Agen Casino Slot - Cerita Sex Bercinta Dengan Teh Riana - Perkenalkan nama saya Vovan, saya sekarang berusia 29 tahun. Saya mo
berbagi cerita sedikit dengan pembaca tentang pengalaman seks saya yang
menurut saya lumayan tuk disimak.
Cerita dimulai ketika saya umur
sekitar 23 tahun dimana saat itu saya masih belajar di perguruan tinggi
swasta di kota B tempat tinggal saya. Seperti biasanya di komplek tempat
tinggalku sering diadakan acara sebulan sekali tuk mempererat hubungan
antar warga, entah itu makanmakan atau acara band anak komplek.
Agen Casino Slot - Hari
itu acara selesai pada pukul 11 malam, saya dan temantemanku mulai
membereskan sisasisa acara, setelah selesai temanku yang bernama Hadi
bilang
kita jalan yuk? Gue males nih langsung balik. Besokkan hari
libur.. Saya dan Iwan menjawab setuju usul tersebut, tapi masih ada
pertanyaan dari Iwan,
mo kemana kita? Hadi pun berkata
ketempat temanku, tempatnya lumayan asik.. tanpa menunggu lama kitapun melangkah pergi menuju tempat tersebut.
Ternyata
yang dimaksud oleh Hadi temanku adalah sebuah rumah dimana tinggal
temannya bernama Johan, dia tinggal bersama bibinya yang pegawai bank di
kotaku. Ternyata tempatnya asik karena segalanya ada, dari PS, musik
plus sound system yg mantap tak lupa bermacam multimedia ditambah
dirumah tersebut Bibinya sangat ramah dan membebaskan kita, seperti
minum alkohol dan kadang berganja ria.
Oh iya bibinya bernama
Riana ( biasa kita panggil teh Riana ) umur 29 tahun dan ditinggal mati
suaminya dan tanpa anak, orangnya baik, cantik, putih dengan tinggi
badan 168cm dan ukuran bh 34B. Singkat cerita saya akrab dengan Johan
dan sering kerumah itu tuk sekedar nongkrong, bermain PS dan kadang
kadang suka curhat ke teh Riana, karena memang orangnya asik sekali.
Pada suatu ketika dia pernah nanya ke saya,
Van koq gak pernah bawa ceweknya kesini? Kan Teteh mau lihat, pasti cantik ya?
Ah teteh biasa aja koq, dia orangnya pemalu teh jawabku sekenanya karena saya lagi sibuk sama musuhku di PS. (hehehe).
Tidak berapa lama ada pertanyaan dia yang mengejutkan saya.
Van kamu ngapain aja sama cewek kamu, maksud teteh dah pernah ML ya? Saya jawab
pernah sih teh, emang kenapa teh?
Ah gak apaapa, tapi pernah juga sama cewek lain?
pernah sih teh.
Kemudian
dia beranjak menuju dapur dan tidak berapa lama kembali dengan 2 gelas
sirup yang salah satunya diserahkan kepada saya. Teh Riana menanyakan
lagi
Udah berapa cewek yang tidur sama kamu Van?. Sambil tetap mata tertuju ke layar tv saya menjawab sekenanya,
lumayan teh, bahkan ada yang udah berusia 30an, kata orang sih itu
tantetante, tapi saya sih yang penting asikasik aja teh. Lalu kami
lanjutkan obrolan ke berbagai masalah.
Seminggu kemudian saya
bertandang lagi ke rumah Johan, saat itu selepas magrib dan katanya
Johan sedang keluar, mau tak mau saya menunggu sampai dia pulang
ditemani oleh teh Riana. Sekitar pukul 20:30 hujan turun dengan derasnya
dan tak terasa hujan tak berhenti sampai pukul 22:30. Terdengar bunyi
telepon dan teh Riana mengangkatnya dan sekitar 10 menit kemudian dia
menutupnya kembali.
Dia berjalan kearah saya dan berkata,
itu
tadi dari Johan, kata dia sepertinya nginap dirumah temannya karena
hujan tak kunjung reda. Tak jadi deh ketemu Johan, lalu saya berkata,
kalau begitu saya pulang saja teh. Langsung saja dia jawab,
Tunggu dulu kan masih hujan, bagaimana kalu Vovan menginap disini,
besok pagi baru pulang? Sambil berpikir betul juga dan memang besok hari
libur, saya iyakan saja maksud teh Riana.
Malam itu kita ngobrol
sampai pukul 01:30 dan akhirnya saya minta izin untuk tidur di kamar
Johan, dan teh Riana pun mengiyakan. Tibatiba ditengah tidurku saya
merasakan ada sesuatu yang mengeluselus rambut dan dadaku, saya berusaha
untuk tetap tidur dan membuka mata sedikit untuk mencari tahu siapa
gerangan dan juga lampu kamar saya matikan. Ternyata teh Riana yang
melakukan itu dan saya pun tetap berusaha untuk tidak bangun. Lamalama
gerakan teh Riana semakin berani, pelanpelan dia kecup pipiku, keningku
dan mulai mengecup bibirku. Terasa sekali lidahnya berusaha tuk membuka
bibirku.
Akhirnya lidahnya berhasil masuk kedalam mulutku dan
mengaitngait lidahku, terdengar nafasnya mulai memburu dan yang saya
rasakan badan teh Riana mulai panas. Tak berapa lama tangannya masuk
kedalam kaosku tuk membelai dadaku setelah itu tangannya meluncur
kebawah dan mulai menyusup kedalam celana jeansku. Seketika itu juga
sayapun bangun, tetapi dia tidak menampakan wajah yang terkejut dan
hanya sinar matanya yang sayu dia menatapku sambil berkata,
Van maafkan teteh ya?, teteh sudah lama tidak beginian, teteh ingin Van.. Lalu sayapun duduk dipinggir tempat tidur dan berkata,
Tapi bagaimana dengan Johan teh?, saya tidak mau dia akan membenci saya karena saya tidur dengan bibinya..
Biarkan saja Van, ini akan jadi rahasia kita berdua tanpa Johan tahu. Saya pun berdiri dan berkata
Saya ke kamar mandi dulu teh, tuk bersihbersih dulu. Saya tidak mau
bermain dalam keadaan daerah mr.Pku tercium bau yang tak sedap.
Setelah
keluar dari kamar mandi sayapun terkejut dengan pemandangan dihadapan
saya, teh Riana telanjang bulat tanpa sehelai benangpun diatas ranjang,
dan tersenyum manis sekali kepadaku, dan ternyata dia menyalakan lampu
kecil didalam kamar Johan sehingga lekuk tubuhnya terlihat sangat jelas.
Tak
terasa kontolku pun berdiri tegak didalam cdku, dan terlihat oleh teh
Riana. Dia memandang ke arah cdku tanpa berkedip, segera saja di
membelai permukaan cdku. Terlihat sekali kalau teh Riana sudah dibakar
nafsu birahi yang sangat tinggi, sambil mengusap permukaan cdku, saya
kecup bibirnya dan dia langsung membalas dengan ganas sekali.
Tak
tinggal diam tangan kiriku menarinari mengelus punggungnya dan tangan
kananku bergerak turun menuju bukit kembar yang sangat mempesona itu.
Langsung saja saya remas lembut dan sesekali saya buat gerakan memutar
dan memilin putting susunya yang sudah sangat keras mencuat itu.
Hekh..
Van teruss oohhh Bibirku segera menusul kebawah menuju payudaranya, dan
tanpa disuruh lagi saya langsung melumat putting kirinya dengan lembut
dan terkadang saya sedot sedikit kasar, saya ingin membuat teh Riana
sangat menikmatinya.
Rambutku sudah diacakacak oleh teh Riana yang
tak kuat menahan nafsu, lalu saya berdiri tuk diam sejenak dan itu
membuat teh Riana sedikit bingung dan berkata, kenapa diam Van, teteh
udah pengen nih.. Lalu saya peluk dia dan berbisik,
Teh kita main
polisi dan maling yuk? Saya polisinya dan teteh malingnya teh Riana
tampak sedikit bingung, tapi dia mengiyakan saja dan terserah saya mau
apakan dia malam ini, terlihat sekali nafsunya sudah di ubunubun
Crooot.. hahaha.
Lalu saya segera membalikkan posisi kursi sofa
menghadap tembok sehingga bagian untuk duduk menempel ketembok dan
bagian yang tinggi menjauh dari tembok. Lalu saya tuntun teh Riana
menuju kursi tersebut dan menyuruhnya tuk memegang tembok dan
pinggangnya bersandar pada bagian yang tinggi dari sofa tersebut, lalu
saya renggangkan kakinya seperti polisi yang sedang mencari barang bukti
di sekujur tubuh seorang maling.
Segera saja saya peluk dia dari
belakang dan mencium telinga dan tengkuk teh Riana tak ketinggalan kedua
tangan saya meremasremas payudaranya dari belakang.
ooohhh Van,
achhh.. hemmm.. bibirku terus menuju ke pundaknya dan terus meluncur
kebawah kearah bongkahan pantatnya, dia pun bergelinjang geli menahan
seranganseranganku.
Akhirnya lidahku berhenti di bongkahan
pantatnya dan kujilat memutar disekitar pantatnya, dia pun tampak geli
sekali tapi saya bilang,
jangan bergerak. Lalu saya renggangkan
lagi kakinya semakin lebar supaya terlihat jelas memeknya dari belakang,
saya menguak kedua daging pantatnya dan.. Wooow.
Terlihat
gundukan daging yang terbelah dimana ujung atasnya menyembul keluar
secuil daging yang tampak mengkilap dan dilengkapi dengan bulubulu hitam
yang tercukur rapi. Nafsuku semakin tinggi melihat pemandangan indah
tersebut dan berusaha menahan dan mengaturnya karena berniat tuk
memberikan yang terindah kepada teh Riana malam itu. Perlahanlahan saya
saya buka memeknya dengan kedua jari saya, merah mengkilap isinya.
Lalu
saya jilat pelanpelan dari klitoris menuju lubang memeknya, saya
lakukan berulang kali dan ternyata sudah sangat basah memek teh Riana.
Haahh
oohhh.. Vovan.. te..russs sayang… semakin lama semakin saya kuatkan
jilatan saya dan tak lupa saya sedotsedot klitorisnya dengan kuat.
Achh.. Vovan iya.. begitu yang kuat sayang.. hemmm.. Badan teh Riana semakin bergetar menahan geli dan nikmat yang amat sangat.
Tangannya
meremasremas payudaranya sendiri. Sekitar tujuh menit berlangsung,
terlihat badannya mulai menunjukan tandatanda mau orgasme.
teruuss
sayaang.. oohhh bentar lagi saayaang.. dan seketika itu saya hentikan,
saya ingin mempermainkan dia dulu supaya apa yang akan dia capai nanti
akan menjadi sangat hebat.
Seperti kendaraan saya memainkan
Rpmnya, disaat jarum hampir mencapai danger area (red area) saya
kendorkan lagi gas yang saya injak. Hehehe.
Seperti anak kecil yang tidak mendapatkan mainannya dia tampak gusar sekali, nafasnya terengahengah.
achhh Van kenapa berhenti, dikit lagi sayang.. lalu saya bilang,
sabar teteh sayang, masih panjang permainan kita. Lalu saya yang
bersandar sekarang pada punggung sofa sekarang dan minta gantian
diservice oleh teh Riana, dengan muka sedikit cemberut diapun turun
kearah selangkanganku.
Terlihat jelas cdku mengembung dan tampak
helm kontolku keluar dari cdku, teh Riana tersenyum melihat itu. Lalu
dibukalah cdku dan melompatlah keluar seluruh batang kontolku yang sudah
tegak dan sangat keras sekali.
besar sekali Van, pasti enak
sekali kontolmu sayang. Saya tersenyum mendengar katakatanya dan memang
lumayan besar punyaku dengan panjang 17cm dan diameter sekitar 4,5cm.
Tanpa basa basi dia mulai mengocok dan menjilati kontolku, geli dan
nikmat sekali yang kurasakan.
Apalagi disaat teh Riana berusaha
memasukan kontolku kedalam mulut munginya itu, achh.. terasa hangat
sekali rongga mulutnya. Digerakkan maju mundur kepalanya sehingga
kontolku tambah tegang dan menonjolkan uraturatnya yang perkasa. Sayapun
melayang dibuatnya. Sekitar 10 menit dia melakukan oral kepadaku,
sayapun mengajak dia ketempat tidur tuk mulai dengan adegan baru.
Diatas
tempat tidur saya meminta dia untuk melakukan gaya 69. Selangkangannya
tepat diatas kepalaku dan tampak terlihat lendirnya yang mengalir di
permukaan pahanya akibat aksiku yang tadi. Terasa hangat dan nikmat
ketika kontolku mulai disedot oleh teh Riana, dan tanpa buang waktu saya
hisap lender yang mengalir keluar dari memeknya dan setelah habis lalu
langsung menyedot klitorisnya dengan kuat.
hemph Van.. hemmm teh Riana terdiam sesaat dengan kontolku didalam mulutnya menikmati sedotanku pada klitorisnya.
Gerakannya
semakin liar disaat ku jilat dengan rakus lubang memeknya. Kirakira
sekitar 10 menit badannya semakin tak terkendali, dicengkeramnya dengan
kuat batang kontolku sehingga sedikit sakit,
oohhh.. Vovan
sayang.. te..russs.. ackhhh bentar lagi.. Seamakin kupercepat jilatanku
didalam lobang memeknya dan menekan kuat klitorisnya, dan tibatiba
badannya bangun sehingga dia menduduki mukaku.
Pantatnya meliukliuk seperti orang menari jaipongan diatas mukaku sehinggga mukaku habis tertekan oleh selangkangannya, dan
Aaackhhh.. sayang.. teteh keluar.. ohhhhohhh.. dia menjerit keras ketika mendapatkan orgasme pertamanya yang hebat sekali.
Badannya
bergetar hebat dan terasa sekali oleh lidahku ketika didalam memeknya
mengalir cairan surganya yang tumpah, dia mendiamkan memeknya di mukaku
sekitar 3 menit, kemudian dia berguling kesampingku.
Van enak
sekali sayang, terasa terbang tadi.. Ketika dia melihat mukaku yang
blepotan oleh lendir memeknya, dia tersenyum dan langsung dijilati
mukaku sampai bersih.
Sekitar 5 menit saya biarkan dia
beristirahat. Sayapun bangun dan mengatur posisi berada
diselangkangannya, saya gosokkan kontolku dibibir memeknya dan
klitorisnya, badannya bergetar menerima gesekan tersebut.
Van
pelanpelan masukinnya sayang, udah lama sekali gak pernah.. saya
mengangguk mengiyakan, kutekan pelanpelan dan memang terasa sulit sekali
tuk memasuki memeknya.
Setelah berulang kali akhirnya masuk juga walau baru seperempat dari kontolku.
heckh..
pelan sayang, sakit… Kumaju mundurkan pelanpelan sampai memeknya
terbiasa, lalu kutekan lagi sampai masuk tiga per empatnya dan melakukan
gerakan maju mundur dengan lembut.
Kepala teh Riana terlempar
kekiri dan kekanan, bola matanya putih semua dan dari mulutnya terdengar
seperti orang yang kepedasan.
haaahh.. achhh.. Vovan sayang.. haahh.. hemmm.. kupeluk dirinya sambil melumat bibirnya dan dia membalasnya dengan sangat buas.
Kutarik
kontolku dan meninggalkan sisa kepala kontolku didalam memeknya, dan
dengan tibatiba saya tekan sekuatnya sehingga habis kontolku tertelan
didalam memeknya, terasa mentok sampai pintu rahimnya. Kakinya langsung
mengejang dan mengangkang selebarlebarnya dan teh Riana menggigit bibir
bawahku sehingga sedikit berdarah.
Ackhh.. sa..kit.. sayang.. ackh.. kudiamkan sejenak kontolku didalam memeknya supaya memeknya terbiasa.
Setelah
itu kumaju mundurkan dengan lembut sampai memeknya becek sekali.
Setelah 5 menit gerakanku berubah total, gerakanku menjadi liar dan
ganas, kontolku memompa memeknya dengan keras, badan teh Riana
berguncang hebat, pantatnya mengimbangi dengan cara meliukliuk mengikuti
gerak hentakanku, rambutku habis diacakacaknya.
Terus sayang..
ohhh.. yang dalam .. Achhh.. kakinya bergerak melingkari pinggangku dan
mulutnya menciumku dengan ganas, terdengar indah jeritan nikmat teh
Riana dikamar itu.
Selang 5 menit pantat teh Riana bergerak liar,
nafasnya semakin memburu, mukaku habis dicium oleh dia, tibatiba badan
dan pahanya mengejang kaku dan kini gantian daguku yang digigitnya
sekarang.
Ackhhh.. sayang.. teteh.. keluar ackhh aduuuhhh hemmm..
Kudiamkan kontolku didalam memeknya dan sesekali kutarik masuk dengan
lembut sekali.
Sekitar 3 menit teh Riana merasakan orgasmenya tuk kedua kalinya. Kemudian saya berguling kesamping dan memeluknya.
Matanya terpejam dan terlihat sisasisa kenikmatan diraut wajahnya.
Enak
sekali sayang, baru kali ini teteh merasakan yang seperti ini, rasanya
memek teteh mau meledak. Sayapun tersenyum mendengarnya, lalu tanpa
banyak tanya saya buka selangkangannya dan lalu saya jilati memeknya.
Oooh Vovan, geli sayang.. nanti dulu sayang.. ackhh.. Saya tidak
memperdulikan ucapannya, saya mau merasakan lagi cairan cintanya dan
yang paling utama kontolku sudah mau meledak rasanya.
Saya hisap
habis lendir di dalam memeknya dan selang dua menit gairahnya mulai
bangkit terdengar dari nafasnya yang mulai memburu. Saya pun memintanya
tuk doggy style, setelah dia menungging tampak memeknya yang menggembung
merah yang minta tuk segera ditusuk oleh kontolku. Kali ini tidak
terlalu susah kontolku masuk kedalam memeknya, seperti biasa saya
masukan dulu tiga per empatnya dan bergerak lembut maju mundur.
Selang tiga menit kuhentakkan kuat sehingga kontolku amblas semua di dalam memeknya.
Ackhh..
Vovan.. hemm.. enaks.. Terasa sekali mentok didalam, dan bibir memeknya
ikutikutan masuk kedalam dan keluar ketika kontolku bergerak mundur.
Semakin lama gerakanku semakin cepat dan pantat teh Riana pun bergoyang
indah mengikuti irama.
Ohhh.. sayang.. yang kuat saayaang.. teteh hampir keluaar.. ohhh..,
Sama teh, saya juga hampir Kita berdua terus memacu birahi, keringat mengucur deras di tubuh kita masingmasing.
Plok.. plok..plok.. suara yang terdengar indah dari peraduan kontolku dan memeknya.
Selang
empat menit kemudian pantat teh Riana mulai mengejang, tangannya
meremasremas liar payudaranya sendiri, dan akhirnya dia pun teriak.
Ackhhhh.. teteh keluar.. ohhhh enak sekali sayang.. ackhh Terasa memeknya memilinmilin kontolku didalam.
Kutarik
badannya hingga sejajar dengan badanku, sehingga setengah berdiri. Ku
peluk perutnya dari belakang dan tanganku meremas susunya dengan
kencang. Gerakan kontolku semakin kencang menghujam memeknya dari
belakang, nafasku pun semakin cepat memburu tuk mengejar sesuatu yang
indah yang menungguku didepan sana.
Ackhh ackhh aduuhhh.. Katakata tersebut yang keluar dari mulut teh Riana.
Setelah dua menit kurapatkan tubuhnya ke tubuhku dan tibatiba teh Riana kembali menjerit,
Aduuuhh.. sayang, teteh keluar lagi.. ackhhh nikmats.. aduuhhh ohhh Saya pun segera menyusulnya,
Ackhh.. teh.. saya keluar.. crootcrott..crott..
7
kali semburan sperma saya tembakan ke dalam lobang memeknya, setiap
semburan disambut dengan remasan memek dan desahan dari teh Riana,
sangat indah sekali pada saat itu. Setelah itu saya dan dia menuju
tempat tidur tanpa melepas kontolku dari memeknya. Kami pun berbaring
dan dia berkata,
Makasih ya Van, tadi itu sangat indah sekali.
Sambil memeluknya dari belakang saya kecup bibirnya dengan lembut dan
dia pun membalasnya.
Kami pun tertidur dengan masih berbugil ria
dan saya masih memeluknya dari belakang. Sekitar jam 6 pagi saya
terbangun dan kaget melihat kesamping dan ternyata teh Riana sudah tidak
ada disampingku. Ada perasaan aneh di selangkanganku dan ketika kulirik
kebawah ternyata teh Riana sedang mengoral kontolku yang sudah berdiri
tegak nan perkasa dengan senyum yang sangat manis di bibirnya
Lagi deh..
Setelah
kejadian hari itu saya dan teh Riana menjalin hubungan tanpa harus
memutuskan pacarku, dia sendiri yang bilang jangan memutuskan pacarku.
Temanku Johan pun tak tahu hubungan kami. Setiap ada waktu selalu kita
lewati tuk bersama, entah itu dirumahnya atau di kamarkamar hotel yang
sudah dipesannya. Dia juga selalu membantuku dalam hal keuangan walau
kadang saya tolak.
Sekitar 2 tahun yang lalu dia menikah dengan
seorang pejabat di pemerintahan daerah, sebelumnya dia minta izin
kepadaku tuk menikah hahaha jadi lucu. Sekarang dia sudah pindah ke kota
C disamping kotaku ikut suaminya, dan sering dia telepon saya kalau dia
sangat rindu. Semoga bahagia Teh Riana, I miss U so much.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar