Agen Togel Online - Cerita Sex Persetubuhan Yang Nikmat - Perkenalkan namaku Arif (samarn) umurku 35 tahun sudah menikah dengan
wanita yang cantik dan molek kami sudah dikarunai 2 anak, keluarga kami
hidup biasa biasa saja tapi kami bisa merasakan kebahagian dan makmur
walau tidak bergelimpang harta, sejak SMA aku bisa dibilang di gandrungi
banyak wanita.
Agen Togel Online - Bukan karena fisikku yang atletis ini saja, tapi
juga karena kemampuanku yang hebat (tanpa bermaksud sombong) dalam
bidang olahraga (basket dan voli, serta bulu tangkis), seni (aku mahir
piano dan seruling) dan juga pelajaran (aku menduduki peringkat ketiga
sebagai pelajar terbaik di SMAku). Bedanya waktu di SMA dahulu, aku
tidak terlalu tertarik dengan halhal seperti seks dan wanita, karena
saat itu konsenterasiku lebih terfokus pada masalah akademisku.
Bakat
Cerita dewasaplayboyku mulai muncul setelah aku menjadi seorang kepala
rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku sebagai seorang pria
normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat sebagai kabag bagian
pemasaran inilah, pikiranpikiran kotor mulai singgah di otakku. Apalagi
aku juga hobi menonton filmfilm biru.
Wanita lain yang sempat
hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku, sesama pegawai
tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari Surakarta,
tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan gelap
setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku. Hubungan kami tidak
sampai melakukan halhal yang menjurus kepada aktivitas seksual.
Hubungan
kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia pindah ke lain kota
dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria pilihan mereka. Dasar
nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah. Padahal aku sudah berniat
menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku suka atau tidak.
Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa hampa.
Untungnya
sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang sama aku
berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup sehat,
bodybuilding. Saat itu, sekitar tahun 1998, yang namanya olahraga
fitness, bukanlah suatu trend seperti sekarang. Peminatnya masih
sedikit. Gymgympun masih jarang.
Sejujurnya aku malas
berbodybuilding seperti yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu
sedang panaspanasnya isu politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya
krismon yang benarbenar merusak perekonomian Indonesia.
Untungnya
perusahaan tempatku bekerja cukup kuat bertahan badai akibat krismon,
hingga aku tidak turut diPHK. Namun temanku yang sangat baik itu terus
memotivasiku, hingga tak sampai 3 bulan, aku yang tadinya hanya seorang
pria berpostur biasabiasa sajawalaupun aku bertubuh atletis, menjadi
seorang atlet bodybuilding baru yang cukup berprestasi di
kejuaraankejuaraan daerah maupun nasional.
Hebatnya lagi kantorku
dan seluruh keluargaku ikut mendukung semua aktivitasku itu. Kata mereka
kantor kita punya Ade Rai baru, hingga kita tidak perlu satpam atau
bodyguard baru suatu anekdot yang sudah menjadi santapanku berharihari.
Semakin berlalunya waktu, aktivitas bodybuilderku kukurangi.
Apalagi
aku sudah diangkat menjadi kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan
mulai berpihak pada perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah
sibuk sekarang. Namun untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima,
aku tetap rutin basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku
pergi ke tempat fitness.
Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis
dan berotot, namun tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding
dadakan. Sewaktu aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita
melirikku. Beberapa di antaranya mengajakku berkencan.
Tapi karena
saat itu aku sedang asyik menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan
mereka tidak kutanggapi. Salah satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia
adalah puteri tetangga mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan
melanjutkannya ke sebuah PTn terkenal di kota Bandung.
Gadis itu
suka menggoda di setiap mimpiku dan bayangannya selalu menghiasi
pikiranku saat aku menyetubuhi istriku. Kisahku dengan Mia akan
kuceritakan lain waktu. Seperti biasanya, aku bangun pagi. Pagi itu aku
bangun pukul 04.30 pagi.
Setelah cuci muka, aku mulai berganti
pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi. Udara pagi yang sehat memang
selalu memotivasiku untuk jogging keliling kompleks perumahanku. Dengan
cuek aku memakai baju olahraga yang cukup ketat dan pas sekali ukurannya
di tubuh machoku ini.
Kemudian aku mengenakan celana boxer yang
juga ikut mencetak pantatku yang seperti dipahat ini. Aku sengaja
bersikap demikian demi mewujudkan impianku, menggoda Mia dengan
keindahan tubuhku. Menurut kabar, dia juga suka jogging. Niatku
bersenangsenang dengan Mia memang sudah lama kupendam.
Namun
selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran. Dia seperti
layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai keringatan. Peluh yang
membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh ini tercetak dengan
jelas.
Aku membayangkan Mia akan terangsang melihatku. Tetapi
sialnya, pagi itu tidak ada tandatanda Mia sedang berjogging. Tidak
kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa berjogging bersama. Padahal
aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat itu aku baru sadar, aku
bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku jogging jam 06.00 ke atas.
Dengan
perasaan kecewa aku balik ke rumah mertuaku. Dari depan rumah itu
tampak sepi. Aku maklum, penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat
aku bangun, tidak terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap
tidur setelah semalaman dia menemani anakku bermain playstation.
Saat
aku berjalan ke arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang
seksi itu sedang mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging
tadi. Kamar mandi di rumah mertuaku memang bersebelahsebelahan dengan
dapurnya. Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi
itu.
Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit
terbuka, hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku
yang menggairahkan itu dengan jelas. Mertuaku walaupun usianya sudah
kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek, karena dia sangat rajin
merawat tubuhnya.
Dia rajin senam, aerobik, body language, minum
jamu, ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan
tubuh wanita muda usia 30an. Melihat pemandangan syur itu, kontan
batangku mengeras. Batang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan
lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab.
Batang itu juga
ingin diremasremas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang
lebih sempit lagi. Sambil meremasremas batangku yang sudah mulai tegak
sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu.
Akhirnya
timbul niatku untuk menggaulinya. Setelah menimbangnimbang untung atau
ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu
mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku
menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai
kemaluannya.
Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku
yang masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal. Arif, nakal kamu
katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku.
Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh
masingmasing.
Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga
aku sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan
gagah. Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan permainan
oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk dengan
batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru.
Aku
menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang
kencang itu, meremasremasnya, mempermainkan putingnya yang sudah
mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya
sebanyak 2 kali. 1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam posisi
berhadaphadapan di dinding kamar mandi.
Namun sayangnya, batangku
masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku ini
masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami
akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu.
Dia
kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia
berbisik mesra, Jangan khawatir Arif sayang, waktunya masih lama katanya
nakal. Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu
sambil terus mendesahdesah nikmat. Tibatiba ibu mertuaku menghentikan
perbuatannya itu.
Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes, Lho, bu, aku khan belum keluar? suaraku parau, penuh birahi.
Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk katanya mesra.
Aku
pun tambah bingung. Tapi khan ada bapak? suaraku masih saja parau,
karena birahi. Tenang saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah
kamu jogging tadi, dia ada tugas ke Jawa sahut ibu mertuaku sambil
mengemasi pakaian olahragaku yang tercecer di kamar mandi dan kemudian
menggandengku ke arah kamarnya.
Begitu sampai di kamarnya, aku
disuruhnya telentang di ranjang, sementara dia mengelap sisasisa air,
keringat, dan sabun di tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di
kamarnya. Lalu dia melakukan hal yang sama padaku.
Setelah itu dia
langsung saja mengambil posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak
lama nafsuku pun bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat
mertuaku keluar sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi
ini akan ketahuan istriku, tapi persetanlahque serasera.
Apapun
yang akan terjadi terjadilah. Aku pun balik menyerang ibu mertuaku.
Mulut dan lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga
ikut aktif merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu
mertuaku.
Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan
seksual kujilati, dan keremasi dengan gemas. Kumainkan pula apa yang ada
di sekitar daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di
kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi
untuk yang ketiga kalinya.
Aaaaahhhh. Arif sayang . jerit nikmat
ibu mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang
vaginanya. Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang
tersisa. Akupun tersenyum, lalu aku merubah posisiku.
Tanpa
memberikan kesempatan ibu mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan
batangku yang masih bugar dan perkasa ini ke arah vaginanya, lalu
kusetubuhi dia dalam posisi misionaris. Kurasakan batangku menembus
liang vagina seorang wanita kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih
terasa kekenyalan dan kekesatannya.
Tampaknya program jamu khusus
organ tubuh wanita yang dia minum berhasil dengan baik. Miliknya masih
terasa enak dan nikmat menggesek batangku saat keluar masuk. Sambil
menyetubuhi ibu mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar dan
kenyal itu, dengan mulut dan tanganku.
Kurabaraba, kuremasremas,
kujilat, kugigit, sampai payudara itu kemerahmerahan. Puas bermain
payudara tanganku mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku
bergerilya di ketiaknya yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya
masih mempermainkan payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas,
meremasremas rambutku, dan mencakarcakar punggungku.
Posisi nikmat
ini kami lakukan selama bermenitmenit, hingga 45 menit kemudian ibu
mertuaku mencapai orgasmenya yang keempat. Setelah itu dia meminta
istirahat. Aku sebenarnya malas mengabulkan permintaannya itu, karena
aku sedang tanggung, hampir mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku
mengalah.
Arif kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali puji ibu mertuaku.
Aah ibu bisa saja deh kataku merendah. Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa lanjut pujiannya.
Itukan
sudah jadi kebiasaanku, bu aku berkata yang sebenarnya. Kamu benarbenar
lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu puji mertuaku lagi. Lalu
kami bercakapcakap seperti biasanya. Sambil bercakapcakap, tangan ibu
mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku.
Terakhir dia kembali
mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya. Aku bangkit, lalu
beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran, dikiranya
aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta kami.
Tapi
kutenangkan dia sambil berkata, Sebentar bu, aku akan mengecek keadaan
dulu. Aku memang khawatir, aku takut istri dan anakku bangun. Dengan
cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan keluar kamar mertuaku.
Ternyata dugaanku salah.
Hari memang sudah beranjak pagi, sekitar
jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga bangun. Penasaran
kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur. Ternyata baik anak
maupun istriku masih tertidur lelap.
Aku lega melihatnya.
Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat mereka
kolaps. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel ke angka
9 pagi. Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh kedamaian, sambil
berkata dalam hati,
Tidurlah yang lama sayang, aku belum selesai
menikmati tubuh ibumu lalu mengecup pipinya. Setelah itu, aku kembali ke
kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar mertuaku. Kami
terlibat kembali dalam persetubuhan nikmat lagi.
Dalam
persetubuhan terakhir ini, aku dan ibu mertuaku samasama meraih orgasme
kami bersama dalam posisi doggy anal. Sesudahnya aku balik ke kamar
istriku, setelah membersihkan diri di kamar mandi untuk yang terakhir
kali, dan kemudian mengenakan baju tidurku kembali.
Begitulah
cerita seksku Begitulah cerita seksku dengan Ibu mertuaku di suatu pagi
hari yang indah. Tidak ada Mia, ada Arini, mertuaku yang molek dan
menggairahkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar