Agen TBSBET Terpercaya - Cerita Sex 2017: Adu Kepiting - Aku Anis, kembali akan menyumbangkan suatu kisah tentang sepasang
suami istri yang baru saja menikah lalu tinggal di suatu daerah
pegunungan yang jauh dari keramaian dengan harapan agar mereka bisa
terhindar dari pergaulan, bahaya lalu lintas dan kesalahpahaman dengan
orang lain. Di samping itu, ia juga menghindarkan istrinya dari gangguan
lakilaki lain yang menyukainya karena istrinya sangat cantik sehingga
jadi rebutan di kampung asalnya.
Agen TBSBET Terpercaya - Mereka berdua hidup dalam
kesunyian, namun ia tidak kesulitan makanan karena selain ia berkebun
dan bertani, juga ia rajin ke sungai untuk menangkap ikan sebagai
lauknya. Beberapa bulan kemudian, sang istri mulai mengidam, sehingga
membutuhkan makanan tertentu sesuai selera dan keinginannya sebagaimana
layaknya perempuan lainnya yang mengidam.
Suatu hari, sang istri tampak tidak enak perasaannya dan selalu emosi akibat pengaruh dari janin yang dikandungnya.
Mas, boleh ngga minta tolong sama kamu? tanya sang istri lembut.
Soal apa dinda? sang suami balik bertanya dengan lembut pula.
Aku ingin sekali makan kepiting, Mas. Boleh ngga Mas mencarikan aku?
Wah, wah, wah, bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan kepiting di puncak gunung seperti ini? kata sang suami.
Tolong cari donk. Berusahalah. Pasti Mas bisa menemukannya. Kalau aku
nggak masalah, tapi yang ini nih, desak sang istri sambil menunjuk janin
yang ada dalam perutnya.
Setelah lama didesak, akhirnya sang
suami pergi juga meninggalkan rumah untuk mencari kepiting. Dia berjalan
mengelilingi hutan dan naik turun dari gunung yang satu ke gunung yang
lainnya, bahkan menelusuri beberapa sungaisungai kecil yang ada di
tengah hutan. Ketika ia menemukan sebuah sungai yang agak deras airnya,
ia lalu turun dan mencoba mencari lubanglubang yang ada di pinggirnya.
Setelah
ia menemukan suatu lubang yang agak besar dan dalam, ia lalu memasukkan
tangannya ke dalam lubang itu. Bahkan mencoba mengeluarkan air dan
lumpurnya hingga lubang itu bertambah besar dan dalam, sampaisampai
seluruh badannya bisa masuk. Suluruh tubuhnya basah kuyup dengan lumpur
bercampur keringat karena ia merasa penasaran dan yakin sekali kalau
dalam lubang itu ada kepitingnya.
Dalam keadaan bermandikan
keringat bercampur lumpur, ia mengkonsentrasikan diri hanya pada isi
lubang itu, ia lalu membuka seluruh pakaiannya yang basah lagi kotor
itu. Tibatiba ia mendengar suara kaki berjalan di air. Semakin lama
kedengarannya semakin dekat, bahkan terdengar ada suara manusia yang
sedang bicara, sehingga ia merasa sangat ketakutan karena selama ia
tinggal di daerah itu belum pernah bertemu dengan orang lain kecuali
hanya istrinya.
Janganjangan orang itu adalah penjahat atau orang hutan, demikian pikirnya.
Ia
lalu masuk sekalian ke dalam lubang itu unutk bersembunyi dengan tanpa
busana sehelaipun. Dalam keadaan menungging dengan pantat mengarah ke
pintu lubang tersebut, ia melihat melalui selangkangannya, ternyata ada 4
betis berdiri hanya kurang lebih berjarak 30 cm dari pantatnya.
Ia gemetar sangat ketakutan sehingga dengan tanpa sengaja kencingnya menetes keluar melalui kontolnya yang tergantung lemas.
Wah,
ini ada buahbuahan langka dan kelihatan indah sekali sang suami itu
mendengar suara dari salah seorang yang kakinya kelihatan itu. Bahkan
orang itu sempat meraba dan menariknarik kontol sang suami yang
disangkanya buahbuahan, sehingga sang suami itu semakin ketakutan hingga
menyebabkan air kencingnya tambah banyak keluar. Ia tak mau bergerak
karena takut diketahui kalau ia adalah manusia.
Buah apa itu teman? tanya salah seorang dari mereka yang berdiri itu sambil ikut memegang dan menariknarik buah tergantung itu.
Tibatiba
pantat sang suami mengeluarkan suara kentut sehingga kedua orang hutan
yang berdiri itu mencium bau busuk. Lalu temannya menjawab..
Mungkin
inilah yang dinamakan buah busukbusuk lalu kedua orang itu sepakat
meninggalkan tempat itu dan bermaksud memetik buah busukbusuk itu
setelah ia kembali dari menebang kayu di hutan.
Setelah kedua
orang hutan itu pergi, maka sang suami yang masuk ke lubang tadi segera
keluar dan pulang terburuburu ke rumahnya sambil menjinjing pakaiannya.
Sesampainya di rumah, sang istri heran karena suaminya berlari
terengahengah tanpa mengenakan pakaian.
Kok begitu Mas. Ada apa?
Kenapa lari seperti orang ketakutan? Mana kepitingnya? Pertanyaan sang
istri bertubitubi pada sang suami, namun ia tetap belum mampu menjawab
karena sangat lelah dan ketakutan.
Mm.. maaf dinda, aku tidak berhasil menangkap kepitingnya jawab sang suami dengan nafas terengahengah.
Kenapa Mas? Ada masalah apa di sungai? desak sang istri.
Anu.. Anu dinda. Sulit ditangkap karena lubangnya terlalu dalam. Besok saja yah, rayu sang suami pada istrinya.
Masa hanya kepiting tak bisa ditangkap. Kalau gitu kita gantian saja.
Mas jaga rumah dan saya yang akan menangkap kepitingnya ujar sang istri
tidak sabar
Menjelang sore hari, sang istri berangkat ke sungai
setelah mendapat petunjuk dari sang suami mengenai tempatnya. Meskipun
sang suami tidak mengizinkan istrinya pergi agar jangan sampai bertemu
dengan kedua orang hutan tadi, tapi karena tak mau cekcok dan membuat
marah istrinya, maka dengan terpaksa dan waswas akhirnya ia
mengizinkannya.
Sesampainya di sungai tersebut, sang istri turun
dan akhirnya menemukan lubang yang baru saja dimasuki suaminya. Ia juga
merasa penasaran dan yakin kalau dalam lubang itu ada kepitingnya,
sehingga buruburu ia melepaskan seluruh pakaiannya agar tidak kotor lalu
masuk ke lubang itu dengan posisi seperti posisi suaminya tadi sewaktu
dalam lubang. Belum sempat ia memasukkan tangannya ke luanglubang kecil
yang ada dalam lubang besar itu, tibatiba ia mendengar suara orang
sedang bicara, bahkan kedengarannya berjalan menuju ke arahnya.
Wah,
celaka teman. Kita didahului orang lain. Buah busukbusuk itu sudah
tidak ada di tempatnya. Rasanya baru saja dipetik orang lain dengan
menggunakan pisau tajam. Ini buktinya kata salah seorang dari mereka
yang berdiri persis di dekat pantat sang istri itu sambil meraba,
mengelus dan menusuknusuk lubang kemaluan sang istri karena dianggapnya
sebagai bekas petikan/potongan buah tadi.
Kedua orang hutan itu
tidak ragu lagi kalau baru buah itu baru saja dipetiknya karena sewaktu
ia meraba tempatnya, ia merasakan sedikit basah, berlubang dan halus
seperti bekas potongan pisau tajam.
Untung saja vaginaku halus,
mulus, putih tanpa ditumbuhi bulu sehelaipun, sehingga mereka tidak
curiga kalau itu adalah daging montok wanita yang sedang basah karena
ketakutan sehingga mengeluarkan air kencing, demikian pikir sang istri.
Ayo teman, kita cari dan kejar si pemetik buah impian kita itu. Ia
pasti belum jauh dari tempat ini, karena bekas petikannya masih basah
dan getahnya masih menetes ajak salah seorang dari orang hutan itu.
Akhirnya mereka segera pergi dan sepakat mencari orang yang dicurigai telah memetik buah busukbusuk impian mereka itu.
OK,
kita bagi sasaran. Kamu ke kiri dan aku ke kanan. Ia pasti masih berada
di sekitar sini karena bau buahbuahan itu masih sangat terasa busuknya.
Kata orang hutan yang satunya lagi seperti yang didengar oleh sang
istri ketika keduanya baru saja meninggalkan lubang kepiting itu.
Pikir
sang istri, bau busuk itu tentunya adalah bau kentut. Setelah itu, sang
istri terburuburu keluar lalu pergi meninggalkan lubang itu sambil
berlari menjinjing pakaiannya. Sesampainya di rumah, keadannya persis
sama dengan keadaan suaminya ketika mengalami hal serupa. Ia tak mampu
berkatakata dan sulit ia menjelaskan kejadian tadi. Mereka saling
menyembunyikan apa yang dialaminya di sungai tadi, meskipun dalam hati
mereka saling curiga tentang kemungkinan kejadian yang sama.
Keesokan
harinya, sang suami bersama sang istri sepakat untuk berangkat
bersamasama ke sungai mencari kembali kepiting dengan keyakinan kalau
kedua orang hutan kemarin itu tidak bakal lewat di situ lagi karena buah
impiannya sudah dianggap tidak ada lagi. Keduanya langsung menuju ke
lubang yang masih diyakini ada kepitingnya.
Mas, coba sekali lagi.
Kamu saja yang masuk biar saya yang jaga di luar kalaukalau ada orang
yang melihat kita. Sebaiknya buka saja pakaiannya Mas biar tidak kotor
kata sang istri ketika mereka sampai di dekat lubang itu.
Setelah
sang suami masuk dengan posisi seperti semula dalam keadaan telanjang
bulat, sang istri menyaksikan kontol suaminya sedang tergantung di
selangkangannya sambil berpikir bahwa mungkin kontol suamiku inilah yang
dikatakan oleh kedua orang hutan kemarin itu sebagai buah busukbusuk,
sehingga setelah ia melihat kemaluanku, ia lalu beranggapan kalau buah
itu sudah dipetik.
Bagaimana Mas? Sudah dapat kepitingnya? tanya
sang istri pada suaminya sambil membungkuk untuk melihat keadaan
suaminya dalam lubang.
Belum dinda, tapi sudah hampir kutemukan. Sabarlah sebentar dinda
Ini kepitingnya Mas. Saya sudah menangkapnya canda sang istri sambil
memegang dan menariknarik benda yang tergantung di selangkangan sang
suami sambil tertawa terbahakbahak.
Nampaknya sang istri tak mau
melepas kepiting yang ditangkapnya itu, malah ia semakin memainkannya,
mengelus dan mengocoknya hingga kepitingnya itu semakin keras,
membengkak dan membuat pinggul sang suami bergerakgerak.
Sudahlah
dinda. Jangan ganggu aku dulu. Kepitingku itu tak sulit ditangkap karena
akan datang sendiri ke rumah, bahkan sebentar di rumah pasti kuserahkan
untuk kamu makan sepuasnya canda sang suami.
Karena sang suami
sudah tak tahan lagi dipermainkan kontolnya sementara sang istri tak mau
berhenti memainkannya, malah nampak menginginkannya saat itu, maka sang
suami memutuskan keluar dulu.
Kalau gitu kita gantian cari
kepitingnya dinda. Aku kecapean kata sang suami sambil keluar dari
lubang itu dan digantikan oleh si istri setelah ia juga menelanjangi
dirinya karena takut akan kotor pakaiannya.
Kamu yang jaga di luar yah Mas. Bilang kalau ada orang lain yang melihat kita, tapi jangan macammacam loh.., kata sang istri.
Setelah
posisi sang istri sama dengan posisi sang suami tadi, tibatiba sang
suami merabaraba pantatnya lalu turun ke selangkangan dan terus ke
kemaluan sang istri dan memainkannya seperti halnya ia dipermainkan
tadi.
Wah, ini kepiting betinanya sudah kutangkap dinda. Indah
sekali dan pasti nikmat dimakan. Boleh aku makan dinda? tanya sang suami
sambil mengelus dan menusuknusuk lubang kemaluan istrinya yang sedang
menungging dalam lubang.
Sang istri tampak menikmatinya dengan
menggerakgerakkan pinggulnya dalam lubang. Sementara sang suami yang
sejak tadi terangsang dari dalam lubang tak mau berhenti memainkan,
bahkan sesekali mencium dan menjilatinya lalu mengatakan kalau ia sedang
memakan kepitingnya mentahmentah.
Ayo Mas. Mana kepitingnya? Adu
donk kepitingnya dengan kepitingku canda sang istri tapi tampak serius
karena memang ia betulbetul sudah terangsang.
Sang suami segera
mengarahkan mulut kepitingnya ke mulut kepiting sang istri lalu
mengadunya. Perlahan tapi pasti, kedua buah langka itu saling
bersentuhan di mulut lubang kepiting. Mulamula amat sulit masuknya
karena kepiting sang istri agak masuk ke dalam, namun karena sang istri
mengerti dan memang membutuhkannya, maka pantatnya pun terdorong sedikit
keluar sehingga berada di luar lubang hingga sang suami sangat mudah
memasukkan kepala kepitingnya ke dalam mulut kepiting sang istri.
Suara
yang ditimbulkan dari pertarungan antara kedua kepiting langka itu,
sangat indah dan jelas terdengar karena berada di mulut lubang, apalagi
sedikit basah karena percampuran antara air khas kepiting dengan air
sungai serta air lumpur.
Akhh.. Uuhh.. Ikkhh.. Ookkhh.. Eennakk.
Nikkmat sekali kepitingnya Mas. Terus.. Teruss.. Ayo hantam teruss Mass
erang si istri tersentaksentak sambil menggerakgerakkan pinggulnya ke
kiri dan ke kanan. Si suami juga mengerang hal yang serupa.
Mungkin
karena sang istri telah merasa lelah menungging, ia meminta sang suami
untuk berhenti bergerak sejenak, tapi sang suami tidak menghiraukannya.
Akhirnya sang istri menarik pantatnya masuk lebih dalam sehingga
kepiting sang suami dengan sendirinya keluar dan lepas dari lubang
kepiting sang istri, bahkan perut sang suami dengan keras menghantam
mulut lubang yang dimasuki sang istri tersebut.
Namun tak lama
setelah itu, sang istri kembali menjulurkan keluar pantatnya dalam
keadaan terbalik yakni telentang dalam lubang, sehingga memudahkan sang
suami memasukkan kembali kepitingnya ke dalam mulut kepiting sang istri.
Pertarungan pun dimulai kembali yang diiringi dengan musik khas yang
keluar dari pertarungan kedua kepiting itu.
Decak.. Decukk..
Decikk.. Plagg.. Plugghh.. Pologg suara itulah yang mewarnai kesunyian
di sungai itu yang dibarengi pula dengan suara nafas saling mengejar
dari kedua mulut pasangan suami istri yang sedang mengidamkan kepiting
itu.
Maass.. Mass, kepitingku mau pipis kata sang istri ketika sang
suami dengan gencarnya menghentakkan kepitingnya keluar masuk ke mulut
kepiting sang istri tanpa menghiraukan katakata sang istri.
Biar
saja pipis, karena kepitingku juga mau pipis, biar bersamaan saja kata
sang suami sambil tetap mempercepat kocokannya dan merabaraba serta
meremasremas kedua benda kenyal yang ada di dada sang istri, meskipun
tanpa melihatnya karena letaknya agak ke dalam.
Nnikkmatnnya
kepitingnya yach secara serentak kedua pasangan itu tibatiba mengucapkan
kalimat yang sama saat kepiting keduanya bersamaan mengeluarkan cairan
hangat yang dianggapnya sebagai air pipis kepiting.
Akhirnya
keduanya tergeletak di tempatnya masingmasng. Sang suami tergeletak di
luar lubang sementara sang istri di dalam lubang. Setelah terdiam
sejenak, sang istri lalu keluar dan mencium pipi dan bibir sang suami
yang masih tergeletak di pinggir sungai.
Mas, ayo bangun. Kita
pulang aja yuk. Kita sudah tangkap dan nikmati kepitingnya. Aku sudah
puas sekali dan tak bergairah lagi mencari kepiting beneran kata sang
istri sambil membangunkan suaminya dengan suara sedikit berbisik di
telinganya.
Wah kita terlalu jauh mencari kepiting dinda, padahal
ada kepiting yang kita bawa masingmasing. Lebih nikmat lagi memakannya,
bahkan tak pernah habis. Ayo dinda, nanti di rumah kita makan lagi
kepiting ini.. Ha.. Hha.. Hha kata sang suami sambil merapikan kembali
pakaiannya bersama sang istri lalu keduanya tertawa terbahak sambil
berpelukan dan berciuman, lalu kembali ke rumah.
Setibanya di
rumah, mereka kembali mengadu kepitingnya beberapa kali dengan posisi
yang lebih membuatnya leluasa bergerak. Sejak saat itu, sang istri tak
pernah lagi meminta suaminya untuk mencari kepiting di sungai dan sejak
itu pula keinginannya terhadap kepiting sungguhan hilang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar