Agen Tangkas Online - Cerita Sex 2017: Ibu Dan Anak Ngewek - Kejadian diawali ketika Pak Widyo tugas meninjau ladang minyak baru
di lepas pantai. Di rumah cuma ditunggui oleh Bu Ambar, Rudi dan seorang
pembantu setengah baya Mbok Inah namanya. Seperti biasa, pada malam
hari Rudi sedang belajar untuk menghadapi Ebtanas minggu depan.
Ia tengah sibuk berkutat dengan soalsoal latihan ketika ibunya datang membawa makanan kecil untuknya sambil menenteng majalah.
Rud,
ini ada oleholeh dari Bogor tadi siang untuk menemani kamu belajar,
kata ibunya sambil meletakkannya di atas meja belajar Rudi.
Kapan Ibu datang, kok suara mobilnya tidak kedengaran, tanya Rudi sambil tetap memelototi soalsoal sulit di depannya.
Agen Tangkas Online - Baru saja Rud, ini ibu sudah pakai baju mandi mau mandi, jawab ibunya.
Sambil menunggu air panasnya Ibu mau membaca majalah dulu di kamarmu,
sambung ibunya sambil merebahkan diri di ranjang yang membelakangi meja
belajar Rudi.
Ya, boleh saja tapi jangan sampai ketiduran nanti malah nggak jadi mandi, timpal Rudi.
Singkat
cerita Rudi kemudian berkonsentrasi lagi dengan belajarnya. Akhirnya
setelah hampir 1 jam ia merasakan matanya mulai lelah, ia memutuskan
untuk tidur saja. Sewaktu Rudi beranjak dari kursinya dan membalikkan
badannya, tatapannya terpaku pada sosok tubuh montok yang teronggok di
atas ranjangnya. Rupanya karena terlalu kelelahan, ibunya ketiduran.
Posisi tidurnya tidak karuan.
Tangannya telentang sementara
kakinya mengangkang lebar seperti orang yang sedang melahirkan. Baju
mandi ibunya yang panjangnya selutut nampak tersingkap sehingga paha
putih mulus ibunya bisa terlihat jelas. Rudi bingung, apakah harus
membangunkan ibunya atau menikmati pemandangan indah dan langka ini
dulu. Sebelumnya ia tidak pernah berpikiran kotor terhadap ibunya
sendiri tapi entah kenapa dan setan mana yang merasuki dirinya sehingga
ia merasakan rangsangan ketika melihat paha ibunya yang tersingkap.
Perlahan
didekatinya tepian ranjang dengan hati berdebardebar. Diperhatikan
dengan seksama tubuh ibunya yang montok dan wajahnya yang ayu keibuan
dari ujung kaki sampai ujung kepala. Rudi menyadari ternyata ibunya
sangat cantik dan menggairahkan. Kemudian dengan tangan gemetaran
diberanikannya dirinya mengeluselus kaki ibunyna sampai ke paha. Begitu
halus, lembut dan hangat kulit ibunya ia rasakan.
Ketika menyentuh
paha yang ditumbuhi bulubulu halus, Rudi merasakan kehangatan yang
makin terasa mengalir ke telapak tangannya. Kemaluannya menjadi menegang
keras dan membuat celananya terasa sesak dan ketat. Jantungnya makin
berdegup kencang ketika ia meneruskan belaian tangannya makin jauh ke
arah pangkal kaki yang masih tertutupi baju mandi ibunya. Kulit
tangannya merasakan hawa yang makin hangat dan lembab ketika tangannya
makin jauh menggerayangi pangkal kaki ibunya yang bak belalang itu.
Gerakannya terhenti ketika ia merasa telah meraba bulubulu halus yang
lebat sekali dan menyentuh gundukan daging yang begitu lunak dan hangat.
Beberapa
saat ia merabaraba gundukan daging lunak hangat itu.Akhirnya dengan
rasa penasaran ia singkapkan baju mandi ibunya ke atas. Sehingga kini di
depan matanya teronggok bagian selangkangan dan pinggul ibunya yang
besar dan montok. Bulubulu halus yang sangat lebat nampak tumbuh di
sekitar anus, kemaluan sampai perut bagian bawah. Begitu panjangpanjang
dan lebatnya bulu kemaluan ibunya sampai kemaluan ibunya agak tertutupi.
Kemudian dengan tangannya ia sibakkan bulubulu kemaluan di sekitar
kemaluan ibunya.
Sehingga kini kemaluan ibunya nampak jelas
terlihat. Gundukan daging yang memanjang membujur di selangkangan
kelihatan empuk dan menggunung berwarna agak kegelapan. Bila
diperhatikan bentuknya mirip mulut monster berkerutkerut. Ini pasti yang
namanya labium mayora (bibir besar) seperti dalam atlas anatomi, batin
Rudi. Dari celah atas bibir monster yang besarnya setempurung kelapa itu
tampak menonjol keluara bulatan daging sebesar kacang tanah yang
berwarna kemerahmerahan.
Kalau yang ini pasti yang namanya
kelentit, pikir Rudi lagi sambil mengusapusap tonjolan liat itu.Kemudian
jarinya ia gerakkan ke bawah menyentuh lipatlipat daging yang memanjang
yang mirip daging pada kantong buah pelir lakilaki. Wah, ternyata
labium minora Ibu sudah memble begini, pasti karena terlalu sering
dipakai Bapak dan untuk melahirkan, batin Rudi. Hidungnya lalu
disorongkan ke muka kemaluan sebesar mangkok bakso itu.
Sambil
membelaibelai bebuluan yang mengitari kemaluan ibunya itu, Rudi
menghiruphirup aroma harum khas kemaluan yang menyengat dari kemaluan
ibunya itu. Tak puas dengan itu, ia meneruskan dengan jilatan keseluruh
sudut selangkangan ibunya. Sehingga kini kemaluan di hadapannya basah
kuyup oleh air liurnya. Dijulurkannya panjangpanjang lidahnya ke arah
klitorisk dan menggelitik bagian itu dengan ujung lidahnya. Sementara
tangan satunya berusaha melepaskan ikatan tali baju mandi, dan setelah
lepas menyingkapkan baju itu sehingga kini tubuh montok ibunya lebih
terbuka lagi.
Muka Rudi sampai terbenam seluruhnya dalam kemaluan
ibunya yang sangat besar itu, ketika dengan gemas ia menempelkan mukanya
ke permukaan kemaluan ibunya agar lidahnya bisa memasuki celah bibir
monster itu. Usahanya tidak berhasil karena bibir itu terlalu tebal
menggunung sehingga ujung lidahnya hanya bisa menyapu sedikit ke dalam
saja dari celah bibir monster itu. Ia merasakan gundukan daging itu
sangat empuk, hangat dan agak lembab.
Sementara itu Bu Ambar masih
tetap lelap dalam mimpinya dan tidak menyadari sedikitpun apa yang
dilakukan anak yang sangat disayanginya terhadap dirinya. Tampaknya ia
benarbenar kelelahan setelah seharian tadi pergi keluar kota menghadiri
resepsi pernikahan kerabat jauhnya. Dengkurannya malah makin keras
terdengar. Sambil tetap membenamkan mukanya ke kemaluan besar itu, Rudi
meraih payudara ibunya yang sebesar buah kelapa dengan tangannya.
Diremasremasnya perlahan payudara mengkal yang putih mulus itu. Rasanya
hangat dan kenyal.
Lalu tangannya berpindah di sekitar puting susu
gelap kemerahan yang dilingkari bagian berwarna samar yang berdiameter
lebar. Ketika tangannya memijitmijit puting susu itu dengan lembut, ia
merasakan payudara ibunya bertambah kencang terutama di bagian puting
tersebut. Denyutandenyutan di celah kemaluan ibunya juga terasa oleh
bibirnya. Sementara itu dalam tidurnya ibunya terlihat bernapas dengan
berat dan mengerang perlahan seperti orang yang sedang sesak
napas.Melihat ekspresi muka ibunya yang seperti orang sedang orgasme
dalam filmfilm porno yang pernah ditontonnya, Rudi makin gemas.
Sehingga
sambil lidahnya menggelitik klitoris ibunya, ia menusuknusukkan jari
tangannya ke dalam celah kemaluan itu. Makin ke dalam rasanya makin
hangat, lembab dan lunak. Ada pijitanpijitan lembut dari lubang vagina
ibunya yang membuat jari tangannya seperti dijepitjepit. Makin lama
lubang itu makin basah oleh cairan bening yang agak lengket, sehingga
ketika jari tangannya ditarik terlihat basah kuyup.
Ibunya kini
makin keras mengerang dan terengahengah dalam tidurnya. Rupanya ia
merasakan kenikmatan dalam mimpi, ketika kemaluan dan payudaranya
dijadikan barang mainan oleh anaknya. Pinggulnya mulai menggeliatgeliat
dan kakinya ikut menendangnendang kasur.Melihat tingkah ibunya yang
sangat menggoda itu, Rudi tanpa banyak berpikir lagi segera melepaskan
kaos dan celananya. Sehingga kini ia berdiri di depan tubuh bugil ibunya
dengan keadaan bugil pula. Badannya terlihat besar dan kekar serta
penisnya mencuat kokoh dan besar ke atas.
Uraturat penis itu
tampak beronjolan seperti ukiran yang mengelilingi penisnya yang
berukuran panjang 20 cm dan diamerer batang 5 cm. Kepala penisnya yang
sebesar bola tenis terlihat kemerahmerahan dan menganggukangguk seperti
terlalu besar untuk dapat disangga oleh batang kemaluannya. Ia ingin
menusukkan batang penisnya ke dalam kemaluan ibunya, tapi ia raguragu
apakah lubangnya tadi cukup. Ia kini membandingkan ujung penisnya dengan
kemaluan ibunya yang sebesar mangkuk bakso. Sepertinya bisa jika
dipaksakan, pikirnya kemudian.
Lalu ia naik ke atas ranjang dan
menekuk kakinya di antara kangkangan lebar kaki ibunya. Ditempelkannya
ujung penisnya ke celah mulut monster yang hangat dan lunak itu. Dengan
diarahkan satu tangannya ia berusaha menusukkankan penisnya ke mulut
vagina yang berwarna kemerahan setelah sebelumnya celah bibir itu
dikuakkan lebarlebar dengan tangan satunya lagi.Mulut liang peranakan
ibunya terasa sempit sekali, tapi karena adanya lendir yang sudah keluar
tadi membuatnya agak licin. Dengan mendorong pantatnya kuatkuat,
sebagian kepala penisnya berhasil masuk dijepit mulut vagina yang
kelihatan rapat tersebut. Rudi merasakan agak sedikit pegal di kepala
penisnya karena jepitan kuat muulut vagina.
Sementara ibunya mulai
memperlihatkan kesadaran dari tidurnya. Sebelum ibunya benarbenar
terjaga, Rudi menekankan kuatkuat pinggulnya ke arah selangkangan ibunya
sambil merebahkan diri diatas tubuh bugil ibunya. Kemaluannya dengan
cepat menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang yang relatif sempit
itu. Bunyi Prrtt.. nampak keras terdengar ketika penis besar Rudi
menggesek permukaan liang senggama ibunya. Bu Ambar segera terjaga
ketika menyadari tubuhnya terasa berat ditindih tubuh besar dan kekar
anaknya.
Sementara itu kemaluannya juga agak nyeri dan seperi mau
robek karena dorongan paksa benda bulat panjang yang yang sangat besar.
Ia merasa selangkangannya seperti terbelah oleh benda hangat dan
berdenyutdenyut itu. Perutnya agak mulas karena sodokan keras benda itu.
Liang peranakannya terasa mau jebol karena memuat secara paksa benda
besar yang terasa sampai masuk rahimnya itu.Ketika didapatinya anaknya
yang melakukan ini semua terperanjatlah Bu Ambar. Berusaha mendorong
tubuh kekar anaknya yang mendekap erat di atas tubuhnya yang tanpa
busana lagi. Kakinya menjejakjejak kasur dan pinggulnya ia
goyanggoyangkan dan hentakhentakkan untuk melepaskan kemaluannya dari
benda sebesar knalpot motor.
Tapi Rudi makin merasa keenakan
dengan gerakan merontaronta ibunya itu karena penisnya menjadi ikut
terguncangguncang di dalam liang peranakan. Ia merasakan liang itu
terasa sangat hangat dan berdenyutdenyut memijit kemaluannya. Tubuh
montok ibunya yang didekap erat terasa hangat dan empuk.
Rud apa
yang kamu lakukan pada Ibu, lepaskan, lepaskan..! teriak ibunya pelan
karena takut membangunkan Mbok Inah sambil tetap menggeliatgeliatkan
tubuh montoknya berusaha melepaskan diri.
Bu, Rudi ingin dikelonin kayak dulu lagi, Rudi merengek sambil makin menekan tubuh polos ibunya.
Rud. Ini nggak boleh Rud. Aku kan ibumu, nak, kata ibunya yang kini
sudah mulai mengendurkan perlawanannya yang siasia.Posisinya memang
sudah kalah.
Tubuhnya sudah ditelanjangi, didekap kuat serta
kakinya mengangkang lebar sehinnga selangkangannya terkunci oleh benda
besar irtu.
Bu, Rudi pokoknya ingin dikelonin Ibu. Kalau nggak mau
berarti Ibu nggak sayang lagi sama Rudi. Rudi mau cari pelacur saja di
pinggir jalan, sahut Rudi dengan nada keras.
Jangan, Rudi nggak
boleh beginian dengan wanita nakal. Nanti kalau kena penyakit kotor, Ibu
yang sedih, kata ibunya pelan sambil mengusap rambut Rudi perlahan.
Ya, sudah karena sudah terlanjur malam ini, Rudi Ibu kelonin. Tapi
jangan beritahu Bapakmu, nanti ia bisa marahmarah, sambung ibunya pelan
sambil tersenyum penuh kasih sayang.
Jadi Rudi boleh, Bu. Terima ksih Ya, Bu. Rudi sayang sekali sama Ibu, kata Rudi sambil mengecup pipi ibunya.
Iya, Ibu juga sayang sekali sama Rudi. Makanya Rudi boleh sesukanya
melakukan apapun pada Ibu. Yang penting Rudi nggak mengumbar nafsu ke
manamana. Janji, ya Rud, kata ibunya.
Iya Bu, Rudi juga nggak mau
sama yang lain karena nggak ada yang secantik dan sesayang Ibu, kata
Rudi dengan mengendorkan dekapan kuatnya sehingga kini ibunya tidak
merasa terlalu berat lagi menahan beban tubuhnya yang sudah berat itu.
Tapi Rudi harus melakukannya dengan pelan. Sebab punya Rudi terlalu
besar, tidak seperti biasanya yang sering Bapakmu masukkan ke dalam
punya ibu, kata Bu Ambar meminta pengertian Rudi.
Memang postur tubuh Rudi mengikuti garis keturunan Bu Ambar, tidak seperti bapaknya yang pendek dan kecil.
Sudah,
sekarang punya Rudi digerakkan pelanpelan naikturun. Tapi pelan ya Rud!
perintah ibunya lembut pada Rudi sambil membelaibelai rambut anaknya
penuh kasih sayang.Kini Rudi mulai menggerakgerakkan penisnya naikturun
perlahan di dalam liang sempit yang hangat itu. Liang itu
berdenyutdenyut, seperti mau melumat kemaluannya. Rasanya nikmat sekali.
Kini mulutnya ia dekatkan ke mulut ibunya. Mereka pun berciuman mesra
sekali, saling menggigit bibir, berukar ludah dan mempermainkan lidah di
dalam mulut yang lain.
Tangan Rudi mulai menggerayangi payudara
putih mulus yang sudah mengeras bertambah liat itu. Diremasremasnya
perlahan, sambil sesekali dipiojitpijitnya bagian puting susu tang sudah
mencuat ke atas. Tangan Bu Ambar membelaibelai kepala anaknya dengan
lembut. Pinggulnya yang besar ia goyanggoyangkan agar anaknya merasakan
kenikmatan di dalam selangkangannya.
Sementara vaginanya mulai berlendir lagi dan gesekan alat kelamin ibu dan anak itu menimbulkan bunyi yang seretseret basah.
Prrtt..
prrtt.. prrtt.. ssrrtt.. srrtt.. srrtt.. pprtt.. prrtt..Penis besar
anaknya memang terasa sekali, membuat kemaluannya seperti mau robek.
Vaginanya
menjadi membengkak besar kemerahmerahan seperti baru melahirkan.
Membuat syarafsyaraf di dalam liang senggamanya menjadi sangat sensirif
terhadap sodokan kepala penis anaknya. Sodokan kepala penis itu terasa
mau membelah bagian selangkangannya. Belum lagi uraturat besar seperti
cacing yang menonjol di sekeliling batang kemaluan anaknya membuat Bu
Ambar merasakan nikmat. Meski agak pegal dan nyeri tapi rasa enak di
kemaluannya lebih besar. Ia merasakan seperti saat malam pertama. Agak
sakit tapi enak. Lendirnya kini makin banyak keluar membanjiri
kemaluannya, karena rangsangan hebat pada Bu Ambar.
Ketika Rudi
membenamkan seluruh batang kemaluannya, Bu Ambar merasakan seperti benda
besar dan hangat berdenyutdenyut itu masuk ke rahimnya. Perutnya kini
sudah bisa menyesuaikan diri tidak mulas lagi ketika saat pertama tadi
anaknya menyodoknyodokkan penisnya dengan keras.Bu Ambar kini mulai
menuju puncak orgasme. Vaginanya mulai menjepitjepit dengan kuat penis
anaknya. Kakinya diangkatnya menjepit kuat pinggang anaknya dan
tangannya menjambakjambak rambur Aanaknya. Dengan beberapa hentakan
keras pinggulnya, muncratlah air maninya dalam lubang kemaluannya
menyiram dan mengguyur kemaluan anaknya.
Setelah itu Bu Ambar
terkulai lemas di bawah tubuh berat anaknya. Kakinya mengangkang lebar
lagi pasrah menerima tusukantusukan kemaluan Rudi yang semakin cepat.
Tangannya menelentang, memperlihatkan bulu ketiaknya yang tumbuh subur
lebat dan panjang. Mengetahui hal itu Rudi melepaskan kulumannya pada
mulut ibunya agar ia bisa bernafas lega.
Bu Ambar tampak terengahengah seperti baru lari maraton.
Ibu
sudah tua, Rud. Nggak kayak dulu lagi bisa tahan sampai lama. Tenaga
dan kondisi fisik Ibu tidak sekuat dulu lagi. Jadi, Ibu tidak bisa
mengimbangi kamu, bisik ibunya sambil mengatur napas.
Keringat Bu
Ambar nampak bercucuran dari sekujur tubuhnya membuat hawa semakin
hangat.Tanpa merasa lelah Rudi terus memacu penisnya dan sesekali
menggoyanggoyangkan pinggulnya. Sepertinya ia ingin mengorekngorek
setiap sudut jalan bayi yang dulu dilaluinya. Suara bunyi becek makin
keras terdengar karena liang itu kini sudah dibanjiri lendir kental yang
membuatnya agak lebih licin.
Bu Ambar mulai merasakan pegal lagi
di kemaluannya karena gerakan anaknya yang bertambah liar dan kasar.
Tubuhnya ikut terguncangguncang ketika Rudi menghentakhentakkan
pinggulnya dengan keras dan cepat.
Plok.. plokk.. ploll.. plookk..
crrpp.. crrpp.. crrpp.. srrpp.. srrpp.. Bunyi keras terdengar dari
persenggamaan ibu anak itu. Rud pelan, Rud..! desis ibunya sambil
meringis kesakitan.
Kemaluannya terasa nyeri dan pinggulnya pegal
karena agresivitas anaknya yang seperti kuda liar. Rudi yang merasakan
dalam selangkangannya mulai terkumpul bom yang mau meledak tidak
menyadari ibunya sudah kewalahan, malahan terus mempercepat
gerakannya.Bu Ambar hanya bisa pasrah membiarkan dirinya diperlakukan
seperti itu. Ia tidak ingin mengganggu kesenangan anaknya. Baginya yang
lebih penting hanyalah bisa memberikan tempat penyaluran kebutuhan
biologis yang aman dan nyaman untuk anak yang disayanginya. Kakinya
menjejakjejak kasur dan pinggulnya yang besar disentaksentakkannya
perlahan untuk mengimbangi rasa nyeri dan pegal. Napasnya mendesahdesah
seperti orang kepanasan habis makan cabai dan tangannya menjambak rambut
anaknya.
Kini Rudi sudah mencapai orgasme. Dipagutnya leher
jenjang ibunya dan ditekankannya badannya kuatkuat sambil menghentakkan
pinggulnya keras berkalikali membuat tubuh ibunya ikut terdorong.
Muncratlah air mani dari penisnya mengguyur rahim dan kemaluan ibunya.
Karena banyaknya sampaisampai ada yang keluar membasahi permukaan sprei.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar