Agen Joker123 Online - Cerita Sex Chek In Dengan Penjaga Warnet - Cerita Nyata ini tentang hubunganku dengan penjaga warnet yang memang
mempunyai body dan paras cantik. Tidak kuduga aku bisa mendapatkan
kenikmatan tubuhnya si penjaga warnet, berikut kisah nyataku yang aku
jabarkan.
Agen Joker123 Online - Bermula dari saat mau menyucikan mobil temanku, aku
mengantarkan temanku untuk menyucikan mobilnya di tempat cuci mobil,
karena memang dari kemarin sore mobilnya habis trabas bukit dan banyak
lumpur yang menempel di Jeep nya. Karena memang mempunyai hobi pecinta
trabas bukit. Perkenalkan nama saya Riyo Dewantoro sering dipanggil Riyo
aku sekarang masih duduk kuliah di semester akhir saat ini sedang
menyelesaikan tugas skripsi seperti yang di kutip agen poker online
terpercaya.
Saat sudah mengantarkan temanku ke Cuci mobil ternyata
sudah banyak antrian yang menunggu dan terpaksa aku juga ikutan
menunggu lama, pikirku agar tidak bosan aku pergi ke warnet persisnya
disamping bengkel yang memang dekat cuma keleletan 6 bangunan rumah,
Setelah
membuka pintu masuk warnet aku disambut oleh penjaga warnet.
Ohhternyata penjaganya cewek yang bertugas menjaga warnetnya, awalnya
aku tidak bergitu memperhatikan dia, tapi tanpa sengaja saat
menghidupkan computer warnet mataku melihat parasnya memang cantik dan
mempunyai body yang aduhaiiiiii.terus terang aku jatuh hati pada
pandangan pertama melihat cewek itu.
Aku sibuk berpikir dalam
hati, bagaimana cara aku berkenalan dengannya? Tapi mungkin memang
takdir cara itu datang dengan sendirinya, cewek itu tidak lama kemudian
membuka juga internet dan dia duduk persis di belakangku, jadi posisi
kami saling memunggungi satu sama lain. Aku sempat menoleh ke belakang,
dan kulihat dia membuka situs mIRC.
Kayaknya dia mau chatting nih.., pikirku.
Ternyata
benar, dia mau chatting, dan aku sempat melihat kalau dia pake nick
yanthie. Langsung saja aku masuk ke mIRC juga, aku call dia, eeh dia
ngereply.
Kami berkenalan, dan selama chatting itu dia sama sekali
tidak sadar kalau Rio yang sedang ngobrol dengannya adalah cowok yang
duduk tepat di belakangnya, hihihihi. Pas sejam aku selesai, aku bayar,
aku pancing obrolan dengannya, aku tahu sekarang namanya Yanti, tepatnya
Iryanti. Tampangnya benarbenar membuat aku bergairah.
Aku lalu
keluar, pergi ke bengkel menemui si Rudy, mobilnya sedang dikerjakan.
Aku pergi ke telepon kartu di bengkel itu, kutelepon penerangan 108″.
Kutanyakan nomer telepon warnet itu, setelah kudapat langsung kutelepon,
dan aku minta bicara dengan Yanti.
Siapa nih..? suara Yanti di seberang sana.
Ini Rio, boleh saya kenal kamu..? jawabku.
Boleh aja, tapi kamu dapat nomer ini darimana..? tanya Yanti lagi.
Saya yang pernah main di warnet kamu.., jawabku.
Dan Oh My God..! Tahu tidak Yanti bilang apa..?
Kamu yang tadi chatting di belakang saya khan..? katanya.
Mati
aku, dia sudah tahu rupanya. Terlanjur malu aku mengaku saja, kalau itu
benar aku, dan aku terpesona oleh penampilan dia, tapi aku malu untuk
menegur disana, jadi aku pakai cara ini saja.
Yanti tertawa, enak
deh suaranya, kuberanikan saja ingin menjemput dia, mau atau tidak.
Katanya dia sore ini tidak bisa, karena cowoknya (yang akhirnya
kuketahui namanya Joe) menjemput dia.
Gimana kalau besok lusa aja..? katanya.
Oke aja.. kataku.
Jadilah
lusanya aku tidak praktek, jam 17.00 tepat aku sudah sampai di warnet
Yanti seperti yang di lansir oleh agen poker online Kami terus jalan
deh. Di jalan, dasar pikiran nakalku sudah di ubunubun, aku tanya sudah
berapa lama Yanti pacaran sama Joe, berapa kali pacaran, terakhir aku
juga mengaku sudah punya cewek, terus aku tanya mau tidak Yanti jadi
cewekku? Yanti kaget.
Jadi Yanti ngeduain Joe donk Yo..? tanyanya.
Iya sama Rio juga ngeduain cewek Rio.. jawabku sekenanya.
Nakal kamu Yo.. kata Yanti sambil mencubit lenganku.
Naaah.., kena nih cewek..! pikirku.
Kutangkap
tangannya, kupegang kuat, kuhentikan mobilku di depan sebuah bangunan
sepi dekat Pasaraya Manggarai, kutarik Yanti ke arahku, kucium bibirnya,
Yanti mendorong tubuhku.
Hhhmmmhh malumalu kucing nih.. pikirku.
Terus
kutarik tubuhnya sambil mengeluarkan katakata gombalku. Lama kelamaan
Yanti tidak menolak lagi, dibalasnya ciumanku, dijulurkannya lidahnya,
digigitnya bibirku, kusedot lidahnya, nikmat sekali, urat syarafku
terangsang. Kuraba pahanya, terus ke selangkangannya, Yanti mendesah.
Jangan Rio.. desahnya.
Aku berhenti, kuhidupkan mesin mobil, kuarahkan mobil ke hotel di jalan Jakarta Pusat, aku langsung parkir.
Mau ngapain kita kesini Yo..? tanya Yanti.
Aku tidak menjawab, kusuruh dia menunggu di mobil, aku masuk ke dalam, aku check in di kamar 104.
Setelah diantar ke kamar, kuhidupkan AC, lalu aku ke mobil.
Yan, turun yuuk..! kataku.
Nggak tau ah, mau ngapain sih Rio..? kata Yanti.
Lagilagi
kukeluarkan jurus mautku, sampai akhirnya Yanti mau juga ikut masuk ke
kamar. Di dalam kamar kubuka celana panjangku. Dengan hanya pakai handuk
aku ke kamar mandi, saat aku keluar kulihat Yanti sedang nonton TV.
Film apa sih Yan..? tanyaku sambil duduk di sebelahnya.
Sinetron.., jawab Yanti pendek.
Kupandangi wajahnya, Yanti jengah juga dan bilang, Ngapain sih ngeliatin gitu Yo..?
Kamu cantik.. rayuku.
Rio pengen ciuman kayak tadi deh.. kataku.
Kutarik
tubuhnya, Yanti diam saja, kuangkat dagunya, kupandangi lekatlekat
matanya, kucium lembut bibirnya, Yanti memejamkan matanya. Dibalasnya
ciumanku, kujulurkan lidahku, Yanti membalasnya, kuhisap, Yanti
membalasnya. Pikiranku benarbenar sudah dikuasai gairah memuncak,
kuciumi lehernya, kujilati sepuasku.
Aaacchh.., Riooo desahan Yanti membuatku tambah bernafsu.
Aku berdiri di samping tempat tidur sambil tidak lepas memandang wajahnya sedikitpun.
Kubuka
bajuku, handuk, terakhir celana dalamku, sengaja tidak kupadamkan
lampu, penisku langsung tegakmelompat keluar sarangnya. Kulihat Yanti
terkesima, kuhampiri dia, kuraih tangannya, kuletakkan di atas penisku,
kusuruh dia melakukan gerakan mengocok.
Aaahhh nikmat sekali.. desahku.
15
menit Yanti melakukan itu, kulepaskan tangannya dari penisku, kutarik
wajahnya, kuarahkan ke penisku. Mulamula Yanti menolak, dengan sedikit
paksaan mau juga dia. Masuklah penisku dalam mulut mungilnya.
Digerakkannya majumundur berulang kali sampai basah kuyup penisku oleh
ludahnya, kurasakan spermaku mau keluar, kutarik rambutnya seperti yang
di kutip agen poker.
Stop Yanti..! kataku.
Kini kubaringkan
dia, kutelanjangi Yanti sampai sehelai benang pun tidak ada lagi di
tubuhnya. Kupandangi tubuhnya, tampak di perut kirinya ada tahi lalat
cukup besar. Kucium bibirnya, dagunya, turun ke lehernya, dadanya,
perutnya, kuhisap pusar dan tahi lalatnya, Yanti menggelinjang geli.
Kuteruskan ke selangkangannya, kumasukkan jari tengahku sambil aku terus
mencium selangkangannya.
Aaaccchhh Riiiooo niiikkkmaaatnyaaa sayaaanggg desah Yanti.
Yanti
mengangkat pantatnya setinggitingginya, kurasakan basah vaginanya.
Yanti telah orgasme rupanya. Kini aku menaiki tubuh Yanti, penisku pun
sudah amat berdenyut mendambakan pelampiasan pula. Kuarahkan penisku ke
vagina Yanti, kuturunkan perlahan pinggulku, tidak sedetikpun kulepaskan
pandanganku dari mata Yanti. Kulihat Yanti menggigit bibirnya.
Sakiiittt Riiiooo desahnya.
Kuhentikan sejenak, lalu kuteruskan lagi, Yanti mendesis lagi. Kulihat butiran air mata di sisi matanya.
Sakit saayyyaangg..? tanyaku.
Iyyaaa Riiiooo, punya kamu besar sekali.. jawab Yanti meracau.
Mana besar sama punya Joe..? tanyaku.
Besar punya kamu Riooo sakit saaayyyaangghhh, perrriiihhh, tapiii niiikmaaatthh sekaliii.. rintih Yanti.
Akhirnya
masuk semua penisku ke dalam vaginanya. Kutarik maju mundur, akibatnya
sungguh luar biasa, Yanti menggeram, kedua kakinya menjepit pinggangku
sekuatnya, giginya ditanamkan di bahuku, kurasakan pedih. Waaaahhh
berdarah nih Yanti orgasme kedua kalinya.
Kini kuganti posisiku,
Yanti kusuruh menungging, dan dengan nafsu memuncak kutusukkan penisku
ke anusnya, kurasakan otot spchincter aninya mencengkram erat penisku.
Kugerakkan masukkeluar penisku, kugenggam payudaranya, Yanti menggenggam
tepi tempat tidur.
Riiooo saaayyyaanngghh ciiintaaa
eeennnaaakkhhh Riioooo.. Rioooo nikmaaatthh sayaaaanggghh terrruuussshhh
cinnntaaaa erang Yanti terus menerus.
Aku benarbenar nikmat, Yaaanntiii kuhamili kamuuuu badan kamuuu enak bangeeettthh.. erangku juga.
10
menit kemudian aku tidak tahan lagi, penisku berdenyut kuat, kucengkram
erat pinggul Yanti, kusemburkan sperma hangatku dalam vagina Yanti.
Aaacchhh nikmat sekali desahku di telinganya.
Kami pun terkulai lemas.
Setelah
itu beberapa kali kami mengulanginya di hotel dekat Warnet Yanti. Kami
pun masih berhubungan lewat telepon. Tak jarang juga kami bertemu untuk
melakukannya lagi. Dan pada akhirnya aku mendapat kabar Sekarang Yanti
telah menikah dengan Joe.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar