Agen Slot Terbaik - Cerita Sex Bu Siska Ibu Angkatku - Jumat pagi itu, aku hanya setengah hari ke kampus. Siang dan sore itu
memang terasa agak berbeda hari ini. Mungkin karena akan ada kejadian
istimewa yang akan kualami sebagai pengalaman baru makanya gairah jadi
lebih dari harihari biasanya.''
Agen Slot Terbaik - Saat itu, Umurku baru 19 tahun. Umur
yang tak sebanding dengan pengalaman hidup yang kualami. Bayangkan, di
umur sedini ini, aku sudah pernah bersetubuh dengan 3 wanita cantik.
Satu orang kuanggap ..istriku.., satunya lagi bahkan ibu angkatku, dan
yang terakhir dan paling seru adalah dosenku yang sekaligus sahabat
terdekat Bu Siska, ibu angkatku.''
Kukatakan paling seru hot karena
Bu Hesti (atau Tante Hesti), dosenku itu ternyata punya libido yang
lebih tinggih lagi dibanding ibu angkatku. Sejak pertama kali
berhubungan badan denganku ia sudah tak malumalu memintaku untuk
melayaninya hampir tiga kali sehari. Tak mengenal tempat, Bu Hesti malah
pernah dua kali memintaku menyetubuhinya di ruang dosen yang saat itu
kebetulan sedang sepi. Lalu di toilet kampus ketika aku baru saja hendak
menuju tempat parkir. Dan yang seingatku paling seru adalah sehari
sebelum kami melakukan ..pesta bertiga
Sesuai kesepakatan kami
(lebih tepat ultimatumku pada Bu Hesti), dia hari ini akan mengatakan
ide gilanya (main bertiga) pada ibu angkatku itu. Aku dimintanya
menunggu di suatu tempat (hotel) di kawasan menteng dekat rumah untuk
bertemu dan melihat bagaimana hasil ..loby.. Bu Hesti terhadap Bu Siska.
Dengan bersemangat, aku yang sedari pagi memang terus memikirkan hal
itu jadi tegang seharian.
Tak sabar rasanya ingin segera
mengetahui apakah ibu angkatku itu akan setuju atau tidak dengan ide Bu
Hesti. Meski tak seratus persen yakin, aku sangat berharap ibu
menyetujuinya. Bayanganbayangan vulgar dua tubuh perempuan paruhbaya
yang keduanya montok dan bahenol itu tergambar jelas di benakku,
bagaimana jika dua tubuh bugil itu ..tersaji.. dan menggoda gelora api
birahiku.
Ah! Aku benarbenar menginginkannya segera! Ya, segera!
Aku ingin memakan keduanya mentah mentah! Memasukkan kontolku di kedua
memek yang samasama nikmat itu bergiliran, memompa keras kelaminku pada
kewanitaaan mereka, mengantarkan gelora api seksual mereka ke puncak
dengan teriakan sejadijadinya, hempasan sekeraskerasnya, genjotan
secepatcepatnya dan hujaman sedalamdalamnya, aaah!!!
Aku memasuki
kamar hotel yang telah di booking sebelumnya oleh Bu Hesti, siang jam
12.30pm. Badanku menghempas dan telentang di kasur empuk itu. Telanjang
sudah, tanpa CD dan tanpa selimut. Kubiarkan dinginnya aircon menerpa
seluruh poripori kulitku, karena sebentar lagi, seorang perempuan yang
kurang dari empat hari ini mulai mengisi ..jadwal ngentotku.. di
selasela aktivitas seksual keseharian dengan Bu Siska akan datang dan
kuyakin membawa berita baik tentang rencana ..2v1 Fuck.. yang kuimpikan
sejak Bu Hesti mengatakannya.
.ting tong..,.. bel pintu berbunyi,
aku melompat ke arah pintu dan langsung mengintip melalui lubang kecil
disana. Oy oy! Perempuan paruhbaya bertubuh sintal dan bersusu montok
ini datang juga rupanya. Berpakaian terusan biru motif bunga tanpa
lengan, mempertontonkan ..sisa.. putihnya kulit dan kemontokan buah dada
nya tak mampu sembunyi dibalik baju feminim itu.
Uuuhhhh, ia
sangat tahu seleraku rupanya, terusan berkancing depan dengan dada
rendah dan pinggiran berenda itu seperti memacu adrenalin kelelakianku
untuk tak sabar menunggu tanganku yang membuka pintu. Dan begitu ia
masuk, aku cepat menutup pintu dan dengan gerakan yang ia tak
sangkasangka, kudekap dari belakang. Langsung menyingkap gaunnya yang
begitu menggoda.
Tangan kananku mendekap erat pinggangnya dari
belakang, yang kiri menyingkap bawahan gaun itu dan langsung menyambar
tepian celana dalamnya, kucopot dengan paksa hingga pemiliknya gelagapan
seperti tak siap. Tapi begitu wajah manis mirip artis Camelia Malik itu
sedikit menoleh kebelakang, aku langsung menerkam bibir sensualnya.
Keciplaknya pun jadi memicu birahi untuk segera ..memperkosa.. ibu dosen
binal nan nikmat pepeknya ini!
Bu Hesti memang tak lagi sempat
berkatakata, ini kali pertama sejak affair kami, aku ..memperkosanya Dan
akhirnya, meski kelihatan sedikit merontaronta seakan menolak, ia
pasrah juga saat kubaringkan tellentang dengan pakaian yang masih
melekat tapi awutawutan itu. Kakinya mengangkang dan menjuntai di
pinggiran tempat tidur, setengah dari kancing depan dada gaun terusan
itu terlepas dengan cup BH yang kutarik kebawah, menunjukkan eksistensi
kemolekan buah dadanya, di pinggiran puting kiri susu itu bahkan masih
tampak sisa kenyotan mulutku saat pertama ngentotin ibu dosen ini.
Kuangkat
keatas kakinya tinggitinggi, kukangkangi kiri kanan lebar, menunjukkan
jelas rekahan vagina yang lebih senang aku sebut PEPEK merah itu,
menggoda sekali. Dan buah zakar, pelir atau kontolku mengacung keras dan
bersiap masuk menerobos pintu lunak yang rupanya telah basah itu.
.sudah
basah ya, tante.. Cepat banget basahnya. itu katakataku yang baru
pertama keluar sejak ia memasuki pintu kamar, aku memang memanggilnya
TANTE, in stead of Bu Hesti. Ia yang minta begitu utk membedakan
panggilannya dengan ibu angkatku. Aku juga senang, karena menurutku,
kata TANTE mengandung konotasi BINAL yang tak kalah heboh dengan
NGENTOTIN IBU ! dan bukannya mengeluh atas perlakuanku, ia malah semakin
gila menggesekgesekkan kepala penisku di pintu vaginanya yang sudah
..siap coblos.. itu.
.hhhhhhhh..saaay..dari tadi juga tante
basaaaaah mikirin kamu, ayyooohh aahhh, vaginaku minta dimasukin segeraa
aaahh..!!!!.. jeritnya sambil mendesahdesah mengiringi tarian kepala
penisku yang masih saja hanya sekedar menggelitik clitoris diatas bibir
memeknya.
.kontol! Setan! Monyet! Cepat setubuhi aku! Kalau tidak,
awas ya. Akan kudekap pinggangmu dengan kedua kakiku yang melingkar
ini. Setan! Anak kurang ajar, kalau kau terus mengucel itilku begini,
aku bisa keluar duluan
Lengkap sudah pemandangan penuh sensasi
ini, Bu Hesti dosen akuntansi paruhbaya itu kini seperti gadis perawan
yang binal, mengemis untuk segera kusetubuhi, tak peduli terusan biru
berbunga, panjang dan berenda itu masih melekat di badannya, bahkan
sepatu putih berhak tinggi itu belum terlepas dari kedua kakinya. Kedua
betisnya terpegang tanganku kiri kanan, pahanya otomatis membuka lebar
celah pangkal dimana barang nikmat berbulu lebat itu merekah dan
betulbetul siap menerima sang tamu besar nan panjang yang hampir setiap
hari selama minggu ini mengunjunginya dengan teratur.
Segera saja
aku menyudahi permainan kepala penisku yang menggesek dan menggelitik
bibir memeknya, kupasang tepat menempel di mulut liangnya dan dengan
penuh tenaga, sekali dorong kuhabiskan membenamkannya amblas hingga tak
tersisa.
.Oooooouuuuuhhhhhhh!!!! Yessssss!!!! Aaaaahhhh!!!!..
jerit perempuan seusia ibuku itu dengan keras pula, seolah melepas
ketidaksabarannya menanti. Penisku mentok membentur dasar liang vagina
yang telah pernah empat kali dilalui jabang bayi itu. Tetap nikmat dan
menjepit, senutsenut di dalam sana, aku menarik hingga kirakira setengah
.Uuuffff.nnggg..,.. bibir sensual Bu Hesti mengepit keras, seiring
denyut vaginanya yang seakan menyedot kembali batang penisku yang hendak
lanjut keluar.
.masukkan lagi saaaayyyaaangg..aaaahhhhh,..
desahnya saat aku menunggu sejenak sambil memandangi tubuh bongsor dosen
akuntansi ini. Tanganku meraih buah dada yang sedari tadi
..menganggur.. di sela belahan depan gaunnya yang terkoyak.
.remeeesss..susu tanteeeeBuuudddiiihhh ooohhhh,..
.tante belum cerita bagaimana hasil ngomong dengan ibu..,.. aku berkata
sambil menghentikan gerakan turun naik di atas pangkal pahanya, membuat
Bu Hesti cukup senewen.
.ayo goy ang dulu saay..nanti tante
ceritaiiinn..uuufff tanggungg niiiihh,.. ia mencoba menggoyang
pinggulnya kesamping. Mungkin berharap aku akan terpengaruh dan lanjut
menggenjot atas bawah. Tapi kudiamkan saja, sengaja kupermainkan
kenikmatan yang dialaminya.
.ooouuhhh, jahaaatt kamuuuhhh,.. ia
menampar dadaku pelan, menunjukkan kekesalannya karena tak mampu
menaikkan pinggulnya untuk memasukkan penisku yang hanya menancap sampai
kepala. Tentu Bu Hesti tak mampu, tubuhnya terlalu berat untuk
mengangkat dengan posisi begitu.
.OK, sayang! Huuuh..Tante mau cerita, tapi please, goyang dooong, Tante ngga tahan kalau kamu diam begitu,..
.deal! Akan saya goyang perlahan dan tante cerita, hmmmm..sssshh,..
.ibumu mauuu saaayyy.hhhhhh yesss..ooouuuhhhhh,..
.ooohh yaaahhh.. Apaaah katanyaaah.
.diaa bilaaangg kamuuuhh pastiiihh sangguuupp,..
.ngga risiih. aku bertanya
.ooouuhhh..ssshhh risiiih jugaaahhh..,..
.nah trus. aku berhenti sejenak sampai ia merengek minta diteruskan.
.hhhhhmakanyaaahhh bertahaaapp..ooouuhh goyang saaayyy ooouuff,..
.bertahap gimana. aku diam lagi
.hhhh..jangan berhenti ddoooong, ssshhh maksuudnyaahh kalian main
duluan, nantiih tante bergabung setelah kalian main setengah ronde, biar
ngga cangguuungghhhhh yaaah ooh yaaahhh ooohhh yaaahhh,..
.maksudnya hhhh tante gabung belakangan gituuuhhh . aaahhh
.iyaaahh saayyy..tunggu kalian setengah ronde permainan dan tante datang langsung gabuuunggsssshhhh,..
.kenaaapaaah..nggaa seekaaaliiiaan ajaahh langsuuung gituuhh.
kupercepat genjotan akibat membayangkan bagaimana nanti aku bermain dengan dua wanita paruhbaya yang jelita ini.
.tantee
siiih mauuhh ajaaahh..taaapiii kaan iiibumuu yang mintaa, oouuhhh
genjoot lebih keras lagiiihhh buuuddooohhh..yesss..tante ntarrr lagiiihh
niihhh,.. ujar Bu Hesti terengahengah mencoba mengimbangi hempasan di
pangkal pahanya.
Sebentar lagi ia rupanya akan orgasme. Aku sudah
hapal benar ..tingkah.. dan ..kebiasaan.. perempuan paruhbaya dan
kelaminnya saat mereka menjelang orgasme. Kucoba mengatur permainanku
agar ia lebih lama lagi. Aku memperlambat gerakan dan menjulurkan
lenganku kebalik punggungnya, langsung memeluk dan mencium, dengan
mesra.
.jangan keluar dulu tante, Budi mau tante lebih lama karena
hari ini tante kelihatan cantik sekali,.. aku mencoba merayu untuk
mengalihkan perhatiannya.
.ouuuufff.ooohhh..kamuuhh bilang..tantee
cantiiikk.. Hhhhaaaauuuhhh..cantik mana sama oouuhhh ibuu kamuuu
uuuuhhhh.. Hooohhhh..ssshhhhh,..
.samasama cantik, tante sayang., saya suka sekali penampilan dan tingkah genit tante seperti ini,..
.bisaa ajaaah kamuuuhh saaayy..oouuhhh nikmatnyaah goyangan
kamuuuuhhh..tante bisa gilaa kalau nggak main sehari aja sama
kamu..oooouuhhh..yesss..yesss..yesss,..
Cerita Sex Gairah Ibu
Siska Ibu Angkatku Aku berhasil juga membuatnya bertahan lebih lama,
dengan gaya yang romantis itu tadi, yang tentu saja mengalihkan
perhatian dan membuat ia GR dengan pujianpujianku. Saat ini aku memang
ingin kami mencapai klimaks bersamasama, oleh sebab itulah saat penisku
merasakan gejala klimaks di dinding vagina Bu Hesti, aku langsung
berhenti bergoyang. Hasilnya, sudah 30 menit permainan, ia belum keluar
juga, aku pun berusaha untuk mencapai klimaks yang segera. Setiap
gesekan dinding penisku dan vaginanya, sangat kuresapi sehingga beberapa
saat setelah kirakira 45 menit persetubuhan itu berjalan aku mulai
merasakannya.
.oooouuuhhh..tanteeeeehhhkeluar samasama yuuukk say,..
.uuuuhhh..yesss..ayo sayaaaangg..tanteeeh juga sudaaah nggaaaa
sangguuup lagiiiiihh oouuuhhhhooohhh..yessss..yesss..yesss..yesssaaaa u
uuhhh.nikmaaatnyaaaahhh oou
uuhhhh.hhhhh.budiiiihhhh..buuuuudiii..budiiii..b udiii..yesss!!! yes!!!
Tekan sayang, tekan sayaaaang..,.. desahannya berubah jeritan, aku juga
semakin mempercepat naik turun, kini menghempas keras pinggang kami.
.Yes tante! Tante! Tante! Tante! Ooouuuhhhh..goyang sayang oouuhh!!!..
.Peeeluukkk tanteeehhh aaaoouuuhhh..sayaaang peluk tante, peluk tante oouuhhhh!!..
Akhirnya ia melepas juga, menyembur didalam sana, dari lubuk rahimnya keluar cairan hangat menerpa kepala penisku.
.oooouuuhhh..yeeess..tante,
tanteeeeeee oooooohhhhhhh!!!!.. aku melepas juga beberapa detik setelah
Bu Hesti orgasme. 1,2,3,4,6,7,9,12,,15kali semburan spermaku di dalam
liang vaginanya. Penuh! Sampai menyembur beberapa tetes keluar dari
kemaluan Bu Hesti.
Lama kami saling mendekap erat sekali, aku
menindih sambil memeluk kuat tubuh bagian atasnya, benarbenar lezat
tubuh dosenku ini, kedua payudaranya tergencet dadaku. Bibirnya kubekap
dengan bibirku, kusedot lidah Bu Hesti, kutelan liurnya hampir tak
bersisa. Bu Hesti juga dengan antusias menyedot lidahku. Luar biasa
permainan ini!
.mmmmhhhh.nikmatnya saaay.tante puas sekali..,..
.saya juga tante, tante tadi hebat!.. pujiku
.hebat gimana say.
.bisa lama begitu, saya puas sekali,..
.Ah, itu karena kamu yang ngajari tante. Mulanya sejak tadi tante sudah
hampir sampai tapi karena kamu ajak ngobrol jadi tante bisa bertahan
lama,..
.pokoknya tante luar biasa, nanti kalau main bertiga tante juga harus mengatur biar bisa lama seperti tadi,..
.akan tante coba, tapi biasanya tante ngga bisa kontrol, kalau sudah
terasa geli sedikit aja, pasti tante langsung genjot trus keluar
deh..,.. akunya polos.
Kucium pipinya dengan mesra, tante membalas
sampai beberapa menit setelah itu ia minta istirahat dulu karena
seharian tadi ia sudah ..kerja keras.. merayu Bu Siska supaya mau main
bertiga.
Kubiarkan ia tertidur disamping aku yang melamun
membayangkan bagaimana rasanya besok kami (aku, Bu Siska dan Bu Hesti)
akan menikmati dua hari di Villa puncak, main bertiga untuk yang pertama
kalinya. Kubayangkan bagaimana aku akan melayani dan dilayani dua
perempuan cantik paruhbaya bertubuh montok ini. Satu adalah ibu angkatku
yang selama ini menjadi partner seks tetap dan satunya lagi adalah
dosen akuntansiku di kampus.
Bu Siska punya buah dada besar, bisa
untuk menjepit penisku. Memeknya berbulu lebat sekali, aku hobi
menjilatnya, mainnya kreatif dan punya banyak ide untuk membuat aku
selalu merasa berbeda dari waktu ke waktu. Bu Hesti punya wajah
menggairahkan, membuat setiap orang yang memandangnya jadi nafsuan,
susunya tak sebesar milik ibu, tapi aku suka bentuknya yang agak panjang
seperti pepaya, walaupun sudah sedikit turun karena usia dan empat
orang anak yang menetekinya dulu.
Yang paling kusuka dari Bu Hesti
adalah memeknya yang masih terasa sempit, walaupun tidak
se..empotempot.. memek ibu angkatku, memek Bu Hesti terasa lebih
mencengkeram. Mungkin karena aku baru memakainya beberapa kali saja
dibanding memek Bu Siska yang hampir tiap hari dan tiap jam aku jejali
dengan penis perkasa ini.
Garagara keasikan melamunkan bayangan
vulgar itu, aku jadi tegang lagi. Sejam saja sejak orgasme tadi, aku
kembali meminta jatah dari Bu Hesti. Malah kali ini kubiarkan ia
terlelap dan dengan hatihati kumiringkan badannya dan menekuk satu
kakinya kedepan. Dengan hatihati setelah menempatkan diri berjongkok di
belakang pantatnya yang semok itu, aku menempelkan kemaluanku tepat
dibibir vaginanya yang masih saja basah akibat tumpahan cairan kelamin
kami tadi. Blesss!!! Sekali dorong, langsung tertembus. Pemiliknya kaget
dan terbangun, menemukan dirinya sedang dientot lagi.
.oooouuhhh.saaayyykamu jahaaaaatttt..aaaaaaaaahhhh..,.. meski begitu ia menikmati juga.
Akhirnya
permainan itu berlangsung juga, kubawa ia terbang melayang berkalikali
sampai setelah itu aku melepas untuk yang keduakali hari ini dalam
vaginanya. Ah..Bu Hesti, Bu HestiNikmatnya memekmu!!!
Sampai di
rumah malam itu, aku langsung masuk kamar. Dan betapa aku terkejut
melihat pemandangan di dalam sana. Di tempat tidurku sudah berbaring
seorang perempuan paruh baya, mengenakan daster tipis, baju tidur
transparan dari bahan sutra putih lembut yang cukup memberikan gambaran
bentuk tubuh sintal nan aduhai.
Wajahnya menyunggingkan senyum
yang lebih berarti ajakan bagiku untuk segera ..menyantap.. hidangan itu
mentahmentah! Huh, ibu rupanya juga menginginkan itu, sehingga tanpa
permisi padaku, begitu aku duduk di pinggiran tempat tidur dan akan
menciumnya ia menyambut dengan antusias. Tangannya langsung dengan
cekatan mencomot satupersatu pelapis tubuhku.
.kamu jahat
membiarkan ibu menunggu dari sore tadi., besok kita akan ke puncak. Bu
Hesti tentu sudah memberitahukan itu,.. lembut dan datar sekali
suaranya, menunjukkan betapa ia seorang ibu yang matang fisik dan
mental.
.apa itu Bu.
.nakal kamu, purapura tidak tahu,.. lanjutnya setelah berhasil melepas semua pakaianku
.Baru saja kamu pasti sudah melayani Bu Hesti, sekarang apa masih ada sisa untuk ibu.
.haaah. aku terkejut ternyata ibu tahu itu. Tapi belum lagi aku habis
berpikir bagaimana ia sampai mengetahuinya, ibu sudah menindih, dengan
sedikit mengangkat gaun tipis itu ia langsung menempatkan diri diatas
pinggangku yang kini terbaring dengan penis yang secepat itu pula tegang
mengeras.
.ayoooh say, ibu sudah basaah dari tadi, ngga tahan mbayangin kamu terus, oouuh,..
.ssshhhh..oouuhh ibuuuuuhhh enaaaakhhhh,.. desahku meluncur begitu ia
menurunkan pantatnya dan membalut penis tegangku kedalam celah liang
vaginanya. Langsung menggoyang naik turun, pelan, pelan, dipercepat,
agak cepat dan semakin cepat sehingga kini keciplaknya mulai terdengar
keras.
Plak! Plak! Plak! Bunyi kemaluan kami yang bertaut dan
mulai becek disekitarnya akibat cairan ibu yang ternyata memang sudah
banyak sekali. Nafsunya sudah sangat tak tertahan rupanya, sehingga
sekejap saja ia sudah ..basah.. seperti itu.
.Oooohhhhh!!!
Ooohhh..ooooohhhh..ooohhh..aaahhh..oooohhh,.. jeritnya keras sambil
menjambakjambak sendiri rambutnya yang lepas tergerai. Kubelai buah dada
besar ibu yang sudah lama menjadi ..hakku.. itu.
.oooohhh yyeeeeessshhhh yaaang kerassshhh remeeeeshhh susu ibuuu!!!.. teriaknya lagi.
Tak
tahan dengan sensasi nikmat ibu angkatku ini, aku jadi ikutikutan
bernafsu. Kubanting tubuhnya, giliran aku yang diatas memompa naik
turun. Padahal gaun tidur sutra itu masih melekat dan kini melingkari
pinggangnya. Bagian dadanya melorot kebawah dan roknya terangkat keatas
pinggang. Sebuah pemandangan yang justru membuat nafsu semakin
terpanggang birahi. Aku menghempas sejadijadinya, menggenjot
sekeraskerasnya dan menusuk sedalamdalamnya. Mulutku seringkali menunduk
dan langsung meraih puting buah dadanya, menyedot menariknariknya
dengan gemas.
Ibu tak mau pasif saja, sejurus kemudian ia
membalikkan posisi. Aku kembali berada dibawah, ia berputar menghadap ke
arah kakiku, sambil terus saja mengocok vaginanya dengan penisku turun
naik. Bongkahan pantatnya yang semok besar kuremasremas, ketika
terangkat ke atas ia menunjukkan betapa kemaluanku yang tegak dan keras
itu menyangga celah bibir vaginanya. Saat turun menghempas keras, ia
menimbulkan keciplak seperti suara tepuk tangan. Benarbenar pemandangan
yang sensasional dan memabukkan.
.Say, hhhooooohhhhh ibuuuhh nggggaaaa taaaahaaannnn..mooo keeeluar aaauhhh!!!..
.yyaaahhh buuuhhh ayoooohhh keluarinhhhh, tapiiii hhhheehhh baliikk duluh.. pintaku sambil terengahengah.
Sejenak
kemudian ia melepas pertautan vagina dan penis itu. Lalu berbaring
telentang disampingku. Kakinya diangkat tinggi keatas dengan paha yang
membuka lebar, menunjukkan belahan bibir vagina yang merah merekah
dengan bulu lebat itu. Benarbenar sensasional! Vagina itu kini menganga
lebar menunggu penisku untuk ..menuntaskannya.. dengan segera.
.ah..ibu,.. aku sampai berguman mengagumi pemandangan yang terhidang begitu sempurna dihadapanku sekarang.
.kenapa saaaay. rajuknya manja.
.vagina ibu bagus sekali,.. dengan jujur kukatakan.
.ah
kamu bisa aja, ayo say..ibu ngga tahan niih..,.. pintanya sekali lagi.
Aku yang kemudian tak tahan juga. Secepatnya kutempatkan pinggangku
diantara pahanya, menempelkan penisku di bibir merah vaginanya, meraih
kedua susu besar ibu dengan kedua tanganku dan langsung menggenjot keras
dan cepat sekali.
.Ooooooouuuuuhhhhhaaaaaahhhh..ahhhh..ahhh..ahhhh
..ah hh..yesss!!!!.. jeritan khas Bu Siska setiap kali ia akan menjelang
orgasme.
Aku bergerak tanpa jeda, terus menggenjot naik turun sambil meremas dan berpegang pada buah dada besar itu.
.mmmmmmmmmmmm..mmmmhhhhhhhh..oooooohhhh..iiibuu
uuh h keluaar rrrrrrrrr.ooooooooooooouuuuhhhhhhhhhh yesss yesss
yessshaaaaaaaaahhhhh,.. jerit panjang itu mengantarnya sampai di ujung
kenikmatan.
.Yaaahhhh..buuuuhhh ayooohhh keluariiinnn semuaaahhh
ooohhh meeemeeek ibuuuuhh enakkkk ooouuhhh..sshhhhjepiitttt buuuuhhh
ooouuhhhhh,.. aku ikut berteriak merasakan jepitan vagina ibu yang
semakin keras saatsaaat ia terasa melepas di dalam sana. Duh, nikmatnya
memek ibu angkatku ini.
Beberapa saat tubuhnya mengeras, pahanya
mengapit tubuhku dengan kuat. Ia melepas dengan begitu nikmat. Aku
menunduk memberikan ciuman mesra setelah ia sedikit melemas menuntaskan
puncak orgasmenya.
.jangan lupa, bu. Saya belum.,.. bisikku pelan sambil mengecup belakang telinganya, berusaha membuat ibu bangkit lagi.
.yaaa..sayang, goyang aja yang pelan..ibu masih sanggup, tapi yang pelan aja ya.
.baik bu,.. aku mulai menggoyang lagi. Dengan pelan seperti permintaannya. Dengan mesra seperti yang lebih aku suka.
.I love you, Bu..,.. bisikku sambil terus menggoyang naik turun diatas
tubuhnya. Matanya yang sedari orgasme tadi terpejam, membuka dan
menatapku seperti tak percaya.
.ibu juga sayang
kamu.oouuuhhhhnikmatnyaaahhhh,.. ibu langsung memelukku erat. Membelai
lembut punggungku. Aku meneruskan goyangan pinggul naik turun diatas
pangkal pahanya dengan pelan dan mesra.
Bibir kami bertaut, saling
melumat didalam sana, lidahku dan lidah ibu seperti berebut membelai
dindingdinding dalam rongga mulut kami.
Pahanya mulai menjepit,
mengapit pinggangku yang terus bergoyang. Bu Siska rupanya telah bangkit
lagi dengan permainan lidahku di permukaan buah dadanya. Bibirnyapun
mulai menggumam lagi, nafasnya turun naik.
Kupercepat goyangan dari atas, ..ooooouuhhhsayaaang..,.. desahnya,
Ibu mulai berusaha mengimbangi goyanganku, pinggulnya dibuat meliuk seperti menuntun alur kemaluanku dalam liang vaginanya.
.ssshhhhh.ibuuuu diatas say..,..
Kami
berbalik posisi. Ibu sekarang menindih, berat juga karena ukuran
tubuhnya yang montok besar itu. Tapi kenikmatan liang vaginanya yang
terus membalut lembut penisku membuat aku tak merasakan beban tubuhnya.
Ia kini asik bergoyang, pelan awalnya dan bertahap dipercepat.
Kali
ini aku tak mau berlamalama lagi, bersamaan saat ibu menyodorkan buah
dadanya ke mulutku, pahanya seperti mengepit memberikan tanda bahwa ia
sudah menjelang orgasme lagi. Memang sudah tigapuluh menit sejak
orgasmenya yang pertama tadi.
.ibuuuhhh mau keluar.
.iyaahhh saaayaaangg..hhhh seeebenntaaar lagiiiihhh rasanyaaahhh..,..
.samaaahhsamaaahhh buuuhhhh..saya jugaaah,..
.ayoooohh saaayyy sekaraaanggg..hhh..hhhh..hhhh..ooouuhhhh,..
ibu mempercepat genjotannya. Aku mempererat pelukanku, kami berciuman mesra, dengan kuat dan sepenuh hati. Sampai kemudian..
.aaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuhhhhhhhh..ssshhhh..ooo
ooo hhhhhhhhh..ibuuuu keeelu
aaaarrrrrrbuuuuddiiiiihhhiiiyeeesssooouuhhhh h yeeeeessss..ooohhh
yeessss,.. jeritnya panjang sembari menjepit keras.
Beberapa detik kemudian aku menyusul..
.Ooooooooooohhhhhh..buuuuuuuhhhh.aaahhhhhhhh..ye sss yess yesss yesss oouh yess ouh yesss ouhhh yesssss.!!!!.. aku melepas puas.
Untuk
kesekian kalinya pada hari ini kutumpahkan spermaku dalam liang vagina
perempuan paruh baya ini. Puas sudah rasanya menikmati sari tubuh Bu
Siska yang kini terkapar disebelahku.
.Bu,.. aku memanggilnya setengah berbisik.
.iya sayang.. sahut bu Siska mesra sambil mengecup.
.ibu ingat nggak kalo besok pagi kita ngapain di puncak,.. aku ragu melanjutkannya.
.ingat dong, sayemang kenapa.. Ada perubahan.
.engga sih, Cuma Budi koq canggung ngomongnya,..
.malu.. Masa sih kamu malu say.
.ibu sendiri gimana.
.eeemmmmgimana
yaaah..asik juga, malah ibu nggak sabaran rasanyahehehe jadi malu,..
ibu menutup wajahnya dengan bantal. Aku geli juga membayangkan kejadian
besok. Benar juga kata ibu. Pastilah sangat mengasikkkan. Ah aku tak
sabar lagi !!!
.Sudah ah, sekarang cuci dulu gihbelepotan tuh!..
kata BU Siska sambil menarik tanganku ke arah kamar mandi. Selesai
bersihbersih, aku mengajak ibu tidur di kamarnya, lebih luas dan harum.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar