Agen Joker123 Terbaik - Cerita Sex Persetubuhan Dengan Ibu Mertua Setelah Olahraga Di Pagi Hari - Bisa dibilang sejak SMA aku adalah pria idaman wanita. Tidak karena
fisikku yang atletis ini saja, tapi juga karena kemampuanku yang hebat
(tanpa bermaksud sombong) dalam bidang olahraga (basket dan voli, serta
bulu tangkis), seni (aku mahir piano dan seruling) dan juga pelajaran
(aku menduduki peringkat ketiga sebagai pelajar terbaik di SMAku).
Bedanya waktu di SMA dahulu, aku tidak terlalu tertarik dengan halhal
seperti seks dan wanita, karena saat itu konsenterasiku lebih terfokus
pada masalah akademisku.
Agen Joker123 Terbaik - Bakat playboyku mulai muncul setelah aku
menjadi seorang kepala rumah tangga. Aku mulai menyadari daya tarikku
sebagai seorang pria normal dan seorang pejantan tangguh. Sejak diangkat
sebagai kabag bagian pemasaran inilah, pikiranpikiran kotor mulai
singgah di otakku. Apalagi aku juga hobi menonton filmfilm biru.
Perempuan
lain yang sempat hadir dihatiku adalah Maya. Dia adalah rekan kerjaku,
sesama pegawai tapi dari jurusan berbeda, Accounting. Dia berasal dari
Surakarta, tinggal di Bandung sudah lama. Kami sempat menjalin hubungan
gelap setahun setelah aku menikah dengan Lilis, istriku.
Hubungan
kami tidak sampai melakukan halhal yang menjurus kepada aktivitas
seksual. Hubungan kami hanya berlangsung selama 6 bulan, karena dia
pindah ke lain kota dan dinikahkan dengan orang tuanya dengan pria
pilihan mereka. Dasar nasib!!! Niatku berpoligami hancur sudah.
Padahal
aku sudah berniat menjadikannya istri keduaku, walau istri pertamaku
suka atau tidak. Karena frustasi, untuk beberapa bulan hidupku terasa
hampa. Untungnya sikapku ini tidak bertahan lama, karena di tahun yang
sama aku berkenalan dengan seorang teman yang mengajariku gaya hidup
sehat, bodybuilding.
Saat itu yang namanya olahraga fitness,
bukanlah suatu trend seperti sekarang. Peminatnya masih sedikit.
Gymgympun masih jarang. Sejujurnya aku malas berbodybuilding seperti
yang dilakukan temanku itu. Apalagi saat itu sedang panaspanasnya isu
politik dan kerusuhan sosial. Belum lagi adanya krismon yang benarbenar
merusak perekonomian Indonesia. Untungnya perusahaan tempatku bekerja
cukup kuat bertahan badai akibat krismon, hingga aku tidak turut diPHK.
Namun
temanku yang sangat baik itu terus memotivasiku, hingga tak sampai 3
bulan, aku yang tadinya hanya seorang pria berpostur biasabiasa
sajawalaupun aku bertubuh atletis, menjadi seorang atlet bodybuilding
baru yang cukup berprestasi di kejuaraankejuaraan daerah maupun
nasional. Hebatnya lagi kantorku dan seluruh keluargaku ikut mendukung
semua aktivitasku itu. Kata mereka kantor kita punya Ade Rai baru,
hingga kita tidak perlu satpam atau bodyguard baru suatu anekdot yang
sudah menjadi santapanku berharihari.
Semakin berlalunya waktu,
aktivitas bodybuilderku kukurangi. Apalagi aku sudah diangkat menjadi
kabag pemasaran sekarang, di mana keuntungan mulai berpihak pada
perusahaan tempatku bekerja. Aku mulai bertambah sibuk sekarang.
Namun
untuk menjaga fisikku agar tetap bugar dan prima, aku tetap rutin
basket, voli, dan bersepeda. Hanya 2 kali seminggu aku pergi ke tempat
fitness. Hasilnya tubuhku tetap kelihatan atletis dan berotot, namun
tidak sebagus ketika aku menjadi atlet bodybuilding dadakan.
Sewaktu
aku menjadi atlet bodybuilding, banyak wanita melirikku. Beberapa di
antaranya mengajakku berkencan. Tapi karena saat itu aku sedang asyik
menekuni olahraga ini, tanggapan dan godaan mereka tidak kutanggapi.
Salah
satu yang suka menggodaku adalah Mia. Dia adalah puteri tetangga
mertuaku. Baru saja lulus SMA, dan dia akan melanjutkannya ke sebuah PTn
terkenal di kota Bandung. Gadis itu suka menggoda di setiap mimpiku dan
bayangannya selalu menghiasi pikiranku saat aku menyetubuhi istriku.
Kisahku dengan Mia akan kuceritakan lain waktu.
Seperti biasanya,
aku bangun pagi. Pagi itu aku bangun pukul 04.30 pagi. Setelah cuci
muka, aku mulai berganti pakaian. Aku akan melakukan olahraga pagi.
Udara pagi yang sehat memang selalu memotivasiku untuk jogging keliling
kompleks perumahanku. Dengan cuek aku memakai baju olahraga yang cukup
ketat dan pas sekali ukurannya di tubuh machoku ini.
Kemudian aku
mengenakan celana boxer yang juga ikut mencetak pantatku yang seperti
dipahat ini. Aku sengaja bersikap demikian demi mewujudkan impianku,
menggoda Mia dengan keindahan tubuhku. Menurut kabar, dia juga suka
jogging. Niatku bersenangsenang dengan Mia memang sudah lama kupendam.
Namun selama ini gadis itu selalu membuatku gemas dan penasaran. Dia
seperti layangan yang diterbangkan angin, didekati menjauh, dijauhi
mendekat.
Tak berapa lama jogging, tubuhku pun sudah mulai
keringatan. Peluh yang membasahi kaus olahragaku, membuat tubuh kokoh
ini tercetak dengan jelas. Aku membayangkan Mia akan terangsang
melihatku. Tetapi sialnya, pagi itu tidak ada tandatanda Mia sedang
berjogging.
Tidak kelihatan pula tetanggaku lainnya yang biasa
berjogging bersama. Padahal aku sudah berjogging sekitar 30 menit. Saat
itu aku baru sadar, aku bangun terlalu pagi. Padahal biasanya aku
jogging jam 06.00 ke atas. Dengan perasaan kecewa aku balik ke rumah
mertuaku. Dari depan rumah itu tampak sepi.
Aku maklum,
penghuninya masih tertidur lelap. Tadi pun saat aku bangun, tidak
terdengar komentar istriku karena dia sedang terlelap tidur setelah
semalaman dia menemani anakku bermain playstation. Saat aku berjalan ke
arah dapur untuk minum, aku melihat ibu mertuaku yang seksi itu sedang
mandi. Tampaknya dia sudah bangun ketika aku berjogging tadi.
Kamar
mandi di rumah mertuaku memang bersebelahsebelahan dengan dapurnya.
Setiap kali anda ingin minum, anda harus melewati kamar mandi itu.
Seperti disengaja, pintu kamar mandi itu dibiarkan sedikit terbuka,
hingga aku bisa melihat bagian belakang tubuh molek mertuaku yang
menggairahkan itu dengan jelas.
Mertuaku walaupun usianya sudah
kepala 4, tapi masih kelihatan seksi dan molek, karena dia sangat rajin
merawat tubuhnya. Dia rajin senam, aerobik, body language, minum jamu,
ikut diet sehat, sehingga tak heran tubuhnya tidak kalah dengan tubuh
wanita muda usia 30an.
Melihat pemandangan syur itu, kontan
batangku mengeras. Batang besar, panjang, dan keras itu ingin merasakan
lubang hangat yang nikmat, basah, dan lembab. Batang itu juga ingin
diremasremas, dikulum, dan memuncratkan pelurunya di lubang yang lebih
sempit lagi. Sambil meremasremas batangku yang sudah mulai tegak
sempurna ini, kuperhatikan terus aktivitas mandi mertuaku itu.
Akhirnya
timbul niatku untuk menggaulinya. Setelah menimbangnimbang untung atau
ruginya, aku pun memutuskan nekat untuk ikut bergabung bersama ibu
mertuaku, mandi bersama. Kupeluk dia dari belakang, sembari tanganku
menggerayang liar di tubuh mulusnya. Meraba mulai dari leher sampai
kemaluannya. Awalnya ibu mertuaku kaget, tetapi setelah tahu aku yang
masuk, wajah cantiknya langsung tersenyum nakal.
Panji, nakal kamu
katanya sambil balas memelukku. Dia berbalik, langsung mencium mulutku.
Tak lama kami sudah berpagut, saling cium, raba, dan remas tubuh
masingmasing. Dengan tergesa kubuka bajuku dibantu mertuaku hingga aku
sudah bertelanjang bulat. Batangku pun mengacung tegang, besar, dan
gagah.
Kami pun melakukan pemanasan sekitar 10 menit dengan
permainan oral yang nikmat di batangku, sebelum kemaluannya kutusuk
dengan batangku. Permainan birahi itu berlangsung seru. Aku
menyetubuhinya dalam posisi doggy style. Aku merabai payudaranya yang
kencang itu, meremasremasnya, mempermainkan putingnya yang sudah
mengeras. 30 menit berlalu, ibu mertuaku sudah sampai pada puncaknya
sebanyak 2 kali.
1 kali dalam posisi doggy, 1 kali lagi dalam
posisi berhadaphadapan di dinding kamar mandi. Namun sayangnya, batangku
masih saja mengeras. Aku panik karenanya. Aku khawatir jika batangku
ini masih saja bangun sementara hari sudah mulai pagi. Aku khawatir kami
akan dipergoki istriku. Rupanya mertuaku mengerti kepanikanku itu. Dia
kembali mengoral batangku yang masih bugar dan perkasa ini, lalu dia
berbisik mesra,
Jangan khawatir panji sayang, waktunya masih lama katanya nakal.
Aku bingung mendengar ucapannya, tapi kubiarkan aktivitasnya itu sambil
terus mendesahdesah nikmat. Tibatiba ibu mertuaku menghentikan
perbuatannya itu. Dia langsung berdiri. Melihat itu, aku pun protes,
Lho, bu, aku khan belum keluar? suaraku parau, penuh birahi.
Sabar sayang, kita lanjut di kamarku saja yuk katanya mesra.
Aku pun tambah bingung. Tapi khan ada bapak? suaraku masih saja parau, karena birahi.
Tenang
saja, bapakmu itu sudah pergi tak lama setelah kamu jogging tadi, dia
ada tugas ke Jawa sahut ibu mertuaku sambil mengemasi pakaian olahragaku
yang tercecer di kamar mandi dan kemudian menggandengku ke arah
kamarnya. Begitu sampai di kamarnya, aku disuruhnya telentang di
ranjang, sementara dia mengelap sisasisa air, keringat, dan sabun di
tubuhnya dengan handuk kering yang sudah ada di kamarnya.
Lalu dia
melakukan hal yang sama padaku. Setelah itu dia langsung saja mengambil
posisi 69, mulai mengoral batangku kembali. Tak lama nafsuku pun
bangkit kembali. Kali ini aku bertekad akan membuat mertuaku keluar
sampai tiga kali. Aku memang khawatir hubunganku di pagi ini akan
ketahuan istriku, tapi persetanlahque serasera. Apapun yang akan terjadi
terjadilah.
Aku pun balik menyerang ibu mertuaku. Mulut dan
lidahku dengan ganas mempermainkan miliknya. Tanganku juga ikut aktif
merabai, meremasi bibir kemaluan dan menusuki lubang anal ibu mertuaku.
Kelentitnya yang sudah membengkak karena rangsangan seksual kujilati,
dan keremasi dengan gemas.
Kumainkan pula apa yang ada di sekitar
daerah kemaluannya. Gabungan remasan jari, kobokan tangan di
kemaluannya, dan serangan lidahku berhasil membuat mertuaku keluar lagi
untuk yang ketiga kalinya. Aaaaahhhh. panji sayang . jerit nikmat ibu
mertuaku. Cairan birahi ibu mertua keluar deras dari lubang vaginanya.
Langsung saja kuhisap dan kutelan habis hingga tidak ada yang tersisa.
Akupun
tersenyum, lalu aku merubah posisiku. Tanpa memberikan kesempatan ibu
mertuaku untuk beristirahat, kuarahkan batangku yang masih bugar dan
perkasa ini ke arah vaginanya, lalu kusetubuhi dia dalam posisi
misionaris. Kurasakan batangku menembus liang vagina seorang wanita
kepala 4 yang sudah beranak tiga, tapi masih terasa kekenyalan dan
kekesatannya. Tampaknya program jamu khusus organ tubuh wanita yang dia
minum berhasil dengan baik. Miliknya masih terasa enak dan nikmat
menggesek batangku saat keluar masuk.
Sambil menyetubuhi ibu
mertuaku, aku mempermainkan buah dadanya yang besar dan kenyal itu,
dengan mulut dan tanganku. Kurabaraba, kuremasremas, kujilat, kugigit,
sampai payudara itu kemerahmerahan.
Puas bermain payudara tanganku
mempermainkan kelentitnya, sementara mulutku bergerilya di ketiaknya
yang halus tanpa bulu, sementara tangan satunya masih mempermainkan
payudaranya. Tangan ibu mertuaku yang bebas, meremasremas rambutku, dan
mencakarcakar punggungku.
Posisi nikmat ini kami lakukan selama
bermenitmenit, hingga 45 menit kemudian ibu mertuaku mencapai orgasmenya
yang keempat. Setelah itu dia meminta istirahat. Aku sebenarnya malas
mengabulkan permintaannya itu, karena aku sedang tanggung, hampir
mencapai posisi puncak. Namun akhirnya aku mengalah.
Panji kamu hebat banget deh, kamu sanggup membuat ibu keluar sampai empat kali puji ibu mertuaku.
Aah ibu bisa saja deh kataku merendah.
Padahal kamu sudah jogging 45 menit, tapi kamu masih saja perkasa lanjut pujiannya.
Itukan sudah jadi kebiasaanku, bu aku berkata yang sebenarnya.
Kamu benarbenar lelaki perkasa, Lilis beruntung mendapatkanmu puji mertuaku lagi.
Lalu
kami bercakapcakap seperti biasanya. Sambil bercakapcakap, tangan ibu
mertuaku nakal bergerilya di sekujur tubuhku. Terakhir dia kembali
mempermainkan batangku yang sudah mengerut ukurannya.
Aku bangkit,
lalu beranjak dari tempat tidur. Ibu mertuaku memandangku heran,
dikiranya aku akan keluar dari kamarnya dan mengakhiri permainan cinta
kami. Tapi kutenangkan dia sambil berkata, Sebentar bu, aku akan
mengecek keadaan dulu.
Aku memang khawatir, aku takut istri dan
anakku bangun. Dengan cepat kukenakan kembali pakaian olahragaku dan
keluar kamar mertuaku. Ternyata dugaanku salah. Hari memang sudah
beranjak pagi, sekitar jam 6.15 menit, tapi istri dan anakku belum juga
bangun.
Penasaran kuhampiri kamarku dan kamar tempat anakku tidur.
Ternyata baik anak maupun istriku masih tertidur lelap. Aku lega
melihatnya. Sepertinya permainan playstation semalam, berhasil membuat
mereka kolaps. Aku mendatangi jam weker di kamar keduanya, lalu kustel
ke angka 9 pagi.
Aku menatap wajah istriku yang tertidur penuh
kedamaian, sambil berkata dalam hati, Tidurlah yang lama sayang, aku
belum selesai menikmati tubuh ibumu lalu mengecup pipinya. Setelah itu,
aku kembali ke kamar mandi, mencuci tubuhku, lalu balik lagi ke kamar
mertuaku.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar