aku tersedak oleh benda itu.
Beberapa detik kemudian aku merasakan sperma Uwak menyemprot ke dalam lubang pantatku, sehingga tubuhku merasa ngilu dan mengejang. Lalu mereka bergantian menyodomiku dan memulai kembali menggenggam batang penisku eraterat dengan genggaman tangannya. Dengan cepatnya teman Uwak menggenjot kembali lubang anusku. Aku merasakan bagaikan tertusuktusuk.
Tidak lebih dari dua jam Uwak menyodomiku lagi, dan tibatiba dia menjerit dengan tertahan dan teman Uwak tibatiba menghentikan genjotannya, matanya terpejam menahan sesuatu, aku dapat merasakan semprotan spermanya. Setelah itu teman Uwak yang lain menggenjot kembali lubang pantatku.

Setelah mereka berlima baru saja mendapatkan orgasme, mereka menggelimpang di sebelah tubuhku, setelah mencapai kepuasan yang diinginkannya. Sementara itu aku hanya dapat merenung tanpa dapat berbuat apaapa. Bagaimana mungkin aku dapat melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..? Aku hanya dapat berharap mereka cepatcepat melepaskanku, sehingga aku dapat segera pulang dan melupakan semuanya.

Agen Judi Ayam - Cerita Sex 2016: Gadis Yang Itu

Agen Judi Ayam - Cerita Sex 2016: Gadis Yang ItuBung, sekarang giliran kamu. Hayoh! Jangan sungkansungkan!
Saat aku menatap tubuh telanjang di atas tempat tidur itu, terus terang rasa tidak tegaku muncul. Gadis itu masih terlalu kecil, kataku dalam hati. Payudaranya saja belum tumbuh benar. Tapi lendirlendir basah keputihan yang mengalir dari liang kemaluannya itu berkata lain.
Tunggu apa lagi? Hayoh! Kalau tidak mau ya, jangan di sini!


Agen Judi Ayam - Gadis kecil itu membuka sedikit kelopak matanya. Aku terenyuh saat menyaksikan matanya seolah memohon agar penderitaannya segera diakhiri. Ia harus pulang, kata matanya, ia harus menyetor lembar puluhan ribu itu pada ibunya. Ia harus membayar untuk keperluan sekolahnya. Tapi ia masih terlalu kecil, lagi kata hatiku berseru. Kamu punya otak? Punya hati nurani? Otak mungkin sudah terbang, saat aku mendekati gadis kecil itu. Tapi nurani masih ada Bung, karena itu aku menutup mata.

Hkk.. gadis kecil itu mengerang saat batang kemaluanku menusuk masuk.
Licin, gumamku dalam hati. Beberapa orang tertawa di belakangku.
Begitu baru bagus. Hayoh..! Sikat dia! Tancap terus sampai mampus!
Aku menggerakkan pinggulku tanpa perasaan. Tidak sekali pun kubuka mata ini. Sebab kalau kubuka dan aku melihat wajahnya yang meringis itu, aku pasti akan segera melarikan diri.
Hayoh..! Hahaha..! Hayoh..!

Lakilaki yang suka berseru Hayoh! itu bernama Jomblang. Jelasjelas itu nama panggilan. Nama aslinya aku tidak tahu, karena aku baru mengenalnya malam itu, saat aku dan temantemanku bersenda gurau di sebuah warung kopi. Sayang, saat Erwin menyapanya, aku tidak melihat gadis kecil itu berdiri di belakangnya. Lihatlah sekarang, apa yang sedang kulakukan. Aku sedang bersetubuh dengan seorang bocah ingusan yang kukira usianya terpaut dua puluh tahun denganku.
AKK..! AKK..! begitu aku mendengarnya memekikmekik.
Suara tawa sahabatsahabatku, beserta teriakanteriakan penambah semangat mereka masih juga dapat kudengar.

Hayoh..! Sikat, Bleh..! juga suara si Jomblang yang parau itu.
Aku heran, kenapa juga tadi aku mau diajak ke rumah ini. Kenapa juga tadi aku mau disuruh masuk ke dalam kamar untuk menyaksikan semuanya. Dan kenapa aku mau pula saat disuruh melakukan?
Ampun, Oom..! Ampun..! tibatiba aku mendengar si gadis kecil merengek.
Tidak tahan, kubuka mataku. Benar juga. Hatiku pilu seketika. Ternyata gadis kecil itu sedang menangis sesunggukan. Beban lima lelaki pasti terlalu berat untuknya.
Lihat! Dia minta ampun! Hahaha..! suara si Jomblang terdengar lagi, tawanya semakin keras.
Aku berhenti menggerakkan pantatku. Ya. Aku berhenti. Kupandangi gadis itu yang sudah diam dalamdalam. Kelopak matanya yang tadi terpejam juga membuka. Dan ia menatapku di balik genangan air matanya.
Oom..


Hayoh..! Kenapa berhenti?
Sudah, Blang, sudah. Kasihan itu anak kecil.

Saat aku menoleh, kulihat salah seorang temanku memegangi pundak si Jomblang. Tetapi orang berwajah liar itu langsung menepis.
Edan! Masa cuma segitu? Hayoh! Terus lagi..!
Aku kembali berpaling ke arah si gadis kecil. Hatiku merasa iba. Gadis kecil itu memejamkan matanya. Ia begitu pasrah.
Sorakan si Jomblang kembali terdengar saat aku bergerak lagi,
Hayoh..! Hayoh..! Hayoh..! Hayoh kepalamu, pikirku berang.
Tapi aku bergerak juga. Akhirnya, aku tidak tahan lagi. Kutarik batang kemaluanku dan ejakulasi di atas bulu kemaluannya yang jarangjarang itu. Sorakansorakan menghilang, juga hayohhayoh. Semua seolah meresapi kejadian itu. Bangsat..! Batinku dalam hati. Bukan pada si hayohhayoh itu. Tapi pada diriku sendiri.

Bagus, Bung. Anda luar biasa..! si Jomblang menepuk pundakku dari belakang.
Saat kubalikkan tubuh, temantemanku berkerenyit dengan menggeleng. Erwin tampak menyiratkan rasa penyesalan itu di bibirnya yang tergigit. Selebihnya, hanya si hayohhayoh yang terkekehkekeh. Mengapa orangorang ini begitu takut pada si liar itu, tanyaku dalam hati. Hatiku terasa kecut saat menyadari bahwa aku juga takut.
Blang, kami pulang dulu. akhirnya Erwin membuat semua orang selain si hayoh, bernafas lega.
Tanpa memperhatikan, Jomblang mengayunkan lengan.
Hahaha. Oke, oke. Terima kasih dan hatihati di jalan.
Aku berharap dia mati ditabrak bus nyasar saat ia keluar wisma nanti. Bodoh, itu tidak akan terjadi.
Sementara di depan mataku, yang terjadi saat itu si Jomblang sudah menindih tubuh gadis kecil itu dan menciuminya dari jidat ke payudara. Monyet, umpatku sekali lagi sebelum meninggalkan tempat itu.

Selama perjalanan pulang, tidak ada seorang pun dari kami berempat yang mengeluarkan suara. Semuanya sibuk dengan ingatan akan dosa masingmasing. Oke, kami tadi baru saja menggauli beramairamai seorang gadis di bawah umur. Menggelikan mengingat perutperut buncit kami yang seharusnya kenyang berisi pengalaman tentang getir hidup. Seorang bocah dan lima lelaki? Sinting! Tapi itulah yang teradi belasan menit yang lalu.

Hatihati, Ton.

Iya, kalian juga, balasku dengan memaksa diri untuk tersenyum.

Panther kelabu itu segera melaju dari hadapanku. Saat kubalikkan tubuh, yang kutatap pertama kali adalah rasa menyesal.
Rumah benarbenar sepi saat aku masuk. Lampu ruang tamu dan ruang tengah juga sudah dimatikan. Jam di atas TV menunjukkan pukul setengah dua pagi. Berusaha tidak menimbulkan kegaduhan, aku melepas sepatu kerja yang kukenakan, lalu menuju ke kamar tidur.

Pa..? wanita itu, isteriku, membalikkan tubuh saat aku menutup pintu.
Belum tidur, Ma..? tanyaku sambil tersenyum. Ia menggelengkan kepala.
Dari mana..?


Dari memperkosa seorang bocah, kata hatiku.

Dari jalanjalan. Dengan yang lainnya, jawabku seraya melepas kemeja dan celana.
Minum..? kudengar wanita itu bertanya lagi.
Tidak, hanya kopi. kataku.

Kuraih sebuah kaos dan celana pendek.
Sini..! bisiknya setelah aku berpakaian.
Saat aku tiba di pinggir tempat tidur, ia merentangkan kedua tangannya.
Aku mau memelukmu. Pelukan selamat datang. bisiknya seraya tersenyum.
Kubalas senyumannya, lalu menjatuhkan tubuhku di atas tempat tidur, ke dalam pelukannya.
Capek? ia bertanya.
Tangannya memijat dada dan pangkal lengan kiriku. Aku mengangguk. Capeknya bukan di otot, Ma. Tapi di hati.
Mau aku.. mm..?
Kupegang tangannya saat ia mulai mengelus bagian bawah pusarku.
Aku mau keluar sebentar. ucapku, mencoba untuk tersenyum.
Wanita itu mengangguk.

Aku bangkit dari tempat tidur, lalu melangkah keluar kamar. Bingung. Apa yang harus kulakukan?
Kulangkahkan kakiku menuju dapur, membuka kulkas, dan mengeluarkan botol jus melon yang isinya masih tersisa sepertiga. Jus melon itu membuat tenggorokanku yang kering menjadi lebih segar. Begitu pula otakku. Mungkin kalau ada jus melon penghilang rasa bersalah, akan sangat berguna saat itu. Tanpa sadar, kesegaran itu membawa kakiku melangkah melintasi lorong rumah. Saat kubuka pintu kamar berwarna merah jambu itu, aku tersenyum. Kamar itu terasa hangat sekali.
Aku tidak berani menyalakan lampu. Takut kalau bidadari kecil itu terbangun nantinya. Jadi kubiasakan pandanganku dalam gelap, sebelum melangkah lebih dekat, sampai ke pinggir tempat tidur. Angin dari AC ini dingin sekali, pikirku dalam hati. Aku membalikkan tubuhku dan menuju AC yang mendengung di belakangku. Aku sedikit heran saat melihat tombol sudah menunjuk ke LOW. Belum ada kontrol temperatur seperti AC di kamarku sendiri. AC tua ini masih bagus, selalu begitu kataku pada isteriku.

Masih merasa dingin dan bingung, aku mengangkat bahu dan melangkah mendekati tempat tidur. Senyumku mengembang saat melihatnya. Bidadari kecilku, bisikku dalam hati. Masih tersenyum, kuangkat selimut yang menutup sampai ke pundaknya. Dan bidadari kecilku menggeliat, menyadari kehadiran bapaknya.

Aku meloncat mundur dan memegangi tembok. Wajah gadis itu..! Gadis itu..! Gadis itu menyeringai ke arahku. Matanya membeliak mengerikan. Bola mata seolah hendak melompat dari situ. Ia menyeringai menampakkan deretan giginya yang kuning. Lalu matanya memutih dan seringainya hilang, berganti dengan mulut yang setengah membuka.


AKK..! AKK..! desahan itu menggema di kepalaku.
Tidak..! aku berbisik dan menutup telingaku. Kupejamkan mata.

Saat aku membuka mata, hanya dengung AC dan keremangan yang menyambutku. Keringat dingin mengucur di dahiku. Bulu tengkuk yang sedetik lalu berdiri sudah kembali lemas. Tapi jantungku masih berdegup kencang. Kuberanikan diri untuk kembali mendekat. Kuhembuskan napas lega saat melihat bidadari kecilku di sana. Masih tetap cantik dan molek, mirip ibunya. Tersenyum lega, kubetulkan tepian selimut yang menutupi tubuhnya. Saat itu mendadak hawa dingin kurasakan lagi. Kali ini lebih dingin. Berkerenyit ngeri, aku membalikkan tubuh menuju pintu keluar. Mirip kucing kena air, aku menutup pintu dan cepatcepat kembali ke kamarku sendiri.
Isteriku menyambutku dengan wajah heran.

Dari mana saja, Pa? Tadi aku mendengar suara. Papa baikbaik saja?
Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Aku hanya memandang ke arahnya dengan pandangan kosong. Saat aku berhasil menguasai ketakutanku. Sedih muncul. Rasa bersalah muncul.
Aku akan menjadi Papa yang baik, begitu aku berkata padanya saat bidadari itu lahir ke dunia.
Aku masih mengingatnya dengan baik sekali. Dan waktu itu ia berkata,
Aku percaya padamu, Pa.
Semuanya terasa menjadi sebuah kebohongan besar sekarang. Jadi bohong setelah bertahuntahun tampak nyata.

Aku tidak sadar bagaimana ia mendadak ada di hadapanku. Isteriku mengangkat tangan dan menempelkan punggung telapaknya di keningku.
Kamu berkeringat. Kamu sakit? ucapnya dengan nada khawatir.
Kugelengkan kepala. Tidak, aku tidak apaapa.
Lagilagi sebuah dusta. Entah berapa banyak lagi yang akan mengalir dari mulutku. Aku tidak tahu.
Isteriku lalu mencium bibirku. Aku merinding saat kusadari apa yang ia mau dariku saat itu. Tapi tubuhku tidak kuasa menahan gejolak yang ditimbulkannya. Dari gesekangesekan buah dadanya. Dari caranya memeluk dan mempermainkan cuping telingaku.

Tidak berapa lama kemudian, kami sudah bergulat tanpa busana di ranjang. Menggeluti satu dengan lainnya seperti ular, dengan tangan dan kaki. Bibir saling berpagutan. Tangannya bergerak aktif membelai bagianbagian tubuhku. Aku pun tidak kalah sengit. Semakin bernafsu memainkan jemariku di dalam liang kewanitaannya. Masih berpagutan, ia tersenyum. Matanya yang semula mengatup menatapku mesra.

Sedetik setelah aku tersenyum, isteriku mendorong pundakku lalu mengangkangi tubuhku. Tidak tahan dengan sensasi yang muncul kala batang kemaluanku didudukinya, aku mengerang dan membusurkan punggungku. Isteriku bergerakgerak maju mundur di atasku.

Ahh.. ahh..! erangannya dan eranganku menyatu.
Ahh.. ah.. AKK..! AKK..!


Aku membuka mata, membelalak ngeri.
GADIS ITU..! GADIS ITU..! IA DI ATASKU SEKARANG..! Ia menyeringai. Menyeringai jahat.
Matanya membeliak, bolanya hendak melompat keluar. Kemudian matanya memutih, dan bibirnya setengah membuka. Hawa terasa dingin sekali seketika.
AKK..! AKK..!
Aaarrgghh..! aku berteriak sekuat tenaga.
Aku mendorong lenganku dan melontarkan tubuh itu dari atasku. Kuayunkan lenganku ke depan.
Pergi..! Pergi..! teriakku seraya menutup mata.
Suara benda jatuh dan erang kesakitan membuatku tersadar. Saat kubuka mataku, kulihat isteriku mengaduh di lantai.

Ma..? panggilku terkejut.
Isteriku masih mengeluselus pinggulnya saat ia menatapku dengan pandangan bertanyatanya.
Pa..? Kenapa sih..? Ada apa..?

Aku menutup wajahku dan tidak tahu harus berkata apa. Kurasakan tempat tidur bergerak saat isteriku naik.

Tangannya menyisiri rambutku.

Ada apa, Pa..? Ada masalah apa..?
Aku tidak dapat menceritakannya. Aku tidak mau menghancurkan segalanya. Aku takut. Aku seorang bapak rumah tangga yang baik. Seperti yang pernah kuucapkan dulu.
Aku hanya lelah. Itu saja. aku berkata, seraya menurunkan tangan dan tersenyum.
Isteriku membalas senyumanku. Ia menarik kepalaku dan menyandarkannya di dadanya.
Maaf, Pa. Aku tak tahu. Tidur saja ya?
Aku mengangguk. Aku memang lelah sekali. Lelah di fisik dan otakku. Kemudian aku tertidur sepuluh menit kemudian.

Di kantor, keesokan harinya, semua tampak kusut. Semua tampak memikirkan kejadian kemarin. Semua merasakan hal yang sama. Rasa bersalah di dalam hati. Terutama Erwin, yang menjadi pemicu awal. Semuanya merasakan yang sama. Dihantui. Bukan hanya aku ternyata, semuanya menatap ke arah meja. Semuanya membaca lagi huruf demi huruf itu. Semuanya memandang ke arah gambar yang sama. Gadis itu, siapa lagi.

Saat itu semuanya sadar. Rasa bersalah itu akan tetap ada. Rasa bersalah dan kengerian. Rasa menyesal saat kami sadar bahwa kami semua punya waktu untuk menghentikan segalanya. Waktu yang lenyap karena kebutaan, karena takut yang menopengi birahi setan dan iblis. Gadis itu pasti menyalahkan kami. Arwahnya pasti. Karena kami ikut menidurinya. Ikut meniduri calon bangkai itu. Bocah yang itu. Gadis yang itu.

Dalam hatiku bertanyatanya. Pertanyaan serupa yang kukira mereka ajukan pula di benak mereka.
Aku tidur dengan siapa malam nanti.. apakah ia akan muncul lagi.. apakah aku bisa tenang malam ini.. lalu.. lalu.. dan lalu..?

Selasa, 27 Maret 2018

Agen Slot Terpecaya - Cerita Sex Pergaulan Kerja Di Pabrik

Agen Slot Terpecaya - Cerita Sex Pergaulan Kerja Di PabrikSudah menjadi rahasia umum bahwa pergaulan pabrik dalam hal sex lebih berani daripada anak gaul di perkotaan. Aku sebagai pengawas kadangkadang ingin juga menikmati keringat anak buahku yang tidak kenal parfum. Hanya saja aku kuatir tidak dapat bertindak adil kepada seluruh karyawan/ti, kalau saja perhatian dan penilaianku bukan berdasarkan pekerjaan malah berdasarkan bisa atau tidaknya dipakai.


Agen Slot Terpecaya - Lagian aku tidak mau dimanfaatkan oleh bawahanku hanya karena mencicipi kenikmatan sesaat. Jadi aku hanya dapat melihat pergaulan anak buahku yang ratarata berani. Di depan umum saja seenaknya main tepuk pantat karyawati yang bahenol, bagaimana kalau di tempat tersembunyi? Entah, sudah beberapa pasang anak buahku yang menikah karena kecelakaan, dan entah sudah berapa pasang yang disidang oleh security karena tertangkap mojok.

Tapi dari sekian ratus karyawati ada seorang yang menjadi primadona, namanya sebut saja Linda (nama samaran). Belum lama jadi karyawati, pernah berkerja sebagai kasir di NAGA swalayan, pendidikannya termasuk lumayan untuk ukuran buruh yaitu SMEA, wajahnya sepintas mirip Iis Dahlia penyanyi dangdut kenamaan (Kenal nggak..?).
Pokoknya cantik, hidungnya mancung, bibirnya sensual dan berkumis halus. Alis matanya tebal rapih tanpa cukuran, rambutnya hitam sebahu, kulitnya putih mulus, dadanya perkiraanku 36B. Cuma sayangnya pantatnya kurang bahenol, meskipun pinggangnya ramping, tapi justru berdasarkan pengalamanku pantat yang model begini yang dapat memberikan kepuasan maksimal dalam persetubuhan. Biasanya yang pantatnya bahenol cuma enak dipandang tapi kurang sip untuk dinikmati.

Linda orangnya tidak sombong dan mudah bergaul dengan siapa saja, murah senyum, dan kelihatannya jinak. Gaya bicaranya seperti menggoda. Aku sendiri setelah berpikir panjang akhirnya mengambil keputusan untuk mendekatinya. Pendekatan pertama waktu jam istirahat.
Kebetulan dia sedang makan di kantin, dan hanya ada beberapa orang saja yang makan di situ (mungkin harganya mahal, sehingga sebagian besar karyawan/ti makannya di luar pabrik).

Mari makan, Pak..! Linda langsung berbasabasi ketika aku datang.
Terima kasih.., aku menjawab tawarannya dan langsung memesan makanan dan minuman.

Kami terlibat dalam obrolan yang mengasyikan sampai tak terasa jam istirahat berakhir. Aku membayarkan semua makanan termasuk temanteman Linda (yang begini aku sudah biasa, jadi temanteman Linda tak curiga sedikitpun bahwa aku ada maksud tertentu).
Ternyata makan siang itu adalah awal dari segalanya. Aku jadi sering sengaja makan siang di kantin supaya dapat memandang wajahnya yang cantik. Dan pada pertemuan yang kesekian kalinya aku mencoba mengajaknya makan di luar. Ternyata dia ok saja, bahkan waktu aku tawarkan untuk menjemput di rumahnya, dia malah tidak mau, dan minta dijemput di tempat yang dia tentukan. Wah, aku sih tambah senang jadi tidak terikat.
Sore itu sepulang jam kerja, aku menemuinya di tempat yang telah dijanjikan. Ternyata dia sudah ada di sana. Penampilannya kali ini jauh berbeda dengan penampilannya saat kerja. Jeans dan kaos ketat yang dipakainya membuat jakunku naikturun. Bagaimana tidak? Buah dadanya yang memang besar seperti mau loncat dari dadanya. Sepanjang perjalanan aku tak dapat berkonsentrasi menyetir.
Pikiranku dipenuhi dengan permainan seks yang akan kami lakukan, serta kenikmatan yang sebentar lagi kurasakan. Tapi aku juga agak takut bila dia menolak. Akhirnya aku belokkan mobilku ke arah rumah makan Kalasan untuk pendekatan lebih dalam. Kami mengobrol tak tentu arah bagai sepasang kekasih. Juga tentang ekonomi keluarganya yang moratmarit sejak ditinggal pergi ayahnya. Bahkan selesai makan dan aku membayar Rp 80.000, dia agak terkejut.

Wah, sayang banget, Pak..! Makan begitu saja 80.000
Memangnya kenapa..? aku balik bertanya.

Ah, nggak sih. Saya jadi ingat adik saya yang belum bayar SPP 3 bulan.

Aku baru mengerti bahwa meskipun dia tidak kentara seperti orang susah, tapi sesungguhnya dia amat tersiksa dengan jerat kemiskinan yang dialaminya. Aku jadi tergugah mendengarnya.

Memang berapa SPP adik kamu sebulan..?
40.000 jawabnya pendek.

Aku keluarkan dompetku dan memberikan Rp 200.000,

Nih, untuk bayar SPP adik kamu.
Nggak usah, Pak..! dia bersikeras menolak.

Aku sedikit memaksanya dan akhirnya dia menerima.

Tapi, Bapak Ikhlas dan tanpa pamrih..?
Iya.., meskipun ada sedikit pamrih, kan tidak mungkin aku ungkapkan, batinku dalam hati.

Setelah makan, Aku mengajaknya ke pantai dan duduk berdua ditemani riak gelombang dan semilir angin yang menerpa wajah kami.

Lin, kalau sedang berdua begini, kamu jangan panggil Bapak. Panggil aja Kakak, ok..?
Eh, ya Pak. Eh.. ya Kak.

Aku melingkari tanganku di pundaknya, dia tampak sedikit grogi.

Jangan Kak, Linda malu.., tangannya berusaha menepis tanganku.
Tidak mengapa, kan nggak ada orang.
Tidak! Linda tidak mau.


Aku mengalah dan hanya mengobrol saja.

Memangnya kamu belum pernah pacaran..? tanyaku.
Sudah, tapi belum pernah sedikitpun Linda bersentuhan dengan pacar Linda.

Aku menangguk mengerti. Berarti gadis ini masih suci, otak iblisku langsung berfikir keras.
Sebentar ya, Lin. Kakak mau cari minuman dulu.
Aku beranjak, dan membeli 2 kaleng sprite di countercounter yang banyak bertebaran di pinggir pantai. Kukeluarkan serbuk perangsang yang kusiapkan dari rumah, dan kutaburkan di minumannya.
Lin, ini minumannya.., aku menawarkan.
Tanpa curiga sedikitpun Linda langsung meminumnya. Aku tersenyum dalam hati. Tak lama reaksinya mulai kelihatan. Aku lihat tubuhnya berkeringat.

Kak, kepala Linda agak pusing. Pulang yuk..!
Baru jam 07:00, ntar aja yah..?


Linda semakin banyak meminum sprite yang sudah kutaburkan serbuk, dan mungkin akibat terlalu banyak Linda tak sadarkan diri. Aku sedikit panik. Aku segera memapahnya ke Cottage terdekat. Aku diam sejenak memikirkan apa yang harus kulakukan. Mumpung dia tak sadar, aku segera melepaskan kaos ketat yang dipakainya. Tampak branya sudah tak cukup menampung buah dadanya yang besar dan putih. Bulu ketiaknya sangat lebat dan hitam, kontras dengan kulitnya yang putih. Nafasku semakin memburu terbawa nafsu. Kulumat bibirnya yang sensual, kuciumi lehernya, kupingnya dan seluruh tubuhnya hingga Linda bugil tanpa sehelai benang pun melekat pada tubuhnya. Sambil melepas pakaianku sendiri, aku memandangi keindahan tubuhnya, terutama buah dadanya dan kemaluannya yang amat rimbun.
Setelah samasama bugil, aku kembali mencumbunya, meskipun dia belum siuman dan seperti orang mati tapi aku tak perduli. Kugunakan kesempatan ini dengan sebaikbaiknya. Putingnya yang kemerahan kulumat dengan rakusnya, kuhisap dalamdalam. Lidahku menarinari menelusuri keindahan lekuklekuk tubuhnya. Aroma ketiaknya yang khas tanpa parfum pun tak luput dari ciumanku, sampai pada lipatan pahanya yang penuh dengan hutan rimbun. Lidahku menyibak rerumputannya, dan tampak segaris kemaluannya yang kelihatannya masih rapat. Lidahku terus mencarcari klitorisnya.
Setelah ketemu, lidahku mengitarinya dan kadang menghisap lembut, sampai aku sendiri sudah tak tahan dan dengan kuat kuhisap klitorisnya. Aku terkejut. Ternyata rambutku tibatiba ada yang meremas kuat.

Ahhh.., terus Kak..! Linda ternyata sudah siuman dan mulai merasa keenakan.
Aku semakin semangat. Jarijariku langsung bergerak ke arah buah dadanya dan kupilinpilin kedua putingnya, sementara lidahku semakin asyik mendorong untuk masuk ke liang kemaluannya. Tapi sungguh sulit sekali rasanya. Kemaluannya sama sekali tidak ada lubang.
Linda semakin merintih tidak karuan. Secara reflek tangannya mencari pegangan. Kuarahkan senjataku yang sudah meregang kaku ke jarinya, dan Linda dengan kuatnya menarik senjataku. Aku merasakan kenikmatan. Percumbuan kami kian panas. Lumatan bibirku di bibirnya disambut dengan rakusnya. Sepertinya Linda benarbenar terpengaruh kuat oleh obat yang kuberikan. Bahkan dia sudah mengangkangkan pahanya dan membimbing senjataku untuk memasuki lembahnya, dan menarik pinggulku agar senjataku terdorong. Tapi aku mencoba menahannya karena aku yakin Linda masih dalam pengaruh obat. Aku menarik nafas panjang dan menenangkan debar jantungku.
Linda terus memaksa Aku semakin bimbang. Bagaimanapun juga aku masih punya nurani. Aku tak mau merusak kegadisan orang, apalagi sampai merusak masa depannya. Aku kuatkan hati dan bangkit dari lingkaran nafsu yang telah membelenggu kami berdua. Aku ambil air segayung dan menyiram kepalaku dan kepala Linda. Nafsuku yang sudah memuncak langsung drop, dan Linda sendiri kelihatannya mulai sadar, dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Oh, apa yang terjadi..? Linda panik, bangkit dan memukul dadaku. Aku mencoba bersabar.
Kakak jahat.. Linda semakin kencang memukulku, aku merangkul tubuhnya.
Sabar sayang, semua belum terjadi.
Tapi tubuh Linda sudah kotor. Kakak kejam menjebak Linda.
Siapa yang menjebak Linda?


Setelah suasana agak reda, aku baru menjelaskan kepadanya (tentunya berbohong) bahwa semua yang terjadi adalah kehendak dia sendiri yang memancing gairahku. Bahkan aku malah yang menolaknya, dan memang Linda dalam keadaan setengah sadar dan seperti bermimpi juga mengiyakan bahwa aku yang menolaknya.
Sejak kejadian itu Linda semakin akrab denganku. Meskipun akhirnya dia tahu bahwa aku sudah mempunyai pacar yang sudah seperti istri, tapi dia tidak dapat melupakanku karena aku yang pertama menjamah tubuhnya.

Ternyata aku orangnya gampang jatuh cinta, tapi gampang juga bosan. Hubungan yang semakin erat dengan Linda dan hanya sebatas (maksimal) oral, membuatku jenuh, sementara untuk bertindak lebih dari oral aku tidak berani karena terbentur virginitas yang kuanggap masih perlu dijunjung meskipun hanya sekedar untuk membuktikan kepada suaminya bahwa dia dapat menjaga diri. Sebenarnya aku lebih suka dengan Linda dari pada pacarku yang sebentar lagi akan married denganku, tapi kan tidak mungkin aku memalingkan seluruh hidupku kepada Linda, sedangkan pacarku sudah jalan hampir 5 tahun denganku.

Kesetiaan serta pengorbanannya sudah benarbenar teruji selama kurun waktu tersebut dan hubungan kami sudah seperti suami istri. Untunglah Linda pun mengerti dan menyadari konsep pemikiranku, hingga secara perlahan Linda mulai menjauh dan mendapatkan penggantiku. Meskipun hatiku sempat panas juga melihat dia mesra dengan lelaki lain tapi aku harus iklas (Selamat berbahagia Linda).
Kembali aku menjalani rutinitas kehidupanku seharihari yang sangat menjemukan, hingga akhirnya aku menemukan sesuatu yang baru dan benarbenar baru dalam kehidupanku. Waktu itu aku sedang santai membaca iklan di harian Poskota untuk menukar mobilku. Tak sengaja aku melihat iklan panti pijat dan dari sekian puluh iklan, ada beberapa yang menyediakan pijat khusus untuk wanita dengan tenaga pria. Aku berpikir pasti ini iklan gigolo terselubung. Aku langsung mendapatkan ide untuk mengiklankan diri. Uang dapat, seks dapat. Wah, pasti asyik. Hari itu juga aku langsung pasang iklan dengan nomor pager dan HP untuk terbit besok.
Semalaman aku tak dapat tidur memikirkan pengalaman baru apa yang akan kualami besok, hingga tanpa sadar aku jatuh tertidur.

Kring Suara weker di kamarku mengagetkanku.
Buruburu aku mematikan dering weker yang selalu setia mengingatkanku untuk disiplin dalam kerja. Aku duduk sejenak untuk menyesuaikan tubuh dan jiwaku ke alam pagi yang cerah. Aku teringat bahwa hari ini aku pasang iklan. Cepatcepat kuaktifkan HP dan pagerku. Sekian menit kutunggu tak ada yang masuk.

Ah, mungkin masih terlalu pagi, pikirku.
Memang sih saat ini baru pukul 06:00 pagi. Tidak mungkin ada orang yang butuh di pijat. Aku tersenyum sendiri dan langsung menuju kamar mandi untuk siapsiap ke kantor.
Waktu yang berjalan di kantor terasa lama sekali. Mungkin akibat aku terlalu mengharap order masuk. Sekitar pukul 10:00, melodi JIKAnya Melly berkumandang di HPku. Aku lihat sepintas nomor si penelpon tidak kukenal.

Hallo.., sapaku seramah mungkin.
La..! Gimana sih pesanan gua belum dikirim.

Aku kaget setengah mati. Ternyata yang ngebel adalah Pak Daniel teman bisnisku yang paling akrab dan menanyakan sikat gigi hotel pesanannya.

Lho, Pak Daniel dimana..?

Gua lagi di rumah saudara nih. Gimana, udah ada kabar belum..?
Eh ya, besok kayanya baru bisa kirim. Itupun sore..! jawabku.
Yah wis, gua tunggu yah. Jangan sampai gagal lagi..!
Iya! Beres boss!

Iya wis, thanks yah..!

Aku jadi geli sendiri. Aku pikir ada order, tidak tahunya order juga sih, tapi bukan yang lagi kutunggu. Tak lama gantian pagerku bergetar. Aku segera membaca pesan yang tertera.
Hubungi saya di 546xxxx. Saya tertarik dengan Anda. pengirimnya Ibu Ella.
Aku bersorak gembira dan tak buang waktu lagi, kuhubungi juga saat itu dari ruangan kantorku.

Hallo.., terdengar suara wanita di gagang telponku.
Selamat siang. Bisa bicara dengan Ibu Ella..?
Dari mana yah..?
Dari Rudy, Bu..! (Oh ya aku iklan pakai nama Rudy)
Oh ya. Kamu masih kuliah atau kerja..?
Saya sudah kerja, Bu..! jawabku sopan.
Eh, jangan panggil saya Ibu. Panggil aja Tante, ok..?
Iya, Tante.
Kamu udah lama jadi pemijat..?
Baru ini kali, Tante.. jawabku jujur.
Usia kamu berapa..?
26, Tante.


Obrolan kami semakin ngalor ngidul, bahkan Tante Ella menanyakan size aku segala. Pokoknya semua data tentang aku dikorek habishabisan. Dan sepertinya dia puas dengan data diriku. Bahkan dia mulai membuka data dirinya, bahwa dia adalah istri seorang pria kaya raya yang mempunyai banyak perusahaan. Akhirnya kami sepakat untuk bertemu di apartemennya (sewa atau beli aku tidak tahu) di daerah Ancol, Jakarta utara.

Tepat jam 11:00 siang aku keluar kantor. Dengan alasan dinas luar aku memacu mobilku. Sampai di lobi apartemennya, aku mencaricari Tante Ella yang katanya memakai jeans, dan kaos biru.Sampai mataku lelah memandang, aku belum dapat menemukan sosok yang kucari. Aku mulai putus asa. Satu jam sudah aku menunggu, namun baru saja aku beranjak dari bangku dan ingin pulang, pundakku ditepuk seseorang.
Rudy, yah..?

Aku berbalik, dan ternyata sosok yang kucari sudah di depan mata. Celana jeans dan kaos ketat biru. Tapi alamakkkk. Wajahnya sudah banyak keriput, kutaksir usianya 50an. Kaos ketatnya banyak tonjolantonjolan lemak di pinggang dan perutnya, dan yang bikin aku shock orangnya pendek dan gemuk.


Kenapa, nggak suka..? suara Tante Ella menyadarkanku dari keterkejutanku.
Ach, nggak. Tante cantik, ujarku melawan kata batinku.

Tante Ella mengajakku minum di pinggir kolam renang yang tersedia di apartemen situ. Obrolan kami ngalor ngidul, sementara aku berusaha tidak membuatnya kecewa dengan segala kebohonganku.Akhirnya acara puncak pun tiba. Tante Ella menggiringku memasuki apartemennya yang luas. Aku masih bingung dan seperti orang bodoh, sementara Tante Ella sudah membuka seluruh pakaiannya hingga bugil, dan tengkurap di ranjang. Dengan tangan gemetar aku mulai melakukan pijatanpijatan lembut di pundaknya. Tapi rupanya Tante Ella memang niatnya main dari awalnya. Makanya baru 2 menit aku melakukan pijatan, tante Ella langsung mengerjai tubuhku. Kemeja dan celanaku sudah melayang ke lantai, dan sebagai wanita cukup umur Tante Ella paham sekali mana daerah sensitif lelaki.

Kini aku yang berbalik dipijatnya. Sapuan lidah Tante Ella yang basah di sekujur tubuhku membuatku lupa. Nafsuku yang tadinya drop perlahan mulai bangkit. Senjataku yang sudah tegang dilumatnya dan tanpa permisi lagi Tante Ella langsung menaiki tubuhku dan menduduki senjataku yang sudah mengacung.

Sleeep.., senjataku memasuki liang kewanitaan Tante Ella.
Lumayan seret. Kupejamkan mataku membayangkan bahwa yang berada di atasku adalah Nafa Urbach, sementara Tante Ella semakin ganas bergerak liar dan menggoyangkan pinggulnya sambil menjilati dadaku.

Ufh.., nikmatnya luar biasa.
Aku mencoba bertahan. Dan tak lebih dari 10 menit seluruh tubuh Tante Ella seperti bergetar dan mengejang melepaskan orgasmenya yang pertama.
Accchh, Rud..,

Tante Ella merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku yang ingin segera menuntaskan hasratku memeluk tubuhnya. Namun nafsuku mendadak drop kembali saat kenyataan yang aku rasakan di tanganku tidaklah kencang dan kenyal, tapi lembek dan penuh lemak. Nafsuku drop. Senjataku secara perlahan mengecil kembali. Aku rebah di samping tubuh Tante Ella dan memandang langitlangit sambil merenungi yang baru saja terjadi.
Tit pagerku yang berada di kantong celanaku yang berhamburan di lantai berbunyi sekali, pertanda ada pesan yang belum terbaca.

Aku segera melompat dari ranjang dan membaca pesan yang masuk.

Saya tertarik dengan anda, harap hubungi saya di 424xxxx dari Yenny.
Kenapa, Rud..? Ada order lagi yah..? rupanya Tante Ella sudah bangkit dari kelelahannya.
Ah nggak, Tante. Kebetulan saja ada saudara saya yang lagi perlu dengan saya, aku mencoba berbohong.

Kenapa dia nggak hubungi HP kamu..?

Aku agak gugup juga. Untunglah aku dapat menguasai keadaan.

Mungkin nggak dapat signal, Tante.
Maaf Tante, saya mungkin nggak bisa lamalama. Saya harus kembali ke kantor.


Tanpa meminta persetujuannya aku segera mandi dan langsung merapihkan diri.
Selesai merapihkan diri, kulihat Tante Ella masih dalam keadaan bugil. Tampak sekali bentuk tubuhnya yang apa lagi saat dia berjalan dan mengambil sesuatu di tasnya.


Nih untuk kamu Rud..! Tante Ella rupanya mengambil uang di Tasnya untukku.
Nggak usah Tante aku mencoba menolak.
Tidak apaapa, Tante puas dengan permainan kamu, Rud.

Tante Ella memaksa dan memasukkan uang tersebut di kantong celanaku. Setelah berbasabasi akan menghubungi kembali dan mengucapkan terima kasih, aku segera pergi dan langsung menuju parkiran, Bebas sudah aku, pikirku.

Baru saja pantatku duduk di belakang setir, pagerku berbunyi kembali.
Saya janda usia 35 tahun, bersih, putih dan sexy, harap hubungi saya di 08169xxxxx.
Wah, ramai juga nih order, namun mengingat aku banyak kerjaan di kantor dan aku takut ketemu yang seperti Tante Ella, aku cuekin pesan itu sementara dan kembali ke kantor.Terus (Kalau tidak salah waktu itu aku dapat 6 orang tante dan 4 di antaranya seperti Tante Ella, yang 2nya agak bagus. Ada satu yang berdua dengan suaminya. Pokoknya benarbenar pengalaman baru.)